Jumat, 05 Juni 2026

Toba Caldera World Music Festival 2018, Dibuka Kamis 18 Oktober di Balige

Selasa, 16 Oktober 2018 16:30 WIB
Toba Caldera World Music Festival 2018, Dibuka Kamis 18 Oktober di Balige
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Toba Caldera World Music Festival (TCWMF) 2018 adalah inisiatif kegiatan dalam rangka memperkenalkan dan mempromosikan destinasi wisata Danau Toba secara komprehensif kepada masyarakat di Sumatra Utara, Indonesia dan dunia.
 
Director of TCWMF 2018 Irwansyah Harahap menuturkan, festival ini sejalan dengan beberapa momentum penting di seputar wilayah Danau Toba pada tahun 2018 ini. Diantaranya, kunjungan asesor dari UNESCO ke Danau Toba dalam rangka pengajuan Geopark Kaldera Toba menjadi bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG). Pertemuan para Geologist dunia di Samosir pada bulan lalu yang mendeklarasikan bahwa 'Kadera Toba menjadi pusat studi kaldera dunia'. Pertemuan tingkat dunia 'An Annual Meetings of International Monetary-World Bank Group' di Bali Indonesia, dan terbukanya jaringan transportasi penerbangan dari beberapa kota di Asia Tenggara ke bandara Sisingamangaraja di Silangit TAPUT. 
 
“Kegiatan festival ini bertujuan untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kawasan destinasi kaldera Toba dengan tourism branding yang baru lewat pertunjukan musik bergenre World Music. Bertema 'Celebrating the Earth: Merayakan Bumi'," kata Irwansyah Harahap, Selasa (16/10/2018).
 
Dijelaskan Irwansyah Harahap, narasi besar terbentuknya kawasan Danau Toba secara geologis-historis terjadi dalam tiga kurun waktu. Dimana letusan gunung Toba yang pertama/tertua (oldest Toba tuff) terjadi lebihkurang 840 ribu tahun lalu membentuk kaldera Porsea; sesudah itu diikuti letusan kedua (middle Toba tuff) lebihkurang 501 ribu tahun lalu membentuk kaldera Haranggaol; dan diakhiri dengan letusan termuda (youngest Toba tuff) lebihkurang 74 ribu tahun membentuk kaldera raksasa Sibadung/Sibandang.
 
"Dengan kata lain, Danau Toba adalah sebuah kaldera gunung api yang terbentuk akibat suatu letusan super dahsyat (super volcano) dan menjadikan situs danau kaldera ini memiliki nilai warisan dunia (geoheritage). Inilah yang menjadi spirit sekaligus alasan dan landasan kenapa kita membawa gagasan festival ini,” jelas pemusik yang juga Budayawan yang karyanya sudah Go-International ini.
 
Sementara itu, Rithaony Hutajulu (sebagai co-director festival) menyampaikan bahwa dalam festival ini hanya menghadirkan empat kelompok musisi dari wilayah Indonesia. Kelompok musisi yang terlibat adalah Suarasama: Irwansyah Harahap; Ayu Laksmi (Svara Semesta); Trio UDW (Ubiet, Dian and Windy); dan Mataniari, yang telah memiliki reputasi pentas baik di dalam maupun di luar negeri. “Kita baru saja memulainya, mudah-mudahan ke depan dapat berlanjut agar para musisi ‘world music’ dari dalam dan luar negeri juga bisa meramaikan festival ini.
 
Hajatan festival ini dilaksanakan oleh lembaga Rumah Musik Suarasama dan sepenuhnya didukung oleh lembaga Badan Pelaksana Otorita Pariwisata Danau Toba (BOPDT) dan Kementrian Pariwisata RI dan diorganisir oleh CV Citra Sopo Utama Balige, Toba Samosir. Sebagaimana yang dikatakan oleh Basar Simanjuntak (Direktur Pemasaran BPOPDT). “Dengan festival ini, kami ingin mempromosikan sekaligus mengundang para pendatang baik dari dalam dan luar negeri, khususnya kawasan di Asia Tenggara untuk datang ke Danau Toba. Kita juga berharap para delegasi IMF dan WB yang saat ini sedang mengadakan pertemuan di Bali akan datang berkunjung ke wilayah ini," pungkasnya.
 
Toba Caldera World Music Festival 2018 ini akan berlangsung pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018 bertempat di TB Silalahi Center Balige TOBASA. Agenda kegiatan selama satu hari ini diisi dengan berbagai pameran kepariwisataan, workshop musik dengan melibatkan para siswa dan musisi tempatan, dan konser musik. (BS02)

Tags
beritaTerkait
Pj Sekdaprov Sumut Saksikan Penandatanganan Kerja Sama dan Kesepahaman Toba Caldera UGG
Dokumen Geopark Kaldera Toba Siap Diserahkan ke UNESCO
Kukuhkan Lima Anggota Badan Pengelola Toba Kaldera, Pj Sekdaprov Sumut Ingatkan Target Pertama Green Card
Rakornas Perencanaan Pembangunan 2024 Hasilkan Delapan Poin Prakarsa Kaldera Toba
Ulangi Kesuksesan Tahun Lalu, Pj Gubernur Sumut Ajak Masyarakat Sukseskan dan Nonton F1 Powerboat di Balige
Pemprov Sumut dan KADIN Tawarkan Investasi di Kaldera Toba
komentar
beritaTerbaru
hit tracker