Kamis, 04 Juni 2026

Mantan Anggota dan Anggota DPRD Sumut Diperiksa KPK

Senin, 20 Juni 2016 19:12 WIB
Mantan Anggota dan Anggota DPRD Sumut Diperiksa KPK
Beritasumut.com/Ilustrasi
KPK
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota DPRD Sumut dan mantan anggota dewan di Gedung Utama Mako Brimobda Sumut, Senin (20/06/2016).

Menurut anggota DPRD Sumut periode 2009-2014, Oloan Simbolon, dirinya diperiksa sebagai saksi atas penetapan 7 anggota DPRD Sumut dan mantan sebagai tersangka oleh KPK. Oloan mengaku dicecar 14 pertanyaan, di antaranya soal penerimaan uang terkait interpelasi mantan Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Oloan mengaku sudah mengembalikan uang yang diterima itu.

"Ada tiga kali saya terima, tapi sudah saya kembalikan. Kalau soal nilainya, tanyakanlah ke KPK," ujar Oloan Simbolon kepada wartawan usai diperiksa KPK di Mako Brimobda Sumut.

Baca Juga:

Sementara Indra Alamsyah dan Hardi Mulyono yang sempat ditanyai wartawan usai melaksanakan sholat dzuhur bersama, enggan bercerita banyak. Setelah sempat bertegur sapa dengan awak media, keduanya balik memasuki gedung utama Mako Brimobdasu, mengikuti proses pemeriksaan lanjutan.

Sedangkan Brilian Mokhtar mengaku diperiksa KPK sebagai saksi untuk tujuh tersangka dugaan korupsi terkait pengesahan APBD Sumut Tahun Anggaran 2014. Dia mengaku dicecar banyak pertanyaan, namun hanya 1 yang dijawab."Banyak pertanyaannya, tapi cuma 1 yang saya jawab. Saya ditanya soal penerimaan uang pengesahan APBD, bukan interpelasi," ujar Brilian.(BS04)

Baca Juga:
Tags
KPK
beritaTerkait
Hasto: Saya Sekjen PDIP dengan Kepala Tegak Siap Terima Konsekuensi
Ketua KPK Ungkap Alasan Baru Tahan Sekjen PDIP Hasto
Praperadilan Hasto Tidak Diterima, Status Tersangka KPK Sah
Polri Ikut Koordinasi dengan Singapura untuk Pulangkan Buron KPK Paulus Tannos
Ketua KPK Ungkap Ada Kabupaten yang Coba Kondisikan Survei Integritas
KPK Periksa Lagi Eks Ketua DPRD Bandung Jadi Saksi Kasus Korupsi Smart City
komentar
beritaTerbaru
hit tracker