Selasa, 25 Agustus 2026

Pemkab Labuhanbatu Terapkan Program KB Pasca Persalinan

Minggu, 21 Februari 2021 13:15 WIB
Pemkab Labuhanbatu Terapkan Program KB Pasca Persalinan
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Upaya keras Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu untuk menurunkan angka Kematian ibu melahirkan dan bayi baru lahir memperlihatkan hasil yang cukup signifikan. Dengan jumlah kematian ibu sebanyak 4 orang dan 31 kematian bayi baru lahir di tahun 2020, jauh lebih baik jika dibandingan dengan tahun sebelumnya yang mencapai jumlah 9 dan 54. Grafik membaik ini tentunya terjadi karena adanya upaya bersama dan dukungan dari berbagai pihak.

Perkembangan positif bidang kesehatan ini mengemuka dalam kegiatan Workshop Sosialisasi Program KB Pasca Persalinan (KBPP-Pilihan) yang dilaksanakan di Hotel Platinum Rantauprapat.Kegiatan itu merupakan kerjasama Pemkab Labuhanbatu yakni Dinas Kesehatan dan Dinas Pengendalian Penduduk-KB, dengan Jhpiego (organisasi nirlaba bidang kesehatan).

Mewakili Bupati Kabupaten Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe ST MT, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Sarimpunan pada pembukaan sosialisasi itu menyebutkan penerapan KB Pasca Persalinan bukanlah hanya menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan dan Dinas PPKB saja. Pemkab menyambut baik agenda workshop yang melibatkan OPD terkait serta berbagai stakeholder ini, dan berharap akan melahirkan rencana kerja program yang lebih operasional dan melibatkan semua komponen terkait. “Program ini akan berhasil jika mampu menggalang kerjasama dan integrasi berbagai stakeholder, serta memberikan penekanan pada upaya upaya yang inovatif,” ujar Sarimpunan dilansir dari laman labuhanbatukab.go.id, Minggu (21/02/2021).

Dr Ainal SpOG, mewakili organisasi profesi POGI, secara lugas menyebutkan bahwa KB merupakan faktor yang sangat penting yang dapat menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKN). Untuk itu, program KB mestinya dilihat sebagai bagian yang terintegrasi dengan program Kesehatan Ibu Anak (KIA).

Menurut dr. Ainal, ke depan perlu diperkuat kordinasi, kerjasama dan kolaborasi Dinas kesehatan dan DP2KB serta pelibatan pihak terkait untuk program ini. “Dulu kita difasilitasi oleh Jhpiego melalui program EMAS untuk penurunan AKI AKN tapi belum menyentuh isu KB. Tapi pendekatan yang digunakan oleh program tersebut perlu diterapkan kembali, dimana semua lapisan digerakkan. Bahkan sampai ke tingkat desa/dusun,” ujar dokter senior di RSUD Rantauprapat tersebut.

Health Specialist Jhpiego, Istiani Purba Absari dalam presentasinya menyebutkan bahwa pemilihan Kabupaten Labuhanbatu sebagai daerah dampingan karena komitmen Kabupaten selama ini terkait penerapan KBPP yang difasilitasi oleh BKKBN tahun 2018-2019. Di mana Labuhanbatu menghasilkan capaian terbaik dari 11 Kabupaten yang didampingi BKKBN.

Terpisah, penanggungjawab Program KBPP Pilihan Kabupaten Labuhanbatu, Syafrimet Azis, menyebutkan bahwa program ini akan difaslitasi selama 3 tahun (2021-2023). Program akan memberikan dukungan penguatan SDM agar sistem pelayanan KBPP dapat lebih berkualitas dan tetap konsisten, dukungan untuk tata kelola yang baik sehingga pelaksanaan KBPP benar-benar mempunyai daya ungkit terhadap Kesehatan Ibu dan Anak serta upaya peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya KB Pasca Persalinan.(BS09)

Tags
beritaTerkait
Warga Desak Tindakan Tegas untuk Krypton KTV, Aparat Hukum Siapkan Pengawasan Ketat
Dukung Kelancaran Distribusi Energi, Pertamina Sumbagut Perkuat Sinergi dengan BIN Sumut
Pertamina Sumbagut Gandeng BKKBN Dukung Pembangunan Keluarga dan Kesejahteraan Pekerja
Pertamina Sumbagut Perkuat Keandalan Distribusi Energi, Dorong Penggunaan Lebih Bijak
Komisaris Pertamina Tinjau KDMP dan Penguatan Distribusi LPG 3 Kg di Deli Serdang
Hari Pahlawan, PLN Dorong Guru SMK Jadi Pelopor Konversi Motor Listrik di Kota Medan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker