Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
beritasumut.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 7 sampai 10 Agustus 2024 melalui Alumni Lemhannas RI melaksanakan kegiatan Pemantapan Nilai-Nilai Wawasan Kebangsaan (Wasbang) diikuti oleh siswa-siswi se-Sumatera Utara yang akan bertugas menjadi Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) pada Upacara Peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI Ke-79 Tahun 2024.
Kegiatan yang dipandu oleh Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) Provinsi Sumatera Utara bersamaan dengan Bendahara IKAL Sumut Arman Chandra dan Purnawirawan Brimob Muliadi berjalan dengan penuh semangat dan sangat antusias sekali mengikuti sosialisasi wasbang dari malam jam 20.00 WIB sampai dengan selesai. Terlihat peserta Paskibraka tidak beranjak dari tempat duduknya, dan aktif menyampaikan pertanyaan-pertanyaan kepada nara sumber serta semangat mengucapkan yel-yel yang disampaikan oleh nara sumber.
Hari Sabtu (10/08/2024) Tema di hari terakhir ini "Penguatan Wawasan Kebangsaan bagi Pelajar pada Era Digital dalam menuju Generasi Emas"
Arman Chandra yang juga Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Medan sebagai salah satu nara sumber mengajak siswa-siswi yang terpilih sebagai Paskibra agar selalu bersemangat dan mempunyai daya juang serta membekali diri dengan attitute (sikap yang baik), knowledge (pengetahuan yang luas), dan skill (ketrampilan). Disamping itu sebagai Generasi muda harus paham tentang wasbang dan tidak melupakan jati diri kita sebagai bangsa Indonesia.
"Menyikapi dinamika Teknologi dan ilmu digital yang makin kompleks dan terus berkembang, penting bagi semua pihak untuk mengangkat kembali kesadaran wawasan kebangsaan dari segenap elemen bangsa, khususnya generasi muda dan kelompok usia produktif yang saat ini mendominasi komposisi demografi di Indonesia," kata Tenaga Ahli Lemhannas RI ini.
[br] "Lompatan kemajuan teknologi informasi ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi menawarkan efisiensi dan simplifikasi dalam berbagai bidang kehidupan. Namun, di sisi lain lain, juga berpotensi menghasilkan residu dan dampak negatif pada dimensi kehidupan kebangsaan kita," ungkap Arman Chandra yang juga Ketua Forum CSR Sumut ini.
Menurut Arman, tergerusnya wawasan kebangsaan dapat dirasakan dalam berbagai bentuk sikap perilaku, seperti melemahnya rasa toleransi dalam keberagaman, demoralisasi generasi muda bangsa, tergerusnya kearifan lokal dan nilai-nilai luhur adat budaya bangsa.
Arman juga mengingatkan bahwa membangun wawasan kebangsaan bukan sesuatu yang dapat dilakukan instan. "Melainkan membutuhkan proses agar benar-benar matang dan membumi, membangun wawasan kebangsaan perlu secara masif agar dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat dan mengisi setiap ruang publik." tutupnya.(BS10)
Tags
beritaTerkait
komentar