Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wali Kota Medan Dzulmi Eldin membuka rapat evaluasi capaian kinerja pelaksanaan program pembangunan kota Tahun 2014 di Grand Aston Hotel, Medan, Kamis (25/9/2014).
Selain ingin mendapatkan penjelasan dan keterangan secara terukur sejauh mana realisasi program kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang sudah dilaksanakan, tujuan evaluasi juga dilakukan untuk mengetahui program kerja yang belum sepenuhnya dilaksanakan. Dari evaluasi ini pun terungkap, ada 39 SKPD yang serapan belanja langung di bawah 30 persen.
Untuk itulah Wali Kota menekankan, evaluasi ini bukan acara seremonial namun harus dilaksanakan secara efektif dan bersungguh-sungguh. Dengan begitu dapat diketahui mana SKPD yang telah menjalankan tugas dengan baik dan mana yang masih tertinggal di belakang. Bagi SKPD yang tertinggal, mereka diingatkan harus memiliki semangat tinggi dan bekerja lebih keras lagi untuk mengejar ketinggalannya.
Mantan Sekda Kota Medan ini selanjutnya mengingatkan, saat ini seluruh jajaran pemko Medan tengah melaksanakan amanah masyarakat yaitu melaksanakan tugas-tugas pembangunan yang diarahkan guna meningkatkan kualitas pelayanan umum dan kesejahteraan masyarakat.Karenanya, Eldin mengajak seluruh jajarannya agar tetap memiliki komitmen yang tinggi, sekaligus membangun integritas.
“Komitmen dan integritas ini saya minta diwujudkan dalam bentuk disiplin kerja, kepatuhan kerja serta sikap sungguh-sungguh dan iklhas dalam bekerja. Selain itu menunjukkan loyalitas dan dedikasi, baik terhadap kepercayaan yang diberikan maupun kepada pimpinan secara langsung,” kata Wali kota.
Dalam rapat evaluasi yang dihadiri Sekda Kota Medan Syaiful Bahri Lubis, dewan kota, staf ahli, dirut perusahaan daerah, asisten, pimpinan SKPD, camat dan lurah, Wali Kota memaparkan capaian kinerja pendapatan daerah yang telah diperoleh. Sesuai laporan keuangan per 31 Agustus 2014, realisasi pendapatan daerah baru mencapai Rp2,4 triliun atau 52,54 persen dari target Rp4,5 triliun sebagaimana yang telah ditetapkan dalam APBD.
Jika dirinci lagi kata Wali Kota, realisasi PAD baru mencapai Rp837,6 miliar atau 49,92 persen dari target yang ditetapkan. Kemudian realisasi dana perimbangan baru mencapai Rp1,05 triliun atau 61,85 persen dari target yang ditetapkan. Sedangkan realisasi lain-lain pendapatan daerah yang sah baru mencapai Rp512,5 miliar atau 43,03 persen dari target yang ditetapkan.
“Untuk itu saya ingatkan, tata kelola pendapatan daerah merupakan tanggung jawab SKPD pengelola guna mengoptimalkan pemungutan PBB. Jadi saya minta bekerjalan lebih keras lagi untuk mengoptimalkan realisasi pendapatan daerah dan menggerakkan kerjasama untuk mengoptimalkannya. Sebab, target yang ditetapkan sebelumnya sudah disepakati bersama, maka saya minta pikul tanggung jawab tersebut dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Selain capaian kinerja pendapatan daerah, Wali Kota juga mengungkapkan evaluasi pencapaian kinerja belanja daerah. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Agustus 2014, serapan belanja daerah baru mencapai Rp1,6 triliun atau 35,35 persen dari target yang ditetapkan, terdiri atas belanja tidak langsung Rp987,3 miliar atau 49,24 persen dan belanja langsung Rp647,8 miliar atau 24,72 persen.
“Bila kita evaluasi lagi, maka kita dapat informasi ada 5 SKPD yang serapan belanja langsungnya sudah mencapai 40 persen ke atas. Lalu ada 9 SKPD yang serapan belanja langsungnya antara 30-40 persen. Serta ada 39 SKPD yang serapan belanja langsungnya di bawah 30 persen,” ungkap Eldin .
Dalam kesempatan itu, Wali kota kembali mengingatkan tahun ini sebagai tahun peningkatan kualitas pelayanan umum sehingga harus diwujudkan bersama-sama. Terutama yang menjadi prioritas adalah pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Untuk itulah kepada SKPD terkait, Eldin menekankan untuk menyelenggarakan pelayanan dasar masyarakat ini lebih baik lagi dari sebelumnya.
Di samping pelayanan dasar, Wali Kota juga memprioritaskan di bidang pelayanan umum seperti administrasi kependudukan, pelayanan kebersihan, penegakan perda, peningkatan kualitas infrastruktur maupunn yang lainnya. Kaerenanya Eldin minta SKPD pengelolanya agar bekerja lebih optimal lagi, termasuk dari sisi pengendalian dan pengawasan supaya kualitasnya lebih baik lagi dan dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Jadi mari kita jadikan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang lebih berkualitas lagi. Kemudian menjadikan Medan, kota yang lebih bersih dan sebagai kota taman/bunga yang asri serta aman dan nyaman bagi wisatawan. Selanjutnya menjadikan jalan-jalan dan lalu lintas yang lebih aman serta nyaman tanpa gangguan pedagang kaki lima berjualan di badan jalan. Serta menjadikan Medan sebagai kota dengan infrastruktur lebih baik lagi, sehingga masyarakat merasakan pemerintahnya ada untuk rakyat,” harapnya.
Sementara itu Sekda Kota Medan Syaiful Bahri pada saat sesi tanggapan, berharap agar Dispenda Kota Medan beserta camat dan lurah untuk lebih bersinergi lagi dalam memaksimalkan pendapatan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dari masyarakat. Jika itu dapat diwujudkan, dia yakin pembangunan di Kota Medan dapat berjalan dengan baik dan lancar. Selain itu kehidupan para pegawai pun lebih sejahtera.
“Inilah yang perlu kita wujudkan saat ini. Saya yakin dengan kemauan dan bekerja keras dengan penuh keikhlasan serta saling bekerjasama seperti yang disampaikan oleh Bapak Wali Kota dalam sambutannya tadi, Insya Allah kita dapat mewujudkannya,” ungkap Sekda.
(BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar