Senin, 28 September 2026

Panglima TNI : Jangan Biarkan Persatuan dan Kesatuan Hilang

Minggu, 15 November 2020 20:00 WIB
Panglima TNI : Jangan Biarkan Persatuan dan Kesatuan Hilang
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung

Beritasumut.com-Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto SIP didampingi Pangkostrad Letjen TNI Eko Margiyono MA, Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard TH Tampubolon SH MM, Danjen Kopassus Mayjen TNI Mohamad Hasan, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Suhartono MTr (Han) dan Komandan Korpaskhas Marsda TNI Eris Widodo Y SE MTr (Han) memberikan pernyataan terkait pentingnya persatuan dan kesatuan demi menjaga stabilitas nasional, bertempat di Subden Denma Mabes TNI, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (14/11/2020).

Berikut pernyataan lengkap Panglima TNI : Saudara-saudara sekalian. Saya ingin menyampaikan kembali, pentingnya persatuan dan kesatuan dalam menjaga stabilitas nasional.

Untuk itu, jangan kita biarkan persatuan dan kesatuan bangsa itu hilang, atau dikaburkan oleh provokasi dan ambisi yang dibungkus dengan berbagai identitas.

Seluruh prajurit TNI adalah alat utama pertahanan negara, untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Tidak satupun, tidak satupun musuh yang dibiarkan, apalagi melakukan upaya-upaya berupa ancaman dan gangguan, terhadap cita-cita luhur bangsa dan negara Indonesia.

"Ingat ! Siapa saja yang mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, akan berhadapan dengan TNI," tegas Panglima TNI.(rel)

Tags
beritaTerkait
Oknum TNI di Medan Diduga Bawa Kabur Motor Rekan Kerja
Realisasikan Arahan Wali Kota, Kadin Medan Ajak UMKM Binaan Terjun Langsung di Bazar HUT ke-81 TNI
Polrestabes Medan Gulung Sindikat Curanmor Libatkan Pecatan TNI, Dua Pelaku Ditembak
Nekat Nyolong Mesin Pompa Air Milik Anggota TNI, Maling ini "Gol" di Polsek Medan Area
Wakil Panglima TNI dan Sejumlah Pejabat Negara Terima Warga Kehormatan serta Brevet Korps Marinir
Panglima TNI Hadiri Upacara Prasetya Perwira TNI dan Polri Tahun 2026 di Istana Negara
komentar
beritaTerbaru
hit tracker