Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Wakil Gubernur Sumatera Utara Ir H Tengku Erry Nuradi MSi mengatakan, Bahasa Indonesia berpotensi menjadi bahasa internasional setelah Bahasa Inggris, Prancis, Arab dan Mandarin. Selain kaya akan suku kata, Indonesia merupakan salah satu negara yang dibutuhkan negara lain di kawasan ASEAN ditahun mendatang.
Hal itu disebutkan Tengku Erry saat membuka acara Seminar Kebahasaan yang diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara di Hotel Karibia, Jalan Timor, Medan, Sabtu (7/9/2013). Hadir 100 peserta perwakilan Sekda, Dinas Pendidikan, Kesbangpollinmas, Infokom dari 33 Kabupaten/kota se Sumut.
Erry menuturkan, Bahasa Indonesia telah memenuhi syarat menjadi bahasa internasional karena jumlah pengguna (penutur) Bahasa Indonesia lebih besar dibanding pengguna Bahasa Inggris. Kemudian luas penyebaran Bahasa Indonesia sudah merambah ke berbagai negara di dunia dan banyak dipelajari oleh warga negara lain.
“Tidak sedikit universitas di sejumlah negara yang memiliki mata kuliah bahasa Indonesia. Mengapa demikian, dunia Internasional memiliki kepentingan dengan Indoseia dalam berbagai hal, baik ekonomi, kebudayaan hingga pendidikan,” ujar Erry.
Lebih lanjut Erry mengatakan, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah digunakan dalam kebutuhan sehari-hari. Selain itu, bahasa Indonesia tidak mengenal tenses (tences) atau pembagian yang terdiri dari saat ini, masa yang akan datang (waktu lampau), seperti yang ada pada Bahasa Inggris dan Bahasa Arab.
“Kini tinggal kemauan kita untuk mengoptimalkan bahasa Indonesia dalam berhubungan dengan negara lain. Tetapi tidak melupakan kewajiban untuk mengajarkan Bahasa Indonesia yang baik dan benar kepada generasi muda kita sendiri,” tambah Erry.
Optimalisasi penggunaan Bahasa Indonesia dapat dimulai dari rasa bangga menggunakan Bahasa Indonesia itu sendiri dilingkungan sehari-hari, termasuk menggunakan Bahasa Indonesia saat berkomunikasi dengan rekan dari negara lain.
“Kita sangat akrab dengan dunia internet seperti facebook, twitter dan media jariangan sosial lainnya. Saat berinteraksi, ajak rekan dari negara lain untuk menggunakan Bahasa Indonesia. Ini langkah sederhana mengenalkan Bahasa Indonesia kepada orang lain,” ujar Erry.
Tetapi upaya menjadikan Bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional tidak akan maksimal jika pemerintah tidak memberikan dukungan secara politik.
“Target awal adalah mengindonesiakan bahasa negara-negara ASEAN. Karena hampir sebagian besar bahasa negara ASEAN adalah bahasa Melayu. Jadi, bahasa Indonesia bukan bahasa yang sulit atau asing bagi negara ASEAN. Selanjutnya bergeser kesejulah negara di kawasan lain,” papar Erry. (BS-001)
Tags
beritaTerkait
komentar