Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kapolda Sumut (Kapoldasu) Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw melaksanakan kegiatan silahturahmi di Pesantren Al-Kautsar di Jalan Pelajar Timur Ujung, Selasa (10/04/2018) siang.Kapoldasu hadir didampingi Dir Pamobvit Poldasu, Dansat Brimob Poldasu, Dir Binmas Poldasu, Kabid Keu Poldasu, Kabid Humas Poldasu serta Kapolrestabes Medan.
Hadir juga Kabinda Sumut Brigjen TNI Ruruh A Setyawibawa SE MM, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar, Buya Syeh Ali Akbar Marbun, Pimpinan Travel Umroh Siar Tour Drs Alamria Ashari, Ketua Umum Alumni Al-Kautsar Al-Akbar DR Ridho Syahputra SH MH, Pembina Kamos Indonesia Ir Sanaddin Dalimunthe, HM Safii Nasution, HM Rasyid Nasution MA, Drs Azhari Musa Purba, Perwakilan MUI Medan KH Zulfikar Hajar LC, Perwakilan Pesantren Jabal Noor HA Ramadhan serta Perwakilan Ustadz.
Dalam kesempatan itu, Pimpinan Pondok Pesantren Al-Kautsar Al-Akbar Buya Syeh Ali mengungkapkan, maksud dan tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk silahturahmi dari Poldasu dan untuk menyatukan presepsi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Sumut.
“Kami berharap Polda Sumut dapat mengadakan pertemuan-pertemuan antar agama dalam rangka menyatukan presepsi dalam menciptakan tali silahturahmi antar agama di Prov. Sumut dan kami siap membantu Polda Sumut dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Prov. Sumut,” Ujar Buya dilansir darii tribratanews.sumut.
Sementara itu, Kapoldasu Irjen Paulus menyampaikan untuk ke depannya, Poldasu akan melakukan upaya untuk membuat rekuitmen khusus anggota Polri dari pesantren-pesantren dan menyampaikan mengena pelaksanaan Pilkada 2018 hingga saat ini situasi di Prov. Sumut aman dan kondusif agar bersama-sama menjaga dan mengawal setiap tahapan kegiatan Pilkada di Prov. Sumut.
“Polda Sumut tidak segan dalam melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan 3C dan narkoba jaringan internasional, tidak ada kompromi bagi pelaku kejahatan kemanusiaan.Di tahun 2045, Negara Indonesia memasuki usia 100 tahun, agar kita bersama menjaga generasi penerus dan mencegah setiap upaya oknum tertentu dalam melemahkan generasi penerus (seperti proxy war) di negara Indonesia ini,” papar Kapoldasu.(BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar