Minggu, 12 Juli 2026

Effendi MS Simbolon: Pemuda Jadi Pelopor Agen of Change

Senin, 25 September 2017 20:30 WIB
Effendi MS Simbolon: Pemuda Jadi Pelopor Agen of Change
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Peran pemuda sangat berpengaruh terhadap pembangunan Indonesia, termasuk Provinsi Sumatera Utara (Provsu). Pemuda juga berperan penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Untuk itu pemuda harus jadi pelopor agen of change.
 
Anggota DPR RI dari Komisi I Effendi MS Simbolon, mengatakan, sumbangsih pemikiran para pemuda terhadap majunya suatu bangsa sangat diperhitungkan. "Anak muda itu identik memiliki ide-ide kreatif. Ide-ide untuk membangun bangsanya dan daerahnya. Pemuda harus jadi agen of chgange," katanya kepada wartawan, Minggu (24/09/2017) malam.
 
Politisi PDI Perjuangan ini, mengatakan, pemuda tidak boleh berdiam diri. Di era globalisasi saat ini, tuntutan zaman membuat sejumlah pemuda harus berpikir lebih kreatif. Artinya, tidak melulu mencari lapangan kerja tapi bagaimana mencipatakan lapangan kerja. 
 
"Sekarang ini sedang tren dengan online. Saya melihat banyak pemuda bernisiatif memanfaatkan tren itu dan menjadi lebih produktif. Yang terpenting pemuda bisa memanfaatkan peluang dan memberikan peran positif," pesannya.
 
Berdasar catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, jumlah penduduk menurut kelompok usia dan jenis kelamin pada 2015 dengan rentang usia 15-40 tahun tercatat, usia 15-19 tahun sebanyak 103,87 jiwa, usia 20-24 tahun 101,6 jiwa, usia 25-29 tahun 100,51 jiwa, usia 30-34 sebanyak 98,67 jiwa, usia 35-39 sebanyak 98,29 jiwa. Jumlah penduduk di Sumut sebanyak 13.937.797 jiwa. 
 
CEO Cerita Medan Wahyu Blahe pun membenarkan bahwa sebagai pemuda dituntut untuk lebih kreatif. Menurutnya, pemuda harus bisa melihat peluang di sekitar. "Tidak melulu harus mencari kerja, lalu ngantor. Kalau pun harus ngantor ya harus kantor sendiri. Peluang itu banyak," akunya.
 
Kreatif, katanya, bisa memanfaatkan hal-hal yang lagi tren saat ini. Seperti pemanfaatan sosial media dan gedjet. Kata pria yang sudah 6 tahun berkecimpung di dunia usaha itu, kreatif bisa saja muncul dari fasilitas yang ada di sekitar dan juga bukan harus membuka bisnis.
 
"Pemuda sekarang berpikir bagaimana memiliki penghasilan setelah tamat kuliah. Sebaiknya menciptakan satu peluang dan bermanfaat untuk orang banyak. Kalaupun mau berbisnis, harus ada modal," katanya.
 
Untuk menciptakan pemuda yang tangguh, katanya, pemerintah juga harus mencetak mental pemuda sejak dini. Mental pemuda, lanjut pria berjanggut ini, bisa dilihat dari latar belakang pendidikan. "Misalnya, kalau berbisnis, akan berbeda sama yang kuliah dengan yang begitu selesai sekolah langsung bekerja," kata Wahyu.
 
Untuk itu, ia berharap dukungan pemerintah terhadap peran pemuda. Kalau selama ini dukungan pemda terhadap peran pemuda adalah dengan meningkatkan UMKM, maka itu sudah biasa. Karena, UMKM sudah dibina oleh beberapa lembaga yang memiliki CSR (Coorporate Social Responsibility). "Tapi belum ada anak muda binaan, masih kurang peran pemerintah untuk hal ini," tuturnya.
 
Pencetakan enterprenur muda yang diagungkan pemerintah selama ini, kata Wahyu, diharapkan tidak hanya menjadi simbolis saja. Yang dibutuhkan, katanya lagi, bukan hanya sekedar teori tapi bagaimana ia bersama anak muda lainnya mengimplementasikannya.
 
"Setelah seminar ini dan itu, sebaiknya dilanjutkan dengan worksop, pelatihan, dan praktiknya. Kami juga hanya mendapatkan informasi dari badan ekonomi dan kreatif dari pusat, itu juga sebatas sosialisasi. Dari pemerintah daerah kami masih menunggu," pungkasnya.(rel)

Tags
beritaTerkait
Walikota Medan Harapkan Pemko dan PP Tetap Solid Bangun Medan
Pj Gubernur Sumut Harapkan PP Terus Bersinergi dengan Pemerintah
Walikota Medan Hadiri Pembukaan Musyawarah Pimpinan Pemuda Pancasila
Pasca Pilkada, Walikota Medan Ajak Masyarakat Bersatu untuk Bersama-sama Dukung Pembangunan Daerah
Polisi Temukan Tiga Orang Konsumsi Sabu Saat Tawuran di Belawan
Pj Gubenur Ajak Pemuda Muhammadiyah Sumut jadi Entrepreneur
komentar
beritaTerbaru
hit tracker