Heri Kurniawan Panjaitan Kehilangan Transkrip Nilai S1 di Jalan SM Raja
Kabar kehilangan dokumen penting datang dari seorang pemuda asal Medan, Heri Kurniawan Panjaitan. Dokumen Transkrip Nilai Strata Satu (S1) m
Peristiwa
Beritasumut.com-Pemerintah mengisyaratkan akan mengevaluasi fasilitas bebas visa kunjungan yang telah diberikan kepada 169 negara. Evaluasi terutama ditujukan kepada negara-negara yang tidak memberikan dampak siginifikan dalam kunjungan wisatawan ke Indonesia.
“Tetapi sekarang tentu terlalu early untuk saya buka. Biar saja nanti Dirjen Imigrasi dan pihak terkait yang melakukan evaluasi itu. Kami dari pariwisata melihat kalau memang angka-angkanya tidak signifikan, ngapain kita teruskan atau potensi untuk membuat pelanggaran di Indonesia,” kata Menko Kemaritiman Luhut B Pandjaitan, dalam keterangannya kepada wartawan usai sidang kabinet paripurna, di Istana Kepresidenan, Bogor, Rabu (04/01/2017) sore.
Ditegaskan Menko Kemaritiman, memang evaluasi mengenai bebas visa itu akan dilakukan, mana negara-negara yang kita anggap tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap jumlah turis tentu akan kita evaluasi mengenai visa ini. “Evaluasi ni akan berjalan tapi setelah 1 tahun. Jadi ada yang sudah 1 tahun, ada yang belum, kita lakukan evaluasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu Menko Kemaritiman membantah anggapan telah banyak wisatawan mancanegara (Wisman) dari negara yang memperoleh fasilitas bebas visa kunjungan memanfaatkannya untuk mencari pekerjaan di Indonesia. Kalau toh ada, menurut Luhut, jumlahnya sangat sedikit. Ia meminta yang memberikan informasi tersebut agar menunjukkan data yang jelas.
“Jadi kalau ada yang ngomong-ngomong bilang ribuan atau sampai ratusan ribu, saya ingin orang itu datang ke saya. Jadi tidak usah macam-macam, datang ke saya, tunjuk angkanya, di mana, kita pergi sama-sama. Jangan kita membuat dusta diantara kita,” tegas Luhut, seperti dilansir setkab.go.id.
Menko Kemaritiman tidak habis mengerti pada saat negara-negara lain atau lembaga-lembaga internasional memberikan pujian pada keberhasilan Indonesia, namun di sisi lain di dalam negeri masih ada intelektual yang menurutnya bicaranya ngawur.
“Kita bicara harus dengan data, jangan kita bicara tanpa data, jangan perasaan saja. Jadi kalau ada, sekali lagi saya imbau, intelektual kita siapa saja dia, dimana, tunjukkan, saya mau pergi dengan dia. Kalau saya salah saya angkat tangan sama dia, tapi kalau dia salah awas dia, ya,” ujar Luhut.
Sebelumnya, pada awal keterangan pers itu, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan mengemukakan, bahwa kontribusi sektor pariwisata tahun ini (2016) sudah di atas target. Total wisatawan mancanegara yang ke Indonesia mencapai 12 juta, sementara wisatawan domestik meningkat dari 260 juta perjalanan menjadi 263 juta perjalanan.
Peningkatan kontribusi sektor pariwisata terhadap di devisa dan PDB, lanjut Luhut, juga sangat signifikan. Tahun ini juga meningkat di atas target, dari Rp 172 triliun menjadi Rp 184 triliun dan kontribusi terhadap PDB nasional direct indirect juga meningkat dari target 11% itu menjadi 11,5%.
“Peningkatan devisa Wisman juga meningkat, itu menjadi prioritas kita seperti yang saya katakan tadi. Tapi kita masih kalah dengan Thailand, ini yang ingin kita ingin perbaiki. Thailand itu masih rata-rata 1.500 dollar AS per 1 trip, kita baru 1.000 dollar AS per trip, kurang lebih,” jelas Luhut.
Untuk mendukung pertumbuhan sektor pariwisata di tanah air itu, Menko Kemaritiman menjelaskan, bahwa pemerintah akan terus melakukan perbaikan-perbaikan itu kita kan bikin perbaikan infrastruktur, kebersihan, untuk lebih bagus dan membuat mereka tidak mengunjungi suatu tempat tapi mengunjungi beberapa sehingga tinggal lebih lama di sini.
Ia menyebutkan, investasi Mandalika (Lombok) juga sudah hampir selesai. Pembebasan tanah di Mandalika itu nilai poyeknya hampir 2,9 miliar dollar AS. “Ini akan mulai masuk tahun ini Novotel, Royal Tulip, Pullman, Club Med, dan sebagainya,” ungkap Luhut.
Kemudian pengembangan Kawasan Danau Toba juga didorong oleh presiden. Diminta mungkin kuartal terakhir 2019, mestinya sudah kelihatan hasilnya. Sekarang percepatan pembangunan lapangan udara Sibisa, kemudian Silangit, kemudian jalan tol dari Siantar ke Danau Toba, dan kemudian juga perbaikan Jalan Lingkar di sekitarnya.
Satu hal yang sangat serius kita tangani sekarang, menurut Luhut, adalah masalah sampah. Ia menyebutkan, sampah di laut itu kita negara yang nomor dua terkotor setelah China. Oleh karena itu, Presiden mintakan ini harus kita tangani dengan serius. “Serius akan kita tangani dan supaya Anda ketahui ada bahayanya ini kalau sampah plastik dimakan ikan, ikan dimakan manusia, itu akan berpengaruh kepada genetika kita,” ujarnya.(BS01)
Kabar kehilangan dokumen penting datang dari seorang pemuda asal Medan, Heri Kurniawan Panjaitan. Dokumen Transkrip Nilai Strata Satu (S1) m
Peristiwa
beritasumut.com Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah w
Ekonomi
Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Rabu (8/7/2026) sore menggerebek sarang narkoba di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, yang t
Berita
Diduga PT Verena Multifinance dan Pan Pacifik Insurance Sabah mengabaikan dua kali annmaning (teguran) dari Pengadilan Negeri Medan terkait
Peristiwa
Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Sabtu (4/7/2026) pagi kembali membongkar upaya peredaran narkotika yang dikemas dalam vape, atau yang
Peristiwa
CitraLand Tanjung Morawa kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Program Bedah Rumah bagi masyarakat di s
Berita
beritasumut.comKomandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Serti
Peristiwa
Putri Saraswati Dewi memohon dan berharap pihak Polrestabes Medan membebaskan suaminya (Roberto) yang saat ini masih ditahan. Ia menyatakan
Peristiwa
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara resmi menjalin kerja sama dengan Mogilev Branch of the Belarusian Chamber o
Ekonomi
beritasumut.comTransisi energi bukan sekedar peralihan dari sumber energi fosil menjadi ramah lingkungan. Sistemnya harus berkelanjutan dan
Peristiwa