Senin, 04 Mei 2026

Rawan Bencana Alam, Kemenag Segera Digitalisasi Arsip Layanan KUA

Sabtu, 16 Januari 2021 23:00 WIB
Rawan Bencana Alam, Kemenag Segera Digitalisasi Arsip Layanan KUA
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Sejumlah daerah di Indonesia termasuk kawasan yang rawan bencana alam seperti banjir dan gempa. Selain merenggut kerugian jiwa dan materi yang tidak terkira, peristiwa ini juga berdampak pada kerugian sejarah dan khazanah literasi, termasuk arsip layanan Kantor Urusan Agama (KUA).

"Kita akan siapkan mitigasi. Langkah yang dilakukan antara lain digitalisasi arsip dan khazanah literasi, penataan tempat penyimpanan koleksi arsip dan perpustakaan yang relatif aman, dan lainnya," kata Sekretaris Ditjen Bimas Islam M Fuad Nasar, dilansir Kemenag.go.id, Sabtu (16/01/2021).

Menurutnya, penyelamatan arsip dan khazanah literasi sangat penting diperhatikan dalam mitigasi banjir dan gempa, termasuk arsip dan khazanah literasi keagamaan sebagai aset peradaban umat dan kekayaan bangsa. Warga masyarakat, organisasi keagamaan dan instansi pemerintah seperti Kementerian Agama. Dalam hal ini KUA, Sekolah/Madrasah bahkan Pondok Pesantren perlu mengembangkan sistem mitigasi yang menyangkut penyelamatan arsip dan khazanah literasi mengingat tingginya potensi banjir, gempa, dan kerusakan lingkungan di berbagai wilayah Tanah Air, belakangan ini.

Baca Juga:

"Saya pernah mendapat laporan musnahnya arsip akta ikrar wakaf di KUA yang berada di wilayah rawan banjir, sedangkan dokumen tersebut dibutuhkan dalam pensertifikatan tanah wakaf maupun dalam penanganan sengketa wakaf. Kita juga patut prihatin kalau koleksi kitab/buku dan manuskrip tidak terselamatkan dan disia-siakan setelah kena banjir dan sebagainya," tutur Sekretaris Ditjen Bimas Islam M Fuad Nasar.

Menurutnya, kerugian sejarah dan sumber literatur keilmuwan, kata Fuad, sampai kapan pun tidak dapat diganti. "Saya terenyuh suatu ketika mengunjungi Perpustakaan dan Museum Yayasan Prof A Hasjmy di Banda Aceh, setelah pemulihan pasca bencana gempa dan tsunami Aceh. Saya membayangkan bagaimana dengan koleksi pribadi ulama dan milik warga yang tidak diurus oleh instansi pemerintah, siapa yang peduli," jelasnya.

Baca Juga:

Fuad menilai penyelamatan dan konservasi aset sejarah, kebudayaan, ilmu pengetahuan dan dokumen negara, tidak dapat dipisahkan dari mitigasi dan penanggulangan banjir dan gempa. Perhatian dan kepedulian semua kalangan, baik masyarakat maupun instansi pemerintah, sangat dibutuhkan, demi kepentingan masa depan bangsa dan generasi mendatang.

Kemenag juga mengajak organisasi filantropi keagamaan agar menaruh perhatian dan berkontribusi dalam penyelamatan dan digitalisasi arsip dan khazanah literasi keagamaan. "Ini yang perlu kita masifkan ke depan dalam konteks layanan KUA, meski di sebagian KUA sudah dilakukan agar arsip layanan bisa segera didigitalisasi," tandasnya. (BS09)

Tags
beritaTerkait
Pemerintah Gerak Cepat Tangani Banjir di Beberapa Wilayah
Terdampak Puting Beliung, Pemko Pematangsiantar Berikan Bantuan untuk Panti Asuhan Filadelfia
Sekda Langkat Pimpin Apel Hari Kesadaran Nasional, Tekankan Digitalisasi Pemerintahan
Sambut Baik Pelatihan dan Simulasi Kesiapsiagaan RITB, Pemko Medan Berharap Jadikan Masyarakat Lebih Tangguh Bencana
MenPAN-RB Ungkap Arahan Prabowo Soal Digitalisasi Pemerintahan
Indosat Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana Alam di Sukabumi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker