Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com - Ratusan warga Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Tembung dan Medan Timur, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), menginginkan adanya peningkatan kualitas kebersihan dengan ketersediaan armada angkutan sampah. Memasuki perubahan musim kemarau ke musim penghujan akhir-akhir ini, populasi nyamuk di kawasan ini meningkat signifikan.
Beberapa warga yang hadir dalam Reses I Anggota DPRD Kota Medan Anton Panggabean di Jalan Ambai, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Sabtu (25/4/2015), mengutarakan hal tersebut. Tergenangnya air di saluran drainase tepi jalan, menjadi penyebab.
Seperti disampaikan Sitanggang warga Jalan Ambai yang mengatakan kondisi parit sepanjang jalan Ambai airnya tidak mengalir. Kondisi ini sangat memprihatinkan. Meski demikian, Sitanggang tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah.
"Pemerintah harusnya menggerakkan masyarakat, mungkin dengan membuat regulasi baru tentang ajakan untuk masing-masing pemilik rumah untuk membersihkan parit di depan rumahnya. Jika perlu, dibuat sanksi bagi mereka yang tidak mau melakukannya," ujar Sitanggang.
Dosen Unimed ini menyayangkan saat Jalan Ambai kini sudah bagus, namun warga tidak peduli dengan kebersihan.
Demikian juga disampaikan Panggabean yang mengaku baru pertama kali mengikuti reses DPRD Kota Medan hingga kini ia berusia 50 tahun. Kondisi saluran drainase semakin hari semakin memprihatinkan. Untuk itu, diminta kepada Politisi Partai Demokrat itu sebagai perwakilan warga untuk memperhatikan dan memperjuangkannya di pemerintahan.
"Saya sangat berterima kasih ketika keluhan kami akan Jalan Ambai ini yang memprihatinkan, kini telah di perbaiki. Namun saluran drainasenya masih cukup memprihatinkan," ujarnya.
Warga dalam pertemuan ini juga sepakat untuk melakukan gotong royong bersama yang rutin, sehingga akan tercipta lingkungan yang bersih dan sehat. Hanya saja, warga meminta komitmen agar pemerintah melalui perangkat-perangkatnya menggerakkan warga.
Sementara itu, warga Jalan Tuamang, Silaban, menyampaikan hal yang lainnya yaitu tentang maraknya usaha warung internet membuat anak-anak malas ke sekolah.
"Ini dampak negatif kemajuan teknologi yang sangat berbahaya saat ini, sehingga kami harapkan adanya regulasi dari Pemko Medan untuk menertibkan hal ini," ujarnya.
Menurut Silaban, kawasan itu adalah kawasan kalangan intelektual dimana banyak dosen dan tenaga pendidik yang bermukim di kawasan itu. Sayangnya, anak-anak yang tidak ke sekolah sangat banyak karena bolos.
Kemudian, warga Jalan Ambai lainnya, H Hutabarat memepertanyakan pelayanan BPJS yang menurutnya menyulitkan warga. Saat ia ingin berobat ke RS Haji dengan layanan BPJS dia harus mengurus surat rujukan dari dua Puskesmas.
"Jika saya dalam kondisi sakit harus kesana kemari mengurus berkas-berkas itu, apakah itu pelayanan yang diberikan pemerintah untuk warga," ujar Hutabarat mempertanyakan.
Pada kesempatan itu, Sekretaris Camat Medan Tembung Suryono mengatakan pihaknya akan segera membuat jadwal untuk pelaksanaan gotongroyong rutin. Sebab, Pemko Medan telah mengeluarkan peraturan di Kota Medan tentang Medan Berhias.
"Lurah dan Kepling juga sudah diinstruksikan agar membuat program, jadi ini tinggal kita tingkatkan ke depan," ujarnya.
Namun, ia mengatakan bahwa pemerintah tidak akan bias melakukan banyak hal jika warga tidak memiliki kesadaran akan pentingnya kebersihan.
Demikian halnya disampaikan perwakilan BPJS Medan Willy Indra Cahyo yang menjelaskan bahwa sistem pelayanan BPJS tidak jauh beda dengan Askes.
"Pola rujukan dilakukan berjenjang, sehingga harus melalui tahapan-tahapan yang sudah ditetapkan seperti melalui Puskesmas, kemudian penanganan lanjutan di rumah sakit daerah atau provinsi, dan jika dibutuhkan rujukan tingkat lanjut ke RS di Jakarta," jelasnya.
Selanjutnya, menanggapi keluhan warga Muhyar Ritonga dari Dinas Perkim menyampaikan bahwa saluran drainase yang ada saat ini di lingkungan tetap menjadi perhatian pihaknya. Juga meminta peran warga agar proaktif dalam menjaga kebersihan sehingga saluran tidak sumbat.
Pada kesempatan itu, Anton Panggabean dengan tegas meminta Pemko Medan agar mendengarkan keluhan warga. Terutama mengenai penanganan kebersihan dan saluran drainase.
"Jika tidak tuntas juga, reses berikutnya kita agendakan di sini. Mungkin kita hadirkan walikota atau sekda," tegas Anton.
Dijelaskannya bahwa keluhan warga yang disampaikan dalam reses ini akan diperjuangkan dalam pembahasan-pembahasan di DPRD bersama Pemko Medan. Namun akan ada skala prioritas, dan dilakukan bertahap.
Warga yang hadir diberikan juga selebaran untuk menuliskan keluhan-keluhannya jika tidak sempat menyampaikan secara langsung.
"Kami di DPRD juga siap menampung aspirasi yang resmi dari warga, mari jalin komunikasi yang baik ke depan, sehingga kami bisa mendapat informasi tentang keluhan warga dan kita berharap aka nada solusi yang terbaik," ujarnya.
Hadir juga dalam reses kali ini, Ryan P Nugraheni mewakili Dinas Kesehatan Kota Medan, Lisnawati MPd dari UPT Disdik Kecamatan Medan Tembung, dan Impun Suriadi mewakili Lurah Sudirejo Hilir.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar