Selasa, 02 Juni 2026

Pemandangan Umum RAPBD Medan 2014 Molor 1,5 Jam

Selasa, 19 November 2013 17:05 WIB
Pemandangan Umum RAPBD Medan 2014 Molor 1,5 Jam
Google
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Sidang Paripurna DPRD Kota Medan dengan agenda Pemandangan Umum Fraksi Terhadap Ranperda Tentang Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kota Medan Tahun Anggaran 2014  di Gedung DPRD Medan, Jalan Krakatau, Medan, Selasa (19/11/2013) kembali molor dari jadwal semula pukul 09.00 WIB. Hingga pukul 10.20 WIB ruang paripurna masih terlihat kosong.

Sidang paripurna baru dimulai pukul 10.35 WIB. Molornya sidang paripurna sudah sering terjadi. Sementara siswa-siswi Perguruan St Yoseph Medan yang diundang mengikuti sidang, datang tepat waktu.

"Kita dari pukul 09.00 WIB tadi udah di sini bang (ruang sidang) sesuai jadwal yang diberitahu ke sekolah. Tapi hingga pukul 10.00 WIB belum sidang belum dimulai dan ruang sidang masih sepi," kata salah seorang siswi.

Berdasarkan pengamatan wartawan, seringkali sidang atau rapat yang digelar molor karena "ketidakpedulian" anggota dewan. Walaupun operator berulangkali memanggil melalui pengeras suara, namun terlihat seperti tidak mendapat tanggapan serius dari dewan bersangkutan yang sebenarnya sudah berada di gedung dewan.

Sementara itu, dalam sidang yang dipimpin Ketua DPRD Medan Amiruddin dan para wakil ketua serta dihadiri Plt Walikota Medan Dzulmi Eldin, hampir semua fraksi mempertanyakan penurunan anggaran pendapatan asli daerah (PAD) 2014 hingga 4,21% dibandingkan 2013. 

Seperti disampaikan Fraksi Partai Demokrat DPRD Medan melalui juru bicaranya Yahya Payungan Lubis yang menyebutkan PAD memberikan kontribusi hanya 35,07% dari total pendapatan daerah, sedangkan target PAD 2014 turun sekitar Rp66,39 miliar lebih atau 4,21% dibandingkan TA 2013. Parahnya, untuk 2013 PAD justru mengalami penurunan sebesar 10,27% dari target awal.

"Sangat mengherankan penurunan ini justru pada pos-pos yang selama ini menjadi andalan pemasukan PAD kita, seperti pos pajak dan pos retribusi daerah," sebut Yahya.

Kondisi ini sangat memprihatinkan. Padahal laju pertumbuhan ekonomi Kota Medan sangat menggembirakan yang ditopag dari sektor perdagangan, pengangkutan dan komunikasi serta hotel dan restoran.

"Fraksi Demokrat menilai Walikota Medan sudah perlu melakukan evaluasi terhadap para pimpinan SKPD terkait target PAD yang diberikan, khususnya terhadap Dinas TRTB, Dinas Kebersihan dan Dinas Perhubungan perlu ada kejelasan faktor-faktor penyebab terjadinya penurunan ini," tandas Yahya.

Senada, Fraksi Partai Golkar melalui juru bicaranya Ilhamsyah juga mempertanyakan penyebab penurunan pendapatan dari pajak daerah 1,90% dan retribusi daerah 16,61%. Padahal keduanya merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung penyelenggaraan pemerintah maupun pelayanan umum kepada masyarakat Kota Medan.

"Penurunan ini harus disikapi serius. Fraksi Golkar melihat Pemerintah Kota Medanh belum maksimal didalam memanfaatkan potensi yang ada secara optimal. Kami berharap Pemko Medan terus menggali potensi pendapatan yang ada dengan melakukan intensifikasi pendapatan dari sektor pajak dan retribusi daerah serta melakukan langkah tegas berupa evaluasi terhadap para SKPD terkait yang kinerjanya tidak optimal," tukas Ilhamsyah.

Disamping itu, Pemko Medan juga harus menutup kebocoran pendapatan dengan melakukan pengawasan intensif serta tindakan tegas terhadap oknum aparat yang nakal, sehingga kebocoran pendapatan dapat diminimalisir. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
Tiga Instansi Pemko Tak Hadir, Rapat Pansus Kepling Dibatalkan
Paripurna LKPJ Molor 2 Jam, 23 Dewan Tak Hadir
komentar
beritaTerbaru
hit tracker