Senin, 11 Mei 2026

Warga Ladang Bambu Medan Keluhkan Kenaikan PBB Hingga 400 Persen

Jumat, 05 Desember 2014 21:55 WIB
Warga Ladang Bambu Medan Keluhkan Kenaikan PBB Hingga 400 Persen
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Warga Kelurahan Ladang Bambu Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) menyatakan keberatan atas kenaikan Pajak Bumi Bangunan (PBB) Tahun 2014. Pasalnya, PBB mengalami kenaikan hingga 400 persen. Jumlah tersebut dirasa sangat memberatkan warga.

Hal itu dikatakan warga Ladang Bambu, Iman Pelawi mewakili 50 KK lainnya. Dikatakan, mereka sebenarnya tidak menolak kenaikan pajak, tapi untuk kenaikan sebesar itu ia mengatakan itu sangat membebani mereka.   

"PBB saya Tahun 2013 sebesar Rp3 juta dan Tahun 2014 SPPT kita naik menjadi Rp14 juta. Itu logikanya bagaimana? Kami bukan tidak terima kenaikan PBB, tapi kalau kenaikan 400 persen seperti ini, itu sangat memberatkan," jelasnya pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi C DPRD Medan di Gedung DPRD Medan, Jalan Maulana Lubis, Medan, Jumat (5/12/2014).

Ia juga mengatakan masyarakat di Ladang Bambu mayoritas adalah petani jadi wajar kalau kenaikan yang cukup drastis itu sangat memberatkan mereka.

"Saya menanam ubi, untungnya hanya Rp20 juta. Sekarang saya kena SPPT sebesar Rp14 juta," ujarnya.

Ia juga mengatakan semua warga di Ladang Bambu merasa keberatan terhadap kenaikan yang dinilai tak wajar itu, namun mereka tak ingin melayangkan surat keberatan kepada Dispenda agar dapat pengurangan harga.

Ia mengatakan jika mereka membuat surat keberatan, artinya mereka setuju dengan jumlah tersebut namun hanya meminta pengurangan saja.

"Kami lebih baik mengadu ke DPRD Medan sebab kami tahu dalam menentukan peraturan kenaikan pajak itu ada MoU antara DPRD Medan dan Pemko Medan. Agar yang dikurangi secara global, bukan kita saja," katanya.

Sementara, warga yang mengadu ke gedung DPRD Medan tersebut hanya diterima oleh 2 orang anggota dewan yaitu Eswin dan Hendra DS, tanpa unsur pimpinan.

Sehingga RDP tersebut dijadwal ulang dengan menghadirkan Dispenda Medan dan camat.

Hendra DS mengatakan kenaikan itu memang tidak masuk akal. Kenaikan yang begitu besar akan menambah beban masyarakat. Apalagi masyarakat di sana kebanyakan petani.

"Kita akan sikapi dengan serius masalah ini. Kita akan memanggil Dispenda Medan untuk pertemuan berikutnya. Kita akan berusaha mencarikan win-win solution," ujar Hendra. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Ribuan Warga Medan Larut dalam Kemeriahan Imlek, Rico Waas: Kekuatan Medan Ada pada Kemajemukan
Sarana Air Bersih dan 1.577 Tabung Bright Gas Disalurkan ke Warga Terdampak Bencana di Pidie Jaya
Tak Ada Pemberitahuan, Listrik Padam 3 Jam saat Warga Tertidur
Berkolaborasi Wujudkan Warga Binaan, Kepala Rutan Kelas I Medan Bersama Rombongan Berkunjung ke Mapolrestabes Medan
Pangkoopsud II Dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Divisi Infanteri 3 Kostrad
Polrestabes Medan Tahan 3 Pelaku  Penculikan dan Pembunuhan Terhadap Warga Sunggal Andreas Sianipar
komentar
beritaTerbaru
hit tracker