Jumat, 05 Juni 2026

Buruh Ancam Boikot Pencalonan Erry Nuradi dan Minta Kadisnaker Provsu dan Dirut PT Perkebunan Dicopot

Rabu, 10 Mei 2017 13:31 WIB
Buruh Ancam Boikot Pencalonan Erry Nuradi dan Minta Kadisnaker Provsu dan Dirut PT Perkebunan Dicopot
beritasumut.com/BS05
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Puluhan buruh kembali mendatangi Kantor Gubsu di Jalan Diponegoro Medan Rabu siang (10/05/2017). Hidup layak dan upah layak merupakan isu yang dikembali diangkat para buruh. Selain itu buruh mendesak agar persoalan-persoalan buruh di Sumut yang perjanuari 2017 lalu sudah menjadi kewenangan Provsu segera dituntaskan.
 
Dalam orasinya para buruh yang berasal dari Deliserdang dan Kota Medan menilai bahwa Gubsu Erry Nuradi tidak berpihak kepada buruh. Hal ini dibuktikan karena tidak selesainya persoalan buruh di tangan Dinas Tenagakerja Provsu di bawah kepemimpinan Kadis Bukit Tambunan.
 
"Sudah setahun persoalan buruh tenaga kerja tak tuntas. Sebagai. Gubernur Tengku Erry dan juga Bukit Tambunan sebagai Kadis Tenaga Kerja kita anggap tak bekerja. Kalau ini terus terjadi, sepakat kita boikot pencalonan Erry Nuradi menjadi Gubsu. Sepakat kita desak agar Bukit Tambunan dicopot," teriak Ketua DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Willy Agus Utomo dari atas mobil pickup dengan pengeras suara.
 
Dikatakan Willy sejumlah persoalan buruh yang tidak tuntas yaitu persoalan buruh di PT Star Indo Prima Tanjung Morawa dan juga persoalan yang terjadi di perusahaan milik Pemprovsu PT Perkebunan. Buruh menilai kebebasan berserikat yang telah diatur undang-undang malah dilanggar oleh perusahaan plat merah milik Pemprovsu yakni PT Perkebunan yang dipimpin Darwin Nasution.
 
"Bagaimana persoalan buruh di Sumut diselesaikan sementara perusahaan daerah saja melakukan pelanggaran dibiarkan. Buruh di Tanjung Kaso Batubara di pecat karena berserikat. Kita minta Gubsu mencopot Dirut PT Perkebunan Darwin Nasution," tegasnya.
 
Pantauan beritasumut.com di Kantor Gubsu para buruh menghentikan orasinya saat memasuki waktu sholat Zuhur. Demonstrasi kembali dilanjutkan setelah Sholat Zuhur selesai.
 
"Kita mau yang menerima kita hari ini paling tidak Sekda atau minimal  asisten yang membidangi Ketenagakerjaan. Kalau tidak kita akan menyatakan sikap yang lebih tegas hari ini," pungkasnya.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
PN Medan Periksa Bukti Tambahan Gugatan Buruh PT Tor Ganda
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Dukung Promosi Produk UMKM, Pertamina Sumbagut Gelar Pasar Berkah Ramadan
UMKM Binaan Pertamina Patra Niaga Sumbagut Dibekali Pelatihan Fotografi Produk
Kadin Sumut Gelar Workshop UMKM Batch 4
Pertamina UMK Academy 2025 Dukung Pelaku Usaha Semakin Maju dan Naik Kelas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker