Heri Kurniawan Panjaitan Kehilangan Transkrip Nilai S1 di Jalan SM Raja
Kabar kehilangan dokumen penting datang dari seorang pemuda asal Medan, Heri Kurniawan Panjaitan. Dokumen Transkrip Nilai Strata Satu (S1) m
Peristiwa
Beritasumut.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna H Laoly, dan Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia Sung Kim, membahas potensi kerja sama antar dua negara di bidang hukum, yakni bantuan hukum timbal balik/Mutual Legal Assistance (MLA), dan ekstradisi. Hal tersebut dibicarakan Menkumham dan Dubes AS dalam Pertemuan Kehormatan melalui daring.
“Perjanjian MLA dapat meningkatkan hubungan kerja sama antar negara (Indonesia dan AS). Kami akan menugaskan tenaga ahli terkait isu ini (MLA) untuk menyelenggarakan pertemuan/working group discussion (FGD),†ujar Dubes AS Sung Kim, dilansir dari Kemenkumham.go.id, Sabtu (18/09/2021).
Selain itu, Dubes AS juga mengapresiasi sikap Pemerintah Indonesia terkait ekstradisi. “Saat ini Indonesia dan AS berlum memiliki perjanjian ekstradisi, tetapi kami sangat mengapresiasi Indonesia yang telah memproses beberapa kasus permohonan ekstradisi dari AS,†tandas Kim yang sedang menjalani karantina setelah bertugas dari Jepang.
Baca Juga:
Baca Juga : Menkumham Resmikan 22 Desa Sadar Hukum di Sulteng, Yasonna Laoly: Sosialisasi Hukum Itu Penting
Hal senada juga disampaikan oleh Menkumham. Dia menyebut, pihaknya akan mengarahkan petugas teknis untuk menindaklanjuti perjanjian MLA antara Indonesia dan AS di tingkat teknis. “Hal-hal yang masih menjadi kendala dapat kita diskusikan di tingkat teknis nantinya,†jawab Menkumham RI Yasonna Laoly.
Baca Juga:
[br] Terkait ekstradisi, Menkumham juga mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah AS yang bersedia melakukan kerja sama di bidang hukum, yang salah satunya adalah ekstradisi. “Memang benar kita belum mempunyai perjanjian ekstradisi, tetapi kita bisa berkoordinasi. Beberapa kasus ekstradisi yang kami mohonkan diterima dan diproses dengan baik oleh Pemerintah AS,†kata Yasonna.
Meskipun Pemerintah Indonesia dan AS belum memiliki perjanjian ekstradisi, akan tetapi ke dua negara sudah beberapa kali melakukan kerja sama ekstradisi. Selain karena hubungan yang baik antar ke dua negara, hal tersebut juga sesuai dengan peraturan yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Salah satu contohnya pada tahun 2016, Indonesia menerima permintaan ekstradisi dari Pemerintah AS terhadap warga negara Singapura ketika berada di Batam, yang diduga melakukan transaksi ekspor ilegal di AS.
Selanjutnya, Dubes AS mengundang Menkumham untuk hadir dalam Summit for Democracy pada Desember 2021, yang rencananya akan dipimpin langsung oleh Presiden AS Joe Biden. “Indonesia merupakan negara besar yang terdepan dalam demokrasi, kami mengharapkan Menkumham dapat hadir pada Summit for Democracy, Desember 2021 nanti,†harap Kim.
Baca Juga : Menkumham Bagikan Pengalaman Kebijakan Tekan Penyebaran Covid-19 Lapas-Rutan Indonesia di Forum UNODC
Kemudian Dubes AS menyatakan komitmennya, bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan kerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui United State Agency for International Development (USAID). “Kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan penguatan demokrasi, hak asasi manusia (HAM), dan rule of law di Indonesia,†ujar Kim.
[br] Menanggapi hal tersebut, Menkumham menjelaskan , Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) telah menjadi executing agency dalam beberapa proyek USAID, dan berharap program-program USAID dapat segera dijalankan. “Saat ini ada beberapa draf dokumen kerja sama masih dalam pembahasan di Bappenas (Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional). Kami harap tahun ini sudah dapat diselesaikan,†jelas Yasonna.
Sejak tahun 2016, Kemenkumham dan USAID telah melakukan kerja sama di bidang Penguatan Pemerintah Demokratis. Kemenkumham merupakan executing agency untuk proyek CEGAH, program Pencegahan Korupsi; MAJU, program Penguatan Akses kepada Keadilan; BERSAMA, program Pencegahan Kekerasan Berbasis Jender; HARMONI, program Penanggulangan Kekerasan Berbasis Ekstremisme; dan MADANI, program Inisiatif Penguatan Kapasitas Organisasi Masyarakat Sipil. Adapun untuk program MAJU telah berakhir di September 2021, sedangkan program HARMONI dialihkan ke Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) sebagai executing agency.
Turut hadir mendampingi Menkumham, Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) Cahyo R Muzhar, Dirjen Pemasyarakatan (PAS) Reynhard SP Silitonga, dan Staf Khusus Menkumham bidang Kerja Sama Luar Negeri Linggawaty Hakim. (BS09)
Kabar kehilangan dokumen penting datang dari seorang pemuda asal Medan, Heri Kurniawan Panjaitan. Dokumen Transkrip Nilai Strata Satu (S1) m
Peristiwa
beritasumut.com Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Utara menyoroti kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di sejumlah w
Ekonomi
Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Rabu (8/7/2026) sore menggerebek sarang narkoba di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang, yang t
Berita
Diduga PT Verena Multifinance dan Pan Pacifik Insurance Sabah mengabaikan dua kali annmaning (teguran) dari Pengadilan Negeri Medan terkait
Peristiwa
Satuan Resnarkoba Polrestabes Medan, Sabtu (4/7/2026) pagi kembali membongkar upaya peredaran narkotika yang dikemas dalam vape, atau yang
Peristiwa
CitraLand Tanjung Morawa kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan melalui Program Bedah Rumah bagi masyarakat di s
Berita
beritasumut.comKomandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., memimpin langsung upacara Serah Terima Jabatan (Serti
Peristiwa
Putri Saraswati Dewi memohon dan berharap pihak Polrestabes Medan membebaskan suaminya (Roberto) yang saat ini masih ditahan. Ia menyatakan
Peristiwa
beritasumut.comKamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara resmi menjalin kerja sama dengan Mogilev Branch of the Belarusian Chamber o
Ekonomi
beritasumut.comTransisi energi bukan sekedar peralihan dari sumber energi fosil menjadi ramah lingkungan. Sistemnya harus berkelanjutan dan
Peristiwa