Sabtu, 18 April 2026

Gara-gara Atribut, Relawan Eramas Laporkan Relawan Djoss ke Polsek Medan Labuhan dan Bawaslu

Selasa, 19 Juni 2018 19:15 WIB
Gara-gara Atribut, Relawan Eramas Laporkan Relawan Djoss ke Polsek Medan Labuhan dan Bawaslu
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Usai membuat laporan ke Polsek Medan Labuhan, Wirya, relawan Eramas, warga Jalan Bambu, Gang India, Pasar IV, Desa Helvetia, Labuhan Deli melaporkan relawan Djarot-Sihar Sitorus (Djoss) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumut karena telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya dan keluarganya, Senin (18/6/2018).
 
Wirya mengatakan perselisihan ini bermula ketika dirinya sebagai relawan Eramas selalu dirusuhi oleh Maytira, Ramish, Rawi, Ramu yang merupakan relawan Djoss."Tiap kali saya memasang atribut Eramas, mereka selalu mengganggu dan stiker Eramas yang saya pasang selalu dirusak," jelasnya.
 
Puncaknya, kata Wirya, pada Rabu (13/06/2018), dirinya dikeroyok sekelompok relawan Djoss dan mereka memukul dengan kayu. Wirya mengungkapkan, setelah dirinya dianiaya, keluarganya juga kerap mendapat ancaman rumahnya akan dirusak dan dibakar."Betul saja, pas saya pulang dari bekerja, rumah sudah dilempari dengan batu bata oleh sekelompok relawan Djoss dan memukulinya dengan kayu," terangnya.
 
Wirya mengaku, penganiayaan dan ancaman yang terjadi pada dirinya dan keluarganya, karena relawan Djoss tersebut tidak senang dirinya memasang atribut Eramas dan mengumpulkan relawan Eramas di kampung mereka. 
 
Sentimen relawan Djoss tersebut terhadap dirinya sudah dimulai ketika kuil umat Hindu di sana tidak menerima kedatangan Djarot-Sihar. Berbeda ketika kedatangan Edy Rahmayadi yang disambut meriah masyarakat hindu di sana.Terakhir, pada Rabu (13/06/208) sekitar pukul 11 malam, pengakuan isteri Wirya, sekelompok relawan Djoss tersebut mendatangi dirinya, mereka mengancam akan membunuh dirinya dan keluarganya, dan mengancam akan membakar rumah mereka."Keluarkan laki kau, biar kalian satu keluarga ku bakar hidup-hidup," kata Rameni, isteri Wirya menirukan ancaman yang dilakukan pihak Relawan Djoss.
 
Pengacara Eramas, Irfan Haryanto saat mendampingi Wirya melaporkan ke Bawaslu Sumut mengatakan tindakan yang diduga dilakukan relawan Djoss tersebut adalah tindakan yang bisa merusak kenyamanan masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi. Jangan karena urusan Pemilihan Gubernur Sumut (Pilgubsu), masyarakat jadi rusuh karena doktrin-doktrin yang tidak baik. 
 
Irfan sangat berharap agar masing-masing pihak mengajarkan hal yang baik di masyarakat, agar masyarakat tidak merasa terganggu karena urusan Pilgubsu. "Susah kita jika preman digerakkan jadi relawan. Kalau sudah main pukul, main ancam membunuh, itu sudah keterlaluan namanya. Apakah mereka diajarkan begitu ke bos nya sampai sampai membuat resah masyarakat," tandasnya.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Terus Mendorong Terwujudnya Ekosistem Demokrasi yang Sehat
Lantik Bupati dan Wakil Bupati Madina, Gubernur Sumut Ingatkan Kesejahteraan Rakyat Sebagai Landasan Bekerja
Rapat Koordinasi Evaluasi Pengawasan Bersama Stakeholder Pada Pilkada Tahun 2024
Sertijab Bupati Asahan, Wagub Sumut Ajak Selaraskan Pembangunan Pemkab dan Pemprov
Ada Calon Kepala Daerah Didiskualifikasi MK, Ini Pembelaan Diri KPU di DPR
MK Putuskan Pilkada Pasaman Diulang, Cawabup Eks Napi Didiskualifikasi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker