Diwarnai Dua Kartu Merah, PSMS Tumbangkan PSIS 2-1 di Stadion Utama Sumut
beritasumut.com PSMS Medan menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/20
Olahraga
Beritasumut.com-Terkait video viral yang menyebutkan kalau rumah sakit milik Pemko Medan telah mengcovidkan seorang pasien bayi, pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Pirngadi Medan angkat bicara.Dalam video tersebut keluarga pasien nampak berada di salah satu ruangan RSUD Pirngadi. Sebelumnya, pasien berinisial K itu dirujuk dari salah satu rumah sakit swasta untuk dioperasi.
"Perlu saya sampaikan di sini, sesuai dengan informasi yang dikumpulkan, bahwasanya benar pasien dirawat. Ia dikirim dari rumah sakit swasta (di Kota Medan) yang direncanakan akan menjalani operasi di rumah sakit Pirngadi Medan," ujar Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan Edison Paranginangin kepada wartawan, Kamis (10/06/2021).
Baca Juga : Presiden Instruksikan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Sekolah Dilaksanakan Ekstra Hati-Hati
Edison menyebutkan, pasien bayi itu masuk ke RSUD dr Pirngadi pada, Senin (7/6/2021) malam. Dia menjelaskan, ketika itu, pihaknya pun melakukan rapid antibodi, pada Selasa (8/6/2021) sekitar pukul 14.30 WIB, lantaran pandemi Covid-19 masih berlangsung."Hasilnya waktu itu reaktif," jelasnya.
Karena pasien mau dioperasi, kata Edison, pihak rumah sakit pun kembali melakukan screening dengan rapid antigen pada, Rabu (9/6/2021). Setelah ditunggu beberapa waktu, Edison membeberkan, bahwa hasilnya adalah negatif."Inilah pemicunya, reaktif itu dinilai positif padahal itu antibodi jadi munculah bahasa seakan-akan Pirngadi mengcovidkan. Kan kalau untuk menyatakan positif Covid-19 itu harus pemeriksaan PCR, ini PCR nggak ada dilakukan," tegasnya.
[br] Edison juga membantah bahwa pasien tersebut ditelantarkan dan menyatakan bahwa pihaknya mempunyai SOP pemeriksaan."Setelah rapid antigen dinyatakan negatif sudah ada rencana persiapan operasi. Namun pada pukul 00.55 WIB, keluarga meminta pemulangan itu dan ditandatangani orangtuanya atas permintaan sendiri," bantahnya.
Edison menambahkan bahwa pasien didiagnosa mengalami Ileus Obstruktif atau nama umumnya ada gangguan di usus, penyumbatan. "Itu yang mau dilakukan operasi. Saat masuk ke Pirngadi, pasien dalam keadaan lemah dan sesak," ungkapnya.
Selain itu Edison juga mengakui telah mendapatkan kabar kalau sang bayi telah meninggal dunia. Dia pun menyampaikan turut berdukacita.Seperti diketahui, sebuah video berdurasi 1 menit 59 detik yang memperlihatkan adanya protes keluarga bayi diduga ‘dicovidkan’ oleh pihak rumah sakit viral. Setelah ditelusuri ternyata kejadian dalam tersebut terjadi di RSUD dr Pirngadi Medan.(BS04)
Baca Juga:
beritasumut.com PSMS Medan menunjukkan mentalitas pantang menyerah saat menjamu PSIS Semarang dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/20
Olahraga
beritasumut.com Hari Santri Nasional (HSN) yang sejatinya menjadi momentum sakral dan perayaan atas dedikasi kaum santri, justru diubah men
Peristiwa
beritasumut.com PSMS Medan bertekad kembali ke jalur kemenangan saat menjamu PSIS Semarang pada pekan ketujuh Pegadaian Championship 2026/2
Olahraga
beritasumut.com Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Deli Serdang menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan keracunan makanan yan
Peristiwa
beritasumut.com Dua maling handphone (HP) milik driver ojek online (ojol) ditangkap polisi usai beraksi di Jalan SM Raja, Simpang Pasar 12,
Peristiwa
beritasumut.com Komnas Perlindungan Anak (PA) menyampaikan keprihatinan mendalam atas dugaan kekerasan fisik berat terhadap seorang anak la
Peristiwa
Kemnaker menyiapkan pelatihan vokasi empat bulan di KEK untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja dan memperluas penempatan kerja.
Pendidikan
beritasumut.com Direktorat Reserse (Ditres) Siber Polda Sumatera Utara (Sumut) mengungkap praktik judi online (judol) dengan website depobo
Peristiwa
beritasumut.com Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan bersama tim gabungan Direktorat Reserse (Ditres) Narkoba Polda Sumatera U
Peristiwa
Menaker Yassierli meminta BPVP mengukur keberhasilan pelatihan vokasi berdasarkan jumlah alumni yang terserap di dunia kerja.
Ekonomi