Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
beritasumut.com-Dua guru madrasah asal Sumatera Utara (Sumut) turut berkontribusi dalam raihan rekor MURi dalam penulisan buku antologi puisi etnik nusantara. Keduanya adalah Magdalena Lubis SPd dan Surya Sudariyanto SPd.
Dalam siaran pers yang diterima redaksi, Minggu (16/11/2025), keduanya mengusung angkat etnik Mandailing yaitu : "Gondang Dohot Holong" karya Magdalena Lubis dan "Mangupa upa" karya Surya Sudariyanto.
Baca Juga:
Magdalena Lubis, yang bertugas MTsS NU di Kementeriaan Agama Kota Medan, mengatakan, tulisan hasil karya sastra mereka, lolos pada event kegiatan menulis antologi sastra yang digagas oleh Perkumpulan Rumah Seni Asnur (PERRUAS) pimpinan Datok Sri Asrizal Nur, yang berada di Kota Depok ,Jawa Barat. PERRUAS merupakan Rumah Kreatif Seni Budaya tempat berkumpulnya Seniman dan Sastrawan Nasional.
"Sejak tahun 2014 Rumah Asnur aktif menyelenggarakan kegiatan seni budaya baik tingkat Nasional dan ASEAN," ujar Magdalena.
Baca Juga:
Pada tahun ini, PERRUAS menyelenggarakan ajang literasi bagi para penyair dan pencinta puisi di kawasan ASEAN melalui proyek antologi puisi bertajuk Etnik Nusantara. "Puisi merupakan sarana yang kuat untuk melestarikan budaya dan mengekspresikan serta mendokumentasikan kekayaan tradisi yang ada di masing-masing daerah, terutama di tengah arus globalisasi yang begitu deras," ujarnya.
"Karya-karya dalam antologi ini mengeksplorasi berbagai aspek kehidupan tradisional, sejarah, budaya, adat, legenda, hingga tokoh-tokoh daerah di setiap negara peserta," lanjutnya.
Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara mencatat rekor MURI dengan kategori jumlah penulis terbanyak yaitu 1400 penulis yang diikuti oleh penyair dan pecinta puisi di kawasan ASEAN, yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam dan Thailand.
Sementara Surya Sudariyanto yang bertugas di Madrasah Aliyah Negeri di Kementerian Agama Kota Binjai, menyampaikan, sertifikat rekor MURI diterima oleh pimpinan PERRUAS di Jakarta beberapa waktu yang lalu. "Kemudian akan dilanjutkan dengan kegiatan launching Buku Antologi Puisi Etnik Nusantara, pada bulan Desember 2025, bertempat di Provinsi Jambi," ujarnya.
Bagi Magdalena Lubis, buku karya sastra yang dihasilkannya sudah 35 buku berupa cerpen, puisi, pantun, syair, gurindam, karmina dan cerita inspiratif, sejak 2018. Adapun buku-buku tersebut terdiri dari 1 buku puisi tunggal "Jungkir Balik Musim" dan 34 buku antologi sastra.
Tags
beritaTerkait
komentar