Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Guna mewujudkan Smart City, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mendorong pemerintah provinsi menerapkan provinsi pintar (Smart Province). Bentuk penerapan itu berupa kolaborasi antar daerah dalam mengatasi permasalahan kota.
Direktur Layanan Aplikasi Informatika Pemerintahan (LAIP) Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Bambang Dwi Anggono, dilansir dari Kominfo.go.id, Senin (08/02/2021), mengatakan, melalui smart province, Pemprov diharapkan bisa menjembatani berbagai kendala dan kerjasama yang dilakukan antar daerah. “Sehingga Pemprov tidak sibuk dengan program sendiri, tapi dapat memfasilitasi program smart city dari kabupaten atau kota yang ada di wilayahnya maupun provinsi lain,†ujarnya.
Direktur LAIP mencontohkan, jika Kota Semarang mengalami kekurangan logistik, maka untuk mengatasi kebutuhan tersebut barang-barang bisa dipasok dari Provinsi Jawa Tengah, sehingga dapat mengurangi kenaikan harga. Selain itu, bisa ditambahkan bentuk penerapan provinsi pintar di daerah lain. Misalnya Provinsi DKI Jakarta yang memiliki Early Warning System. “Apabila akan terjadi banjir, daerah yang terdampak di sekitar Jakarta bisa antisipasi dan siaga. Selain itu, Jakarta juga menyumbang APBD untuk Jawa Barat dalam antisipasi banjir,†tambahnya.
Baca Juga:
Kolaborasi seperti yang dilakukan Provinsi DKI Jakarta dan Jawa Tengah adalah kolaborasi yang harus dikerjakan untuk mengatur tatanan kota agar menjadi kota pintar. “Perlu dibangun kerja sama dari berbagai pihak, bukan hanya di komunitas internal, namun juga sekitar bahkan pusat hingga negara lain agar smart city dapat tercapai,†tandas Direktur Bambang.
Sementara itu, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Suhono H Supangkat mengatakan smart city bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di masing-masing kota, sehingga tidak terbatas pada teknologi saja. “Smart city merupakan kota yang dapat mengelola berbagai sumber daya secara efektif dan efisien untuk menyelesaikan berbagai tantangan kota, menggunakan solusi cerdas untuk menyediakan infrastruktur dan layanan kota dalam rangka meningkatkan kualitas hidup masyarakat tersebut,†jelasnya.
Baca Juga:
Suhono Supangkat mengimbau kolaborasi yang dilakukan untuk fokus pada tujuan smart city tersebut. Pemerintah daerah juga harus mampu memiliki visi, strategi, dan kemampuan melihat peluang untuk memberikan solusi kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidupnya. “Apabila sudah meningkat kualitasnya, maka suatu kota telah menjadi kota pintar,†pungkas Suhono. (BS09)
Tags
beritaTerkait
komentar