Sabtu, 06 Juni 2026

Sempat Ditutup, Jemaah Non Umrah Kembali Bisa Thawaf Sunnah lagi di Pelataran Kabah

Sabtu, 07 Maret 2020 20:15 WIB
Sempat Ditutup, Jemaah Non Umrah Kembali Bisa Thawaf Sunnah lagi di Pelataran Kabah
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Setelah sempat ditutup sementara, akses masuk ke pelataran Ka'bah kembali dibuka. Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan bahwa akses masuk itu dibuka sejak subuh tadi.
 
Endang mengatakan, kebijakan ini didasarkan atas perintah Raja Salman. Pengumuman resmi tentang putusan ini juga sudah disampaikan oleh Ketua Umum Urusan Haramain, Abdurrahman As-Sudais.
 
"Ketua Umum Urusan Haramain, Dr Abdurrahman As-Sudais mengumumkan penerbitan perintah Yang Mulia Raja Salman yang mengijinkan kembali pelaksanaan tawaf dengan dibukanya tempat tawaf secara berangsur bagi peziarah Non Umroh yang akan dimulai pada Sabtu Subuh, sesuai putusan," ujar Endang dilansir dari laman kemenag, Sabtu (07/03/2020).
 
"Namun, dibukanya pelataran Kabah ini hanya untuk thawaf sunnah, bukan untuk jemaah umrah (thawaf dengan mengenakan pakaian ihram yang dilanjutkan dengan sai)," sambungnya.
 
Sebelumnya, Saudi menutup sementara dua masjid suci di luar waktu salat. Penutupan sementara berlaku 1 jam setelah Salat Isya pada Kamis (05/03/2020), dan dibuka lagi satu jam sebelum salat Subuh pada Jumat (06/03/2020). Di luar jam itu, jemaah bisa masuk ke Masjidil Haram, tapi tidak bisa ke pelataran Kabah."Alhamdulillah, akses ke pelataran Kabah sudah bisa dibuka," pungkasnya.(BS09)
 

Tags
beritaTerkait
Hadiah Umroh Pelindo Ramadan Fest 2026 Berangkatkan Dua Orang
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Kembali dari Tanah Suci, Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Diupa-upa
Dinkes Sumut: Hadapi Wabah HMPV dengan Tenang dan Tetap Waspada
Berangkat Umroh, Pj Gubernur Sumut Fatoni Minta Doa Restu dan Keselamatan
Walikota Pematangsiantar Beri Motivasi kepada Jamaah Calon Haji-Hajjah KBIHU Bathnul Wadi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker