Selasa, 01 September 2026

Warga Humbahas Mengenang Kebaikan Kakek RE Nainggolan

Rabu, 23 Januari 2013 17:57 WIB
Warga Humbahas Mengenang Kebaikan Kakek RE Nainggolan
Ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Doloksanggul, (beritasumut.com) – Karakter yang santun dan gemar menolong sesama yang dimiliki mantan Bupati Tapanuli Utara Dr RE Nainggolan MM dinilai sudah merupakan “warisan” garis darah keturunan dari kakek dan orang tuanya.

“Bapak saya dulu seringkali bercerita tentang kedermawanan seorang pengusaha bernama Julius Nainggolan yang tinggal di Hutajulu, Onan Ganjang. Belakangan saya tahu, beliau adalah kakek kandung Pak RE Nainggolan,” ujar Japingkir Simamora, Mantan Kepala Desa Bonan Dolok I, Kecamatan Sijama Pollang, Humbahas, Rabu (23/01/2013).

Dikisahkannya, meski tidak mampu membaca dan menulis, keuletan dan kelihaian Julius bertani dan berdagang, membuat dirinya menjadi seorang pengusaha kemenyan ternama di Humbang sampai dengan akhir 1950-an.

“Bahkan sekitar 1954, dia mendirikan NV Dolok Pinapan, berbasis di Dolok Sanggul. Di masa Jayanya, NV Dolok Pinapan adalah sebuah perusahaan perdagangan kemenyan yang menjual kemenyan ke Jawa dan bahkan ke luar negeri. Perusahaan itu bangkrut, hanya beberapa tahun setelah dia meninggal dunia pada 26 Januari 1960,” katanya.

Namun bukan soal kekayaan itu yang paling mengesankan bagi Japingkir dan orang-orang yang pernah mengenal atau mendengar tentang Julius.

“Dia seorang dermawan, bahkan pernah memutihkan semua utang orang kepadanya, yang jumlahnya tergolong sangat fantastis untuk ukuran saat itu,” katanya.

Ajaibnya, demikian dituturkan Japingkir, tindakan memutihkan utang itu tidak membuat bisnisnya terganggu tetapi malah semakin berkembang.

“Jadi kisah Julius adalah sebuah bukti hidup, betapa kebaikan dan kemurahan hati, tidak akan pernah membuat seseorang rugi,” ujarnya.

Kisah lain yang juga banyak dikenang oleh warga sekitar Onan Ganjang adalah ketika Julius bisa mencegah terjadinya perang antarkampung karena persoalan hewan ternak.

“Saat itu ada kerbau dari kampung lain yang lepas dan memasuki Kampung Hutajulu. Oleh warga setempat, kerbau itu ditangkap, disembelih, dan dimakan beramai-ramai. Mengetahui hal itu, pemilik kerbau mengerahkan warga kampungnya membawa tombak, parang, dan peralatan perang tradisional lainnya. Julius kemudian berupaya menengahi, dengan cara mempersilakan warga yang bersiap menyerang itu memilih kerbau pengganti warga itu,” ujarnya.

Pada bagian lain, Japingkir mengatakan dirinya melihat RE Nainggolan sedikit banyak mewarisi sifat-sifat kedermawanan dan kegemaran menolong sesama itu dari kakeknya.

“Setiap orang memang memiliki karakter dan sifat masing-masing, tetapi saya melihat Pak RE memang mewarisi karakter yang baik itu. Saya kira, orang-orang yang mengenalnya dengan baik, juga akan sependapat dengan saya,” kata Japingkir. (BS-001)

Tags
beritaTerkait
RE Nainggolan Apresiasi Beta Mulak Tu Huta
Pemberian Bantuan Keuangan Provinsi Perlu Parameter Jelas
RE Foundation Gelar Seminar Tentang Bantuan Keuangan Provinsi
RE Nainggolan: Jika Niat Baik, Tak Ada Perjuangan Sia-sia
RE Nainggolan Besuk Putri Tukang Becak
Inilah Aktivitas Kandidat Pasca Pilgub Sumut
komentar
beritaTerbaru
hit tracker