AI Bisa Membuat Gambar, Namun Hanya Manusia yang Bisa Menciptakan Makna
beritasumut.com Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), banyak orang bertanya Apakah fotografer profesional akan ter
Sosok
Beritasumut.com-Fraksi PKS DPR RI siang ini, menyelenggarakan Diskusi Publik bersama Ormas Islam dengan tema ‘Isu Strategis Keumatan dalam Prolegnas 2016’. Hal ini diselenggarakan sebab, arahan regulasi Fraksi PKS sepanjang Periode 2015-2019 berkaitan pada 3 (tiga) hal, yaitu Kerakyatan, Nasionalisme Kebangsaan, dan Keumatan.
Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini menegaskan Kerakyatan berarti dimaknai untuk menghasilkan produk legislasi yang berpihak pada rakyat. Sedangkan Nasionalisme Kebangsaan berarti mendorong agar Indonesia menjadi bangsa yang mandiri dan diperhitungkan dalam kancah regional dan global.
“Sedangkan, poin Keumatan menempatkan identitas PKS selaku partai dengan basis massa pemilih Islam,” tegas Jazuli menjelang pelaksanaan diskusi publik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/07/2016).
Diketahui, pembahasan produk legislasi periode 2015-2019, pada tahun 2016 telah ditetapkan RUU Prioritas sebanyak kurang lebih 40 Rancangan Undang-undang (RUU). Fraksi PKS, jelas Jazuli, dengan anggota yang berjumlah 40 orang terdistribusi untuk mengawal setiap undang-undang yang sedang dibahas.
“Terdapat beberapa undang-undang yang telah disahkan dan PKS tetap konsisten dengan sikapnya contoh yang terbaru adalah UU Tax Amnesty yang mencatat PKS sebagai satu-satunya partai yang menolak,” tegas wakil rakyat dari Daerah Pemilihan Banten III ini.
Di lain sisi, Fraksi PKS tetap mengedepankan sikap untuk selalu konsisten melakukan kajian yang mendalam dari setiap RUU. Oleh karena itu, di setiap masa sidang, Fraksi PKS konsisten mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama para pakar, akademisi, dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
“FGD kali ini tidaklah membahas satu tema tertentu ataupun satu produk RUU, melainkan melakukan pembahasan secara mendalam terkait dengan beberapa UU yang cukup besar memiliki substansi Keumatan,” tambah Anggota Majelis Pertimbangan Partai DPP PKS ini.
Beberapa RUU yang akan menjadi sorotan Fraksi PKS bersama Ormas Islam dalam FGD ini di antaranya adalah RUU Penyelenggaraan Haji dan Umroh, RUU Terorisme, RUU Larangan Minol, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, dan UU Ketahanan Keluarga.
“Melalui FGD ini diharapkan didapat masukan dari berbagai pihak terkait khususnya organisasi-organisasi masyarakat Islam atas produk RUU tersebut di atas,” tutup Jazuli.(BS01)
beritasumut.com Di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), banyak orang bertanya Apakah fotografer profesional akan ter
Sosok
beritasumut.com Kegiatan Pameran Foto Prahara Pulau Emas Pewarta Foto Indonesia (PFI) Medan bersama Mata Waktuyang digelar di Atrium Plaza
Pendidikan
beritasumut.com Changan, merek otomotif global di bawah naungan Indomobil Group, semakin memperkuat kehadirannya di pasar kendaraan listrik
Gaya Hidup
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang mengapresiasi pelaksanaan perlombaan dalam rangka HUT ke81 Kemerdek
Pendidikan
beritasumut.com Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Djarot Saiful Hidayat dan rombong
Politik & Pemerintahan
beritasumut.comTim Task Force (TTF) Kamar Dagang dan Industri Sumatera Utara (Kadin Sumut) pada Kamis (13/8) menggelar pertemuan (rapat) di
Ekonomi
beritasumut.comPemerintah Kabupaten Aceh Singkil mempercepat kinerja Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK) untuk mengoptimalkan tambahan
Peristiwa
beritasumut.com Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke81 Republik Indonesia (RI), PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengh
Ekonomi
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bakal menggelar peringatan hari ulang tahun (HUT) ke58 secara serentak pada 24
Ekonomi
beritasumut.com Ketua KADIN Kota Medan, Arman Chandra, mendapat penghargaan istimewa pada momen ulang tahunnya. Ketua Persatuan Golf Indone
Olahraga