KPPU Kanwil I Terima 21 Laporan Sepanjang 2026, Persekongkolan Tender Mendominasi
beritasumut.com Dugaan persekongkolan tender menjadi laporan yang paling banyak diterima Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wil
Ekonomi
Beritasumut.com-Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar sidang kajian untuk pengusulan gelar pahlawan nasional. Setelah mengkaji pengusulkan nama Sanusi Pane dan MH Manullang, TP2GD Sumut juga akan mengusulkan Haji Muhammad Arsyad Thalib Lubis untuk mendapat gelar pahlawan nasional.
Ketua Panitia Pengusul Gelar Pahlawan Nasional HM Arsyad Thalib Lubis, Dedi Iskandar Batubara mengatakan bahwa sewaktu Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, HM Arsyad Thalib Lubis memiliki pendirian yang teguh dalam memfatwakan mati syahid hukumnya bagi para pahlawan yang gugur dalam pertempuran melawan kolonial Belanda.
"Serta menganjurkan untuk berjihad dan memberikan dana yang besar dalam perlawanan terhadap kolonial Belanda," ungkap Dedi DALam sidang pengkajian pengusulan gelar Pahlawan Nasional atas nama HM Arsyad Thalib Lubis yang juga dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumut R Sabrina selaku Ketua TP2GD Sumut di Hotel Le Polonia, Jalan Sudirman Medan, Kamis (01/04/2021).
“Karena keberaniannya itu, beliau beberapa kali ditahan oleh Belanda, beliau ditangkap oleh penjajah pada tanggal 23 Maret 1949 dan dipenjarakan sebagai tahanan politik di penjara Suka Mulia Medan,†ujar Dedi, yang juga merupakan Ketua PW Al Washliyah Sumut.
[br] Untuk diketahui, HM Arsyad Thalib Lubis merupakan anak ke lima dari delapan bersaudara, ayahnya bernama Lebai Thalib Lubis bin Haji Ibrahim Lubis, Ibunya bernama Kuyon binti Abdullah, Kakeknya Ibrahim Lubis yang berasal dari Tapanuli Selatan.
Pada awalnya, HM Arsyad Thalib Lubis mendapat pendidikan dari ayahnya yang sebagai ulama Stabat. pendidikan dasar ditamatkan di Sekolah Rakyat Stabat, Madrasah Islam (Ibtidaiyah) Stabat (1917-1920), Madrasah Islam (Tsanawiyah) Binjai (1921-1922), kemudian pada tahun 1923 dilanjutkan ke Kota Tanjung Balai Asahan.
Sejarawan Universitas Negeri Medan (Unimed), Dr Phil Ichwan Azhari, MS mengatakan bahwa Sumut beruntung punya tokoh intelektual seperti HM Arsyad Thalib Lubis. Ia melawan penjajah dengan kekuatan tulisan.“Beliau banyak menulis buku, tercatat ada 40 buku yang sudah ditulisnya, kalau bisa semua cover judul bukunya juga ikut dilampirkan, biar penguji di Jakarta juga tahu karya karya beliau,†pungkasnya.(BS03)
Baca Juga:
beritasumut.com Dugaan persekongkolan tender menjadi laporan yang paling banyak diterima Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wil
Ekonomi
beritasumut.com Tiga pemuda di Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, diamankan polisi karena diduga hendak mencuri kabel bawah tanah,
Peristiwa
beritasumut.comSatuan Reserse (Satres) Narkoba Polrestabes Medan meringkus seorang pengedar narkotika jenis sabu di Jalan Sakti Lubis, Keca
Peristiwa
beritasumut.com Untuk dapat menikmati narkoba, seorang pria nekat membobol sebuah rumah di Jalan Selamat, Gang Sadar, No.17 B, Kelurahan Bi
Peristiwa
beritasumut.com Empat bandar narkoba di Binjai, Provinsi Sumatera Utara, dijebloskan ke penjara setelah ditangkap personel Satuan Reserse (
Peristiwa
beritasumut.com PSMS Medan berhasil membawa pulang kemenangan penting dari markas Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pegadaian Championsh
Olahraga
beritasumut.com Sekolah Sepak Bola (SSB) Tunas Muda usia 9 tahun (U9) dan usia 11 tahun (U11) meraih juara III bersama pada Piala Ngadima
Olahraga
beritasumut.com Personel Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polresta Deli Serdang menangkap dua pengedar sabu di Desa Sei Tuan, Kecamatan Pant
Peristiwa
beritasumut.com Lagi istirahat di depan rumah tibatiba dipukul adik iparnya, membuat Erwin (41), warga Jalan Irian, Gang Pekong, Lingkunga
Peristiwa
beritasumut.com PSMS Medan mengusung misi mempertahankan momentum positif saat bertandang ke markas Adhyaksa FC Bekasi pada pekan ketiga Pe
Olahraga