Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Akibat tidak menerima gaji untuk September yang dibayarkan Oktober, salah seorang petugas Bestari Dinas Kebersihan Kota Medan, Marojahan Siahaan, mendatangi Gedung DPRD Medan guna mengadukan nasibnya, Selasa (14/10/2014).
Sayangnya, pria yang setiap harinya bekerja mengangkut sampah di Jalan Pancasila, Kelurahan Tegal Sari Mandala III, Kecamatan Medan Denai ini, tidak bertemu dengan satu pun anggota dewan. Akhirnya dirinya pun mengadukan nasibnya (curhat) kepada wartawan yang sehari-hari bertugas di kantor DPRD Medan.
Menurut pria yang tinggal di Jalan Merak 1, Perumnas Mandala ini, dirinya bekerja mulai Januari 2014. Ia menggantikan sepupunya Dikson Simanungkalit yang sakit. Pergantian kerja tersebut sudah diketahui pihak kelurahan dan Dinas Kebersihan, dan tertuang dalam surat pernyataan bermaterai 6.000.
Marojahan mengungkapkan, sejak Januari hingga Agustus, ia selalu menerima honornya sebesar Rp1.650.000 per bulannya, meski masih atas nama Dikson Simanungkalit. Namun untuk September, dirinya tidak menerima lagi. Sebab, di daftar gaji untuk bulan September, nama Dikson Simanungkalit sudah diganti dengan nama Maralohot Pohan.
Hal ini diketahui Marojahan Siahaan saat ia mempertanyakan masalah itu kepada Asrul Fadli Pohan selaku mandor kebersihan di kelurahan tersebut.
"Padahal saya masih kerja mengangkut sampah. Makanya saya terkejut dibilang mandor saya digantikan orang lain (Maralohot). Maralohot sendiri tidak pernah kelihatan," jelas Marojahan.
Dirinya mengungkapkan, hingga kemarin dirinya tetap bekerja, dan diketahui Asrul. Sebab, mandor setiap hari melakukan pengecekan ke lokasi. Bahkan, mandor melihat dia mengangkut sampah.
"Mandor tahu saya bekerja. Setiap hari kan mandor mengecek ke lapangan dan ketemu. Jadi, tidak mungkin tidak tahu," jelasnya.
Dia menambahkan, ia pernah mengurus surat perintah tugas (SPT) atas namanya sendiri, dan bukan nama Dikson lagi. Namun dikarenakan adanya oknum di bagian penerbitan SPT meminta sejumah uang, hal tersebut urung dilakukan.
“Mana ada uang aku sebanyak itu. Makanya sampai saat ini di slip penerimaan gaji masih atas nama Dikson. Aku mau nama aku langsung. Tapi aku tidak mau bayar untuk merubah itu," tegas Marojahan.
Tetap bekerjanya Marajohan mengangkut sampah milik masyarakat dengan menggunakan gerobak dorong, dikuatkan pengakuan rekannya sesama petugas Bestari di kawasan itu bernama Franky. Menurut Franky, dirinya setiap hari bertemu dengan Marajohan mengangkut sampah.
"Kami sama-sama bekerja mengangkut sampah di kawasan itu. Setiap hari jumpa. Saya lihat dia mengakut sampah. Bahkan saya tidak melihat adanya orang baru," tegas Franky.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Medan Ilhamsyah mengaku terkejut dengan permasalahan itu. Dirinya tidak menyangka sang mandor mau setega itu tidak membayar gaji Marojahan Siahaan, dan mengalihkannya kepada orang lain yang malah tidak pernah bekerja sama sekali.
“Ini kan sama dengan penyelewengan gaji petugas Bestari itu,” sesal Ilhamsyah.
Ia berjanji langsung berkordinasi dengan Kepala Dinas Kebersihan Kota Medan SE Lubis untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
“Kan kasihan kita orang yang capek-capek angkat sampah, malah gak digaji. Dan kita minta hal ini diusut tuntas. Apa benar petugas Bestari harus setor untuk dapatkan SPT,” pungkas Ilhamsyah.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar