Minggu, 10 Mei 2026

Pemilihan Kepala Desa Durian Ditunda Hingga Tahun 2017

Kamis, 21 April 2016 09:19 WIB
Pemilihan Kepala Desa Durian Ditunda Hingga Tahun 2017
beritasumut.com/ilustrasi
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang memutuskan pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Durian, Kecamatan Pantai Labu, Deli Serdang ditunda hingga tahun 2017.

Hal ini dikarenakan saat pelaksanaannya Selasa (19/4/2016) terjadi kericuhan di sana. Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemkab Deli Serdang, Dedi Maswardy mengatakan pelaksanaan Pilkades di Desa Durian akan dilakukan tahun 2017.

Dia menyebut Pilkades di Desa Durian akan dilakukan secara serentak bersamaan dengan pemilihan kepala desa lain yang saat ini belum melakukan pemilihan. "Ya karena semalam ricuh, terpaka batal lah tahun ini. Mana bisa dilakukan dalam waktu dekat ini. Enggak ada dasar hukumnya. Itulah mengapa dilakukan pemilihan secara serentak. Kalau penyebab pastinya saya belum tau pasti karena saya tanya Camat katanya diapun datang udah berhenti pelaksanaan," ujar Dedi, Kamis (21/04/2016).

Dia menambahkan meski masyarakat nantinya mendesak agar pelaksanaan dapat dilakukan secepatnya tetap saja tidak bisa dilakukan. Hingga kini dia menyebut baru desa itu saja yang pelaksanaan pemilihannya dibatalkan. "Semalam di Desa Durian itukan dihentikan. Kan gak ada yang merintahkan ditunda. P2K (panitia pemilihan kepala) desa saat itu tidak ada di tempat," tandas Dedi.(BS05)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja
Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024
Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov
Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR
MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker