Rabu, 30 September 2026

Parit dan Jalan Kemiri Medan Memprihatinkan

Kamis, 26 Februari 2015 00:06 WIB
Parit dan Jalan Kemiri Medan Memprihatinkan
Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin meninjau Jalan Kemiri. (Ist)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com – Kondisi Jalan Kemiri, Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota sangat memprihatinkan. Selain kondisinya rusak parah dan penuh lubang, paritnya pun dipenuhi sampah sehingga menebar aroma yang sangat bau. Jika hujan deras turun, Jalan Kemiri tak ubahnya seperti kubangan kerbau yang dipenuhi lumpur.

Karenanya, Wali Kota Medan Tengku Dzulmi Eldin S menginstruksikan Dinas Bina Marga untuk segera menata dan memperbaiki Jalan Kemiri, termasuk parit.

Demikian terungkap ketika Wali Kota meninjau Jalan Kemiri, Selasa (24/2/2015) malam. Rusaknya jalan dan parit tersebut tak terlaps akibat kiri dan kanan badan jalan digunakan para pedagang kaki lima menggelar dagangan. Selain sisa dagangan banyak yang masuk dalam parit, para pedagang juga membeton dan menutup permukaan parit dengan papan guna memperluas lokasi dagangan.

Tak pelak kondisi itu menyebabkan parit tersumbat dan tak mampu lagi menampung debit air pada saat hujan deras turun sehingga menggenangi Jalan Kemiri. Menurut warga sekitar, kondisi ini diperparah lagi akibat lemahnya pengawasan dari camat dan lurah setempat.

"Camat dan lurah baru sibuk setelah Wali Kota datang," ungkap salah warga sekitar dengan mimik kecewa.

Ekspresi wajah Wali Kota sontak berubah ketika memasuki Jalan Kemiri didampingi Asisten Pemerintahan Musadat Nasution, Asisten Umum Ikhwan Habibi Daulay, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan, Kadis Perhubungan Renward Parapat dan Kadis Kebersihan Endar Sutan Lubis.

Bau tak sedap langsung menyergap hidung, sebab sebagian air parit tak mengalir karena dipenuhi sampah sisa dagangan para pedagang. Sebagian parit lagi, airnya kering dan hanya dipenuhi tumpukan sampah. Sudah itu permukaan jalan sudah tidak dilapisi aspal dan lubang di sana sini. Yang lebih memprihatinkan lagi, jalan rusak itu juga dipenuhi sampah, termasuk sisa-sisa bulu ayam.

Yang membuat ekspresi wajah Wali Kota semakin berubah lagi, permukaan parit sebagian besar telah dibeton dan ditutupi papan oleh para pedagang tanpa upaya pencegahan dari camat maupun lurah setempat. Karena itulah Wali Kota memerintahkan Kadis Bina Marga untuk membongkar seluruh  permukaan parit yang telah dibeton maupun ditutup papan tersebut.

Menurut Wali Kota, pembongkaran harus dilakukan guna memudahkan pengorekan parit yang telah dipenuhi sampah. Pasalnya satu unit mobil penyedot lumpur yang diturunkan Dinas Bina Marga tak bisa bekerja maksimal menyedot lumpur akibat penutupan permukaan parit tersebut.

Selain mobil penyedot lumpur, Dinas Bina Marga juga menurunkan backhoe dan schopel ukuran kecil untuk membongkar permukaan parit yang ditutup sekaligus membersihkan permukaan jalan dari sampah. Selanjutnya lumpur dan sampah hasil pengorekan langsung diangkut truk.

Usai peninjauan, Wali Kota kemudian mengingatkan camat dan lurah agar terus melakukan pengawasan di wilayah tugas masing-masing agar mereka bisa mengetahui apa yang terjadi. Selain terus memberikan sosialisasi kepada pedagang maupun warga sekitar agar tidak membuang sampah sembarang, camat dan lurah juga diminta melarang warga membeton permukaan parit.

"Saya minta camat dan lurah supaya dapat menjaga kebersihan wilayahnya, terutama saluran parit dan  mengajak masyarakat maupun pedagang bergotong royong secara rutin, minimal membersihkan parit yang ada disepanjang jalan ini," kata Wali Kota.

Selanjutnya kepada masyarakat, Wali Kota pun tak bosan-bosannya kembali mengingatkan agar ikut membantu menjaga kebersihan. Sebab, masalah kebersihan bukan tanggung jawab pemerintah semata melainkan seluruh lapisan masyarakat.

"Setelah parit ini dikorek, saya minta warga maupun pedagang tidak membuang sampah ke dalam parit lagi," kata Wali Kota.

Kemudian Wali Kota meminta Kadis Bina Marga untuk memperbaiki parit di sepanjang Jalan Kemiri. Sedangkan jalan yang rusak, Wali Kota menyarankan supaya dibeton agar lebih kuat dan tahan lama dibandingkan dengan pengaspalan.

"Jika pun digenangi air, pembetonan jalan lebih kuat dibandingkan dengan pengaspalan," jelasnya.

Selesai mengecek Jalan Kemiri, Wali Kota didampingi sejumlah pimpinan SKPD mengecek kondisi di Jalan Sisingamangaraja, mulai persimpangan Jalan Sakti Lubis. Wali Kota kesulitan untuk melihat parit, sebab warga umumnya telah membeton permukaan parit yang ada di depan rumah masing-masing.

"Saya minta seluruh permukaan parit yang dibeton ini dibongkar," tegasnya.

Kadis Bina Marga Kota Medan Khairul Syahnan  mengatakan siap menindaklanjuti instruksi Wali Kota. Dia akan menurunkana pekerja dan alat-alat beratnya untuk menata dan memperbaiki parit di sepanjang Jalan Kemiri.

"Kalau untuk pembetonan Jalan kemiri, kita siap melakukannya. Namun sebelum pembetonan, kita tentunya harus melakukan tender terlebih dahulu," jelas Syahnan. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
TPS dan PKL Penyebab Kota Medan Gagal Meraih Adipura
Diteror Bunuh OTK, Rajudin Minta Kecurangan Dunia Pendidikan di Medan Direspon Semua Pihak
Poldasu Belum Terima Laporan Terkait Teror Kepada Anggota DPRD Medan
Gagal Rampok Tas Perempuan, Andre Nyaris Tewas Dihakimi Massa
Konflik di Hermes, Pemko Medan Perlu diajak Bicara
PMI Sumut Miliki Markas Komprehensif dan UTD Modern
komentar
beritaTerbaru
hit tracker