Jumat, 01 Mei 2026

TPP ASN Pemprovsu Berbasis Kinerja Segera Dibayar

Selasa, 09 Mei 2017 15:21 WIB
TPP ASN Pemprovsu Berbasis Kinerja Segera Dibayar
beritasumut.com/ist
Kepala BKD Provsu Kaiman Turnip
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Perubahan system pemberian tunjangan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) mengakibatkan hingga saat ini ASN di jajaran pemerintah Provinsi (Pemprovsu) masih belum dicairkan. Sebab, untuk saat ini TPP akan diberikan sesuai dengan kinerja, sehingga untuk pencairannya masih membutuhkan laporan kinerja dari masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
 
“TPP saat ini berbeda dengan tahun lalu, kalau sekarang pemberian TPP berasal dari dua indicator, sesuai dengan extraordinary nya kalau dia bekerja lebih maka tunjangannya akan lebih baik. Tapi kalau dia bekerja normal saja, maka tunjangannya juga biasa saja,” ujar Gubsu, Tengku Erry Nuradi, Selasa (09/05/2017).
 
Dijelaskan Erry, system TPP yang baru ini dilakukan sesuai dengan saran dari Kordinasi dan Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pemberian TPP berbasis kinerja ini sudah dikeluarkan aturannya dalam pergub No. 11 tahun 2017 tanggal 25 Maret 2017 lalu.
 
“Untuk teknisnya nanti aka nada laporan kinerja masing-masing ASN melalui BKD, ini bisa ditanya kepada BKD," terang Erry.
 
Lebih lanjut dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provsu, Kaiman Turnip, Senin (8/5), dua indicator untuk TPP ini yakni Sasaran Kerja Pegawai (SKP) dan Perilaku Kerja Pegawai (PKP). Untuk SKP dilakukan sesuai dengan kontrak kerja dengan fakta kerja yang telah dilakukannya setiap bulannya, dan inilah yang menjadi laporan kinerja dari masing-masing ASN tersebut setiap bulannya.
 
“Kalau PKP itu merupakan kedisiplinan, integritas pegawai dan lainnya. Untuk bobotnya sendiri SKP itu  sekitar 60 persen, sedangkan untuk PKP itu 40 persen, Jadi semakin dia rajin bekerja, maka TPP nya akan semakin tinggi,” jelas Kaiman.
 
Berbeda dengan pembayaran system TPP tahun lalu, pemberiannya diberikan berdasarkan golongan kerja, juga jabatan. Sehingga tidak berdasarkan kepada kinerja dari masing-masing ASN. Penetapan untuk pemberian TPP ini dilakukan berdasarkan Peraturan Gubernur. “Jadi kalau dulu dia golongan IV A itu semuanya sama TPP nya. Paling ada sanksi pengurangan TPP saja kalau dia tidak hadir atau bolos,” paparnya.
 
Untuk pembayaran TPP berbasis kinerja ini lanjut Kaiman, memang harus ada laporan dari masing-masing SKPD ke biro keuangan kemudian dilaporkan ke BKD. “Untuk bulan Januari-Februari kita masih manual, karena kita memang belum launching system online. Tapi untuk bulan berikutnya mungkin pembayaran akan dilakukan setelah laporan kinerja dilakukan secara online,” jelas Kaiman sembari mengatakan untuk pembayaran TPP Januari-Februari ini tinggal menunggu laporan dari masing-masing SKPD.
 
Kaiman menjelaskan, untuk laporan kinerja ini harus dibuat sesuai dengan fakta kinerja ASN nya. Jika ternyata tidak benar dan ada TPP yang diberikan kepada ASN yang tidak masuk-masuk kantor, maka sanksinya masing-masing SKPD nya harus mengembalikan sebesar 25 persen dari TPP yang sudah dibayarkan.
 
“Dalam pergub TPP berbasis kinerja ini juga kita buat aturan, bahwa ASN tersebut tidak akan dikeluarkan TPP nya jika aset seperti kendaraan dinas dan lainnya tidak dikembalikan dulu jika dia sudah pindah ke bagian lain, ini juga bertujuan untuk menertibkan aset kita,” terang Kaiman.(BS03)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Pulangkan 141 Korban TPPO dari Myanmar
Wagub Sumut Ikuti Rakor Kesiapan Pengangkatan CASN 2024 Dipimpin Mendagri
Presiden Prabowo Luncurkan Mekanisme Baru, Tunjangan Guru ASN Daerah Kini Lebih Cepat dan Transparan
THR Wajib Dibayar Minimal 7 Hari Sebelum Lebaran, Gubernur Sumut Buka Posko Pengaduan
Pj Gubernur Sumut Sebut Efisiensi Anggaran Bagian dari Loyalitas ASN
Kemenkeu Mau Ambil Alih Pembayaran Dana Pensiun ASN
komentar
beritaTerbaru
hit tracker