Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Mantan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Burhanuddin Rajagukguk dan mantan Ketua Tim Relawan Garuda, tim pemenangan pasangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Sumut Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, Parningotan Simbolon, mendapat dukungan Ketua DPP PDI Perjuangan Effendy Simbolon untuk maju sebagai bakal Calon Bupati Deli Serdang dan Tapanuli Utara. Keduanya menghadap Effendi Simbolon di Jakarta, Rabu (8/5/2013).
Burhanuddin melalui telepon, Kamis (9/5/2013) menjelaskan keinginannya untuk maju sebagai bupati karena ia benar-benar tidak habis pikir melihat tingkat kehidupan masyarakat Taput yang tetap belum dapat keluar dari peta kemiskinan. Padahal dari segi sumber daya manusia, banyak putra-putri kelahiran Taput yang sukses bahkan hingga ke mancanegara.
Diakui, letak geografis Taput yang berbukit-bukit, memang membuat lahan pertanian yang ada lebih sulit dikelola di banding beberapa daerah tetangga lainnya, seperti Tanah Karo dan Simalungun. “Namun bukan tidak mungkin dapat ditingkatkan. Makanya saya tertantang maju sebagai salah seorang bakal calon bupati, karena saya ingin membawa perubahan. Salah satunya lewat Gerakan Taput Terpadu Marsiurupan,” ujarnya.
Lewat program ini, ia menawarkan pola gotong royong sebagaimana yang sebelumnya pernah dimiliki masyarakat Batak yang dikenal dengan istilah “Kongsi Desa”. Sistem ini mirip Gerakan Seribu Minang.
“Jadi masyarakat Minang itu beberapa waktu lalu membuat gerakan mengumpulkan Rp1.000 per orang. Karena banyaknya yang terpanggil ikut menyumbang, mereka punya dana investasi membangun kampung halaman hingga triliunan rupiah. Dulu kita kan punya sistem seperti ini, kenapa tidak kita hidupkan lagi? Jika langkah ini dilakukan, maka perbaikan ekonomi masyarakat dapat terselesaikan. Disamping struktur tanah yang tidak datar, namun potensi pertanian Taput sangat besar. Jadi perlu didesain sedemikian rupa. Makanya sebagai langkah pertama, saya ingin menciptakan bagaimana Taput dapat mandiri di bidang pangan terlebih dahulu, mampu mendukung ekonomi masyarakat,” imbuhnya.
Begitu juga dengan kebutuhan pupuk yang dinilai selama ini sangat mahal, sehingga banyak hasil pertanian kurang maksimal. Burhanuddin juga berani memastikan, dengan pola gotong royong, hal tersebut tidak lagi akan menjadi masalah besar. Apalagi pupuk alam yang ada sebenarnya jika dikelola dengan baik, mampu menjawab tantangan yang ada.
“Jadi tinggal meramu. Untuk itu dibutuh kerjasama terpadu antara pemerintah, petani, maupun masyarakat batak yang ada diperantauan. Karena kalau bukan kita yang peduli, siapa lagi yang akan membangun kampung halaman,” katanya yang ingin mewujudkan Taput berbasis budaya religius dan modern.
Atas visi misi tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Effendi Simbolon menurut Burhanuddin, telah menyatakan dukungannya secara pribadi. Namun begitu, dukungan resmi partai masih menunggu hasil rapat partai terlebih dahulu. Sampai saat ini, sedikitnya terdapat 12 nama yang disebut-sebut tertarik ingin maju mengikuti pencalonan. Makanya atas dasar ini pula, ia menyadari hajatan pilkada Oktober 2013, akan berjalan sangat ketat. Bahkan sejak awal memperebutkan dukungan parpol-parpol yang ada. “Tapi saya yakin, jika niat kita tulus, hasilnya tentu akan baik,” tutur Burhanuddin Rajaguguk.
Sedangkan mantan Ketua Tim relawan Garuda Parningotan Simbolon mengatakan dalam peta pertarungan Pilkada Deli Serdang, menjelan masa pendaftaran bakal calon kepala daerah pada 1-4 Juni 2013 mendatang, peta pertarungan Pemilihan Bupati Deli Serdang mulai terasa memanas. Hal ini diketahui karena paling tidak, diprediksi sudah terdapat enam nama pasangan yang kemungkinan besar akan maju ikut bertarung.
Meski begitu, ia tidak khawatir. Ia justru merasa tertantang meramaikan bursa bakal calon bupati, karena niatnya didasari ketulusan membawa perubahan yang luarbiasa bagi perubahan nasib masyarakat Deli Serdang. Secara pribadi ia sudah diterima Ketua DPP PDIP Effendi Simbolon. Beliau secara pribadi menyatakan mendukung dan merestui. Namun untuk keputusan resmi partai, masih akan dibahas lebih lanjut.
Parningotan menyadari banyaknya permasalahan sengketa lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) perkebunan di Deli Serdang. “Saya kira menghadapi kondisi ini, pemerintah juga perlu melakukan inventaris secepat mungkin. Mana yang menjadi hak petani yang mungkin sebelumnya diambilalih dengan tidak benar, agar dikembalikan. Tanah eks HGU jangan diberikan ke pengusaha. Sekarang ini seolah-olah di lahan-lahan yang ada, didudukkan masyarakat tertentu, tapi itu nantinya diberikan pada pengusaha. Ini kan tidak baik,” ujarnya.
Atas dasar garis perjuangan ini, Parningotan mengaku melamar maju sebagai bakal calon Bupati Deli Serdang lewat PDIP. Parningotan merasa partai yang dikomandoi Megawati Soekarnoputri tersebut, konsisten memerjuangkan hak-hak wong cilik.
“Mudah-mudahan Ibu Mega melihat garis perjuangan kita selama ini. Saya menjadi ketua tim relawan pasangan ESJA beberapa waktu lalu, itu karena semata-mata garis perjuangan dan meyakini PDIP merupakan partai yang benar-benar ada untuk membela masyarakat kecil,” ujarnya.
Untuk itu Parningotan siap membawa kemajuan bagi Deli Serdang lewat semboyan, “Anak Petani Bawa Deli Serdang Permai”. Permai artinya pertanian maju andalan industri, tuturnya. (BS-022)
Tags
beritaTerkait
komentar