Kamis, 01 Oktober 2026

Menlu: Kepemimpinan Indonesia Akan Ditunjukkan Pada KTT IORA

Jumat, 03 Maret 2017 13:30 WIB
Menlu: Kepemimpinan Indonesia Akan Ditunjukkan Pada KTT IORA
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Setelah kunjungan Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Aziz Al-Saud, Indonesia kembali akan mendapatkan kunjungan dari 16 pemimpin dunia  (Presiden, Perdana Menteri, Wakil Presiden, Wakil Perdana Menteri) yang akan menghadiri Konferensi Tingkat Tingga (KTT) Indian Ocean Rim Association (IORA), di Jakarta, 5 – 7 Maret mendatang. KTT ini merupakan yang pertama setelah IORA berdiri 20 tahun lalu.
 
“Di antara yang 16 itu antara lain adalah Presiden Afrika Selatan, Perdana Menteri Malaysia, Perdana Menteri Australia, Wakil Presiden India, Sri Lanka, dan Bangladesh. Sementara pada tingkat Menteri Luar Negeri akan dihadiri oleh 6 menteri,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi kepada wartawan usai mengikuti rapat terbatas Persiapan KTT IORA, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (02/03/2017).
 
Secara keseluruhan, lanjut Menlu, KTT Negara-Negara di kawasan Samudera Hinda itu akan dihadiri oleh utusan dari  21 negara anggota, dan 7 mitra wicara. Ditambahkan Menlu, sebanyak 4 negara dari 21 negara anggota adalah anggota G-20, sementara 6 negara dari 7 negara mitra wicara juga merupakan anggota G-20.
 
“Ini merupakan salah satu forum yang sangat penting untuk: pertama, menjamin keamanan dan keselamatan di lingkaran Samudera Hindia. Yang kedua, adalah menggerakkan potensi ekonominya,” terang Retno.
 
Pentingnya kawasan lingkar Samudera Hindia ini, lanjut Menlu, dapat dilihat dari jumlah penduduknya sebanyak 2,7 miliar orang. Selain itu, kawasan ini dilalui oleh setengah dari kontainer dunia, sepertiga kargo dunia, dan dua pertiga shipment energi dunia. “Ini menunjukkan betapa pentingnya lingkar luar Samudera Hindia,” ujarnya.
 
Mengenai kesediaan menjadi tuan rumah dalam KTT IORA ini, menurut Menlu, sekaligus ingin menunjukkan kepemimpinan Indonesia di kawasan Lingkar Samudra Hindia. “Ini merupakan tambahan atau satu rangkaian dari leadership yang ingin dimainkan oleh Indonesia di berbagai kawasan,” ujarnya.
 
Dijelaskan Menlu, di kawasan Asia kita sudah bermain, di kawasan Pasifik kita sudah bermain, maka Indonesia ingin bermain juga, memberikan kontribusi yang besar di Lingkar Samudra Hindia, yang selama ini belum ada satu governance yang bagus. Sehingga kepemimpinan Indonesia akan ditunjukkan dengan KTT ini.
 
“Jadi sekali lagi, kita ingin menggunakan leadership ini untuk mengisi governance di dalam kawasan Lingkar Samudra Hindia. Dengan governance ini, kita berharap bahwa keamanan dan keselamatan (safety and security) di Lingkar Samudera Hindia akan terjamin. Dan dengan jaminan safety and security ini, maka kerjasama-kerjasama ekonominya dapat dilakukan,” papar Menlu, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Menurut Menlu, ada 6 prioritas sektor dalam IORA, yaitu keamanan dan keselamatan maritim, fasilitasi perdagangan investasi, manajemen risiko bencana, manajemen perikanan, akademi dan IPTEK, serta pariwisata dan pertukaran budaya. Sementara 2 cross-cutting issue-nya adalah mengenai pemberdayaan perempuan, yang kedua mengenai masalah blue economy.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Presiden Prabowo Tegaskan Pentingnya Persatuan dan Kolaborasi Ekonomi dalam KTT D-8
Hadiri Sesi Khusus KTT D-8, Presiden Prabowo Serukan Persatuan Negara Muslim
Bertemu PM Pakistan, Presiden Prabowo Bahas Peningkatan Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan
 Presiden Prabowo Hadiri KTT D-8 di Mesir
KTT G20 Brasil, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Indonesia pada Pembangunan Berkelanjutan dan Transisi Energi
Satgasla Jaga Perairan Atas dan Dalam Laut Pulau Dewata Bali
komentar
beritaTerbaru
hit tracker