Rabu, 01 Juli 2026

Satpol PP Tertibkan PKL Dr Mansyur Medan

Selasa, 23 Februari 2016 20:34 WIB
Satpol PP Tertibkan PKL Dr Mansyur Medan
Istimewa
Penertiban PKL
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Sekitar 250 petugas Satpol PP  menertibkan pedagang kaki lima (PKL), termasuk penjual pulsa dengan menggunakan mobil di sepanjang Jalan Dr Mansyur, Medan, persis depan Kampus Universitas Sumatera Utara (USU), Selasa (23/2/2016).

Penertiban yang dipimpin langsung oleh Kasatpol PP Kota Medan M Sofyan ini untuk menindaklanjuti  keresahan masyarakat pengguna jalan akibat  kehadiran para pedagang  informal itu memicu terjadinya kemacetan, terutama pada petang hari.

Namun sebelum petugas tiba di lokasi, banyak pedagang kuliner baik makanan dan minuman sudah "mencium" akan adanya penertiban. Terbukti, para pedagang yang umumnya berjualan dengan menggunakan becak bermotor yang telah dimodifikasi menjadi gerobak dan mobil pick-up telah mengangkuti kursi-kursi yang biasanya mereka letakkan di pinggir jalan maupun di atas trotoar.

Malah tidak sedikit diantara para pedagang, langsung meninggalkan lokasi jualan untuk menghindari penertiban, termasuk para pedagang pulsa bermobil. Meski demikian masih ada juga pedagang yang tetap nekat berjualan meski beberapa pedagang  telah mengingatkan akan adanya penertiban.

Sekira pukul 15.30 WIB, petugas Satpol PP tiba di lokasi. Para pedagang kaki lima yang nekat tadi  sontak kelabakan dan berusaha kabur dengan mendorong gerobak masing-masing. Namun upaya mereka gagal, sebab petugas Satpol PP lebih cepat. Peralatan jualan seperti  kursi dan meja langsung diangkut.

Tindakan petugas Satpol PP ini mendapat perlawanan dari  beberapa pedagang, terutam yang pria. Mereka berusaha mempertahankan kursi dan meja yang mau diangkut, sehingga terjadi aksi tarik menarik. Kericuhan pun tak terelakkan, sebab seorang pedagang berusaha melawan petugas Satpol PP. Aksinya membuat petugas marah, termasuk Kasatpol PP.

Sofyan langsung memerintahkan anggotanya untuk mengangkat gerobak pedagang tersebut. Pedagang yang bersangkutan semakin beringas memberikan perlawanan namun sia-sia karena beberapa petugas Satpol PP langsung mendekapnya. Dia hanya bisa meronta-ronta sambil melihat gerobaknya diangkat ke atas truk.

Selain pria itu, pasangan suami istri yang berusaha kabur dengan gerobaknya juga bernasib apes. Peralatan jualannya, baik minuman botol, kursi dan meja  diangkut petugas meski telah berteriak-teriak minta dilepaskan. Lantaran tidak melakukan perlawanan, petugas Satpol PP pun tidak menyita gerobaknya.

Selanjutnya Sofyan memerintahkan anggotanya untuk menyeser satu ruas jalan yang digunakan para pedagang untuk menyembunyikan gerobaknya. Upaya ini berhasil, peralatan jualan para pedagang berhasil disita. Namun aksi ini tidak berlangsung lama, sebab Sofyan kemudian menghentikan penertiban guna menghindari terjadinya kemacetan di sepanjang Jalan Dr Mansyur. Namun sebelum meninggalkan lokasi, Sofyan mengingatkan para pedagang agar tidak berjualan kembali di kawasan tersebut.

"Kami akan terus pantau kawasan ini (Jalan Dr Mansyur). Jika kembali berjualan, kami akan datang untuk melakukan penertiban. Agar bapa-bapak dan ibu-ibu tidak rugi akibat penertiban yang dilakukan, sekali lagi saya ingatkan untuk tidak berjualan lagi," tegasnya.

Usai menertibakan PKL di Jalan Dr Mansyur,  petugas Satpol PP melanjutkan penertiban PKL di Jalan Diponegoro, persisnya depan RSU Malahayati yang juga menjadi pemicu kemacetan. Di tempat itu, petugas mengangkut satu gerobak milik pedagang buah/rujak dan membawanya ke Markas Besar Satpol PP di Jalan Adinegoro, Medan.

Usai penertiban, Sofyan mengatakan penertiban ini dilakukan untuk menindaklanjuti kerasahan warga. Sebab, kehadiran para PKL di Jalan Dr Mansyur dan Jalan Diponegoro ini menyebabkan terjadinya kemacetan.

"Jadi penertiban ini kita lakukan untuk memberikan efek jera kepada para pedagang agar mereka tidak berjualan kembali di tempat tersebut," jelas Sofyan.

Di samping kedua lokasi tersebut, Sofyan menegaskan pihaknya juga akan melakukan penertiban terhadap PKL lainnya yang menyebabkan terjadinya kemacetan.

"Kehadiran para pedagang kaki lima ini, selain menyebabkan terjadinya kemacetan, juga membuat masyarakat tidak dapat menggunakan fasiltas umum seperti trotoar. Padahal keberadaan trotoar ini merupakan hak masyarakat sebagai pejalan kaki," pungkas Sofyan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Fraksi PKS Berikan Catatan Terhadap Pertanggungjawaban APBN Tahun Anggaran 2015
Hidayat: Permasalahan Umat Islam Harus Dikaji dengan Ilmu
Satpol PP Over Acting, Mendagri Minta Petugas Bersikap Lebih Simpatik
Kasat Pol PP Medan Kesal, Ada Anggota Lakukan Pungli di Lapangan
Pemukul Petugas Satpol PP dengan Batu Ditangkap Saat Melintas di Jalan Thamrin
Dinas Sosial dan Satpol PP Gelar Operasi Razia Gepeng di Binjai
komentar
beritaTerbaru
hit tracker