Senin, 31 Agustus 2026

Besok, ESJA Kampanye Perdana di Stadion Perdagangan

Selasa, 19 Februari 2013 23:42 WIB
Besok, ESJA Kampanye Perdana di Stadion Perdagangan
Dok
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Medan, (beritasumut.com) – Pasangan Calon Gubernur-Calon Wakil Gubernur Sumatera Utara Nomor Urut 2 Drs Effendi Muara Sakti Simbolon-Drs H Jumiran Abdi (ESJA) akan memulai kampanye perdananya besok, Rabu (20/02/2013) di Stadion Olahraga Perdagangan, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Kampanye rapat umum terbuka pasangan Cagub-Cawagub SUmut usungan PDI Perjuangan, PPRN dan PDS tersebut, dijadwalkan mulai pukul 10.00 WIB-17.00 WIB.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Tim Kampanye ESJA Akhyar Nasution di Medan, Selasa (19/02/2013).

Dijelaskannya, selain dihadiri pasangan calon Effendi Simbolon-Jumiran Abdi, kampanye perdana ESJA tersebut, juga menghadirkan fungsionaris DPP PDI Perjuangan Juliari P Batubara, anggota DPR-RI PDI Perjuangan, anggota DPRD Provinsi, Tim Kampanye Provinsi Sumut PDI Perjuangan, PPRN, PDS dan Tim Kampanye Kabupaten/Kota.

"Tidak hanya kampanye rapat umum terbuka, di zona II tetap dilakukan kampanye tetapi tidak dalam rapat umum terbuka. Itu dilakukan di daerah masing-masing," ungkap Akhyar.

Setelah kampanye di zona II Simalungun, sebut Akhyar, selanjutnya Kamis (21/02/2013) ESJA akan berkampanye di Halaman Gedung Nasional Dairi, Jumat (22/02/2013) di Labuhan Batu, Sabtu (23/02/2013) di Nias Selatan dan Ahad (24/02/2013) di Lapangan Pasar V Marelan, Medan.

Sebelumnya, dalam penyampaian visi misi di gedung DPRD Sumut, Senin (18/02/2013), Effendi Simbolon memaparkan, lebih dari 3 bulan ESJA diusulkan dan ditetapkan PDIP, PPRN dan PDS sebagai Cagub/Cawagub Sumut. Selama rentang waktu itu, ESJA telah menjelajahi seluruh pelosok Provinsi Sumatera Utara. Dari Pantai Labu di pesisir timur hingga Sirombu Nias Barat di Pantai Barat, bertemu berbagai kalangan di Pangkalan Susu di Utara dan Madina di belahan Selatan. Dari seluruh kunjungan yang dilakukan dari ujung Timur ke ujung Barat, dari Utara ke ujung Selatan itu, dia katakan, mendengar dan melihat serta merasakan denyut yang dirasakan masyarakat provinsi ini.

"Tidak berlebihan jika kita katakan masyarakat saat ini sangat berharap adanya perubahan. Rakyat yang diam karena terlalu lama tidak didengar, terlalu jauh dari pusat-pusat kekuasaan itu, mendambakan kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Kemudian, lanjut Effendi, dari seluruh percakapan yang dilakukan, ESJA menangkap betapa masyarakat Sumut berharap Pemprov Sumut dapat memperbaiki kondisi dan kualitas antara lain infrastruktur di Sumut. Rakyat sudah lelah dengan jalan-jalan yang rusak, bahkan lebih dari 65 persen desa yang tidak tersentuh oleh Pemprov Sumut. Kampung-kampung yang belum teraliri listrik, pasar-pasar yang kumuh dan tidak layak, itulah antara lain yang diharapkan rakyat di Sumut. Apalagi, katanya, pemerintah provinsi telah menggunakan dana yang begitu besar untuk pengadaan dan perawatan jalan. Tetapi jika dibanding provinsi lain, dana yang besar itu menghasilkan jalan berkualitas baik yang lebih sedikit.

"Di banyak tempat, kami melihat pemerintah tidak hadir bahkan abai terhadap masalah infrastruktur ini. Kami ingin bertanya bagaimana mungkin bisa tidur nyenyak, ketika 1.200 desa di Sumut gelap gulita karena tidak ada listrik. Bagaimana kita bisa menepuk dada, ketika hampir 3.000 desa di provinsi ini adalah desa tertinggal. Di sisi lain, masyarakat Sumut adalah pekerja keras, petarung, kehidupan yang rendah hati dan tak mudah mengeluh dalam kebisuan mata mereka berbicara tentang kesulitan hidup," ujarnya.

Menurutnya, lebih dari 40 persen masyarakat Sumut masih miskin. Jika menggunakan rumah tangga sebagai ukuran kemiskinan, hampir 1,5 juta orang hidup dalam kemiskinan absolut dan hampir 500 ribu orang menganggur. "Inilah adalah potret masyarakat di Sumut. Jauh dari gambaran angka-angka statistik yang dibuat untuk kosmetik, wajah kekuasaan semata," sebutnya.

Dis sisi lain, banyak mal-mal megah, banyak mobil-mobil mewah memadati jalanan dan hotel-hotel mewah termasuk rumah rakyat DPRD yang sekarang ini sangat mewah luar biasa. ”Saya kagum sekaligus terkejut melihat rumah rakyat ini, betapa berbeda dengan realita di lapangan. Tetapi realitanya rakyat hanya bisa menonton parade kemewahan yang angkuh itu. Sebab sebagian besar masyarakat masih berjuang untuk hal-hal yang mendasar," tandasnya. (BS-035)

Tags
beritaTerkait
Eldin Ucapkan Terima Kasih Kepada Tim Kampanye dan Relawan BENAR
BENAR Habiskan Rp2,5 Miliar, REDI Rp311 Juta
Laporan Sumbangan Dana Kampanye: BENAR Rp1 M, REDI Rp100 Juta
Kapolda Sumut: Kampanye di Luar Jadwal Ditindak
Ini Strategi Tim Kampanye REDI
Tim Kampanye REDI Dikukuhkan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker