Rabu, 15 Juli 2026

Jemaah Haji Indonesia Terbang dengan Garuda Indonesia dan Saudi Airlines

Rabu, 03 April 2019 09:30 WIB
Jemaah Haji Indonesia Terbang dengan Garuda Indonesia dan Saudi Airlines
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kementerian Agama (Kemenag) bersama Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines telah bersepakat dalam penerbangan jemaah haji Indonesia. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatangan perjanjian pengangkutan udara jemaah haji reguler 1440H/2019M di Kantor Kemenag.
 
Perjanjian ini ditandatangani oleh Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Nizar Ali bersama Direktur Niaga PT. Garuda Indonesia Pikri Ilham dan VP hajj and Umrah Saudi Arabian Airlines Abdul Madjid. “Asumsi jumlah jemaah haji reguler dan petugas kloter yang akan diterbangkan sebanyak 206.535 orang dengan 507 kloter. Sebanyak 104.055 jemaah akan terbang dengan Garuda Indonesia, sedang 102.475 jemaah terbang dengan Saudi Arabian Airlines,” ungkap Nizar Ali dilansir dari laman kemenag, Rabu (03/04/2019).
 
Menurut Nizar, Garuda Indonesia akan memberangkatkan jemaah haji dari Embarkasi Aceh, Medan, Padang, Jakarta-Pondok Gede, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok. Sedangkan Saudi Arabian Airlines akan menerbangkan jemaah haji dari Embarkasi Batam, Palembang, Jakarta-Bekasi, dan Surabaya.
 
Masa operasional pemberangkatan jemaah haji akan berlangsung 30 hari. Jemaah kloter pertama terbang ke Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah pada 7 Juli 2019. Kloter terakhir terbang ke King Abdul Aziz International Airport (KAAIA) Jeddah pada 5 Agustus 2019.“Masa operasional pemulangan jemaah haji Indonesia juga berlangsung 30 hari. Kloter pertama akan terbang ke Tanah Air pada 17 Agustus 2019. Kloter terakhir terbang ke Tanah Air pada 15 September 2019,” tuturnya.
 
Kepada Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines, Nizar menegaskan bahwa transportasi udara jemaah haji dari Indonesia ke Arab Saudi (pergi pulang) menggunakan sistem charter. Penerbangan juga tanpa transit, kecuali untuk kepentingan pengisian bahan bakar di salah satu embarkasi haji atau wilayah tertentu dan karena alasan keselamatan penerbangan harus melakukan pendaratan di suatu wilayah, dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi.“Prinsip transportasi udara ini berbasis pelayanan prima bagi jemaah agar nyaman, aman, dan tenteram saat berangkat ke Tanah Suci dan kembali ke Tanah Air,” pungkasnya.(BS09)

Tags
beritaTerkait
Meriah! Penutupan Gemi KKD ke-9 di MAS Proyek Univa Medan, Ratusan Pelajar Unjuk Bakat dan Kreativitas Dakwah
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Resmi Jadi Direktur RS Haji Medan, Sri Suriani Komit Hadirkan Pelayanan Kesehatan Berlandaskan Islam
Bank Emas Diluncurkan 26 Februari, Airlangga Sebut Cocok Untuk Nabung Haji
Cerita Prajurit MTF UNIFIL Lebanon Berebut Sinyal Hubungi Keluarga
Purnatugas Dirut RS Haji Medan, Pemprov Sumut Harapkan Rehulina Ginting Tetap Berkontribusi di Bidang Kesehatan
komentar
beritaTerbaru
hit tracker