Rabu, 15 Juli 2026
HNSI Sejahterakan Nelayan

Eldin: Kami Dukung, BPJS Untuk Nelayan Ditambah

Jumat, 11 September 2015 20:52 WIB
Eldin: Kami Dukung, BPJS Untuk Nelayan Ditambah
Istimewa
Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution, menghadiri pelantikan DPC HNSI Kota Medan periode 2015-2020, di Wisma Hanafiah, Belawan, Jumat (11/9/2015).
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Misi untuk mensejahterakan nelayan menjadi komitmen utama pemerintahan ke depan. Pasalnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perikanan dan Kelautan sudah mengucurkan anggaran sebesar Rp15 triliun untuk peningkatan hasil tangkapan di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD Himpunan Nelayanan Seluruh Indonesia (HNSI) Sumatera Utara (Sumut) Syah Affandin pada saat pelantikan DPC HNSI Kota Medan periode 2015-2020, di Wisma Hanafiah, Belawan, Jumat (11/9/2015).

Syah Affandin yang biasa disapa Ondim mengatakan, Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pujiastuti sudah menetapkan HNSI sebagai stakeholder kementeriannya. Hal itu sesuai dengan kesepakatan pada empat hari lalu di Jakarta. 

"Ini kabar gembira bagi kita, apalagi HNSI dibolehkan membentuk koperasi dan asosiasi agar bisa mendapatkan bantuan langsung dari kementerian, khusus kepada wilayah perbatasan dengan negara luar, kementerian akan memberikan bantuan Rp100 miliar. Inilah yang nantinya perli sinergi HNSI dengan pemerintah," sebutnya.

Hari ini, paparnya sudah hadir pasangan Calon Wali Kota dan Calon Wakil Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution. Semoga apa yang disampaikan didengar, dimasukkan dalam ingatan dan dijadikan sebagai program kerja untuk nelayan. 

"Saya yakin Eldin dan Akhyar berjuang untuk sejahterakan nelayan, sama seperti apa yang akan dilakukan HNSI," ucapnya. 

"Jadi untuk apalagi cari yang lain kalau Eldin dan Akhyar sudah mendengarkan masukan HNSI," tambahnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPC HNSI Kota Medan Bahrumsyah menyebutkan, di hati pengurus HNSI Kota Medan sudah dipatri untuk sejahterakan nelayan. Jadi apapun halangan dan rintangan perjuangan HNSI dalam memperjuangakan kesejahteraan menjadi musuh mereka. 

Perlu diketahui, paparnya, sekarang ini limbah industri sangat mempengaruhi hasil tangkapan nelayan. Maka untuk itu Akhyar selaku warga Medan bagian Utara, sebaiknya ikut memperjuangkan ini agar ke depannya industri tak sembarangan membuang limbah.  
"HNSI tak main-main dengan ini, bagi industri yang masih membuang limbah ke laut akan dilaporkan dengan sanksi pidana. Apalagi HNSI akan mengawal berjalannya Medan bagian Utara sebagai kawasan minapolitan," ucapnya.

Tak hanya itu, guna mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat, Bahrumsyah menyebutkan, setelah pelantikan ini, pengurus akan konsolidasi ke rukun nelayan, sekaligus mendata jumlah nelayan di Kota Medan. Hal ini dilakukan agar ke depannya seluruh nelayan dapat BPJS, bantuan perumahan serta beasiswa pendidikan kepada anak-anak nelayan. 

Mendengarkan paparan tersebut, Dzulmi Eldin kepada wartawan menyampaikan, program bantuan kesejahteraan nelayan sampai saat ini sudah berjalan. Mulai bantuan alat tangkapan, asuransi kesehatan , pendidikan, serta rumah.

"Memang jumlahnya belum mencakup keseluruhan nelayan. Ke depan pemerintah akan kerja sama dengan HNSI guna menyahuti kebutuhan nelayan. Apalagi potensi dari laut kita di Belawan cukup besar, namun resiko sangat tinggi. Ke depan, seluruh nelayan akan diberikan asuransi kesehatan yang saat ini sudah ada 250 ribu jiwa ditanggung Pemko Medan," sebutnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Akhyar Nasution menyebutkan, Pemerintahan Pusat sedang gencar membuat program kemaritiman. Dengan adanya fokus ini, tentunya akan bisa mendorong sejumlah program kemaritiman di Medan. Bukti keseriusan Eldin pada 2016, akan dibangun tanggul rob, hal ini karena sudah selesainya Detail Enginering Design (DED).

"Pembangunan tanggul inilah awal terwujudnya waterfront city, dimana natinya Medan bagian Utara sebagai pertumbuhan ekonomi baru di Medan. Secara otomatis, wisata sejarah dan Danau Siombak akan menjadi tujuan wisata utama di kawasan ini," sebutnya.

Lebih lanjut dia menyebutkan, inilah satu bukti komitmen Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution dalam mensejahterakan nelayan. "Pak Eldin sudah berbuat, saya akan bantu apa yang sudah dibuat Pak Eldin untuk nelayan," sebutnya.

Pada kesempatan itu, Akhyar Nasution mendapat informasi ada empat nelayan warga Lorong Melati, Kecamatan Medan Belawan yang ditangkap Polisi di Raja Malaysia. Keempatnya ditangkap karena menerobos masuk ke perairan Malaysia. 

"Teman-teman HNSI Medan, tadi saya sempat bertemu dengan empat istri bersama anak-anak nelayan,” katanya. 

Hadir pada kesempatan tersebut, Plh Wali Kota Medan diwakili Asisten Ekonomi dan Pembangunan Qamarul Fattah, Danlantamal I Belawan diwakili Letkol Ismail Rambe, Danramil Belawan, Kapolsek Belawan, Camat Medan Belawan serta sejumlah pengurus DPD HNSI Sumut serta DPC HNSI Labuhan Batu, Batu Bara, dan Asahan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
15 Personil KPK Rekonstruksi di Hotel Swiss Belinn Jalan Gajah Mada Medan
Ini Pandangan Psikolog Irna Mianuli Terkait Plt Wali Kota Medan yang Hadiri Sidang Dzulmi Eldin di PN Medan
Tiga Kali Berturut, Wali Kota Medan Terima Penghargaan Natamukti
Kebakaran Jalan S Parman, Wali Kota Tinjau Lokasi dan Jenguk Korban
Perebutan Piala Wali Kota Medan Kompetisi Sepakbola U-12, U-14 dan U-16 Dibuka
Temui Wapres RI, Pengurus APEKSI Sampaikan Hasil Rakernas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker