Senin, 11 Mei 2026

Kemenangan Caleg Narapidana di Madina Dipertanyakan

Kamis, 17 April 2014 18:29 WIB
Kemenangan Caleg Narapidana di Madina Dipertanyakan
Ilustrasi. (Google)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Panyabungan, (beritasumut.com) – Kemenangan Caleg DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Hanura, Ali Makmur Nasution pada Pemilihan Umum Legislatif, 9 April lalu menuai pertanyaan.

Pasalnya, Ali Makmur saat ini mendekam di Lapas Klas II B Panyabungan. Bagaimana mungkin seorang narapidana yang sedang menjalani hukuman di dalam penjara bisa menang pemilu legislatif.

“Lolosnya caleg berstatus narapidana yang saat ini sedang mendekam di balik jeruji besi menjadi anggota dewan merupakan sesuatu hal yang janggal,” ujar Ketua Karang Taruna Kabupaten Madina Al Hasan Nasution di Panyabungan, Madina, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (16/4/2014).

Untuk mengungkap kejanggalan yang terjadi dalam Pileg Madina, aparat penegak hukum diharapkan segera menelusuri hingga ke akar-akarnya serta memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat penyebab kejadian yang dianggap di luar logika dan akal sehat ini, pintanya.

“Bagaimana mungkin seorang narapidana yang sedang mendekam di penjara bisa menang pileg. Ini merupakan dagelan politik yang tidak lucu dan disinyalir pasti ada apa-apanya,” ungkap mantan aktifis PMII ini.

Menurutnya, kemenangan narapidana dalam Pileg Madina diduga kuat adanya permainan money politic yang dimainkan oknum caleg dan tim suksesnya sehingga dapat meraup suara terbanyak dari masyarakat.

“Hal ini yang harus segera ditelusuri oleh pihak terkait dan bila perlu oknum caleg tersebut didiskualifikasi apabila nanti terbukti terlibat dalam tindak pelanggaran pemilu,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Ikatan Mahasiswa Madina (Ima Madina) Ahmad Irwandi Nasution mengatakan, menangnya seorang narapidana dalam pileg merupakan potret buramnya dunia politik di Madina.

“Saat ini oknum yang mengaku politikus sedang mempertontonkan sebuah dagelan politik yang isi ceritanya amat sangat memilukan dengan pembodohan bagi masyarakat Kabupaten Madina. Bayangkan, seorang narapidana yang sedang mendekam di penjara bisa meraup suara terbanyak di dapilnya. Masuk akal tidak,” tanya Irwandi.

Apakah sudah tidak ada lagi figur lain yang akan dipilih masyarakat untuk mengemban amanah demi memperjuangkan aspirasi rakyat di gedung parlemen yang terhormat sehingga harus memilih seorang caleg yang sedang menjalani hukuman (narapidana), pungkasnya. (BS-026)

Tags
beritaTerkait
Saksi Pelapor Sakit Tak Bisa Bicara, Bupati Madina untuk Sementara Aman
 Empat Daerah di Sumut Belum Ambil Vaksin Meningitis untuk Calon Jamaah Haji
Dinkes Kota Medan Tunjuk 21 Puskesmas Layani Vaksin Meningitis Calon Jamaah Haji
Wakil Bupati Labuhanbatu Buka Manasik Haji Akbar 1437 H/2016 M
Padanglawas Kloter Pertama Jamaah Haji Embarkasi Medan
Menag: Hotel, Katering dan Transportasi Haji Sesuai Harapan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker