Senin, 21 September 2026

Gubsu 'Curhat' Beberapa Persoalan di Sumut Kepada Tim Pengkaji Lemhanas

Rabu, 07 Maret 2018 22:15 WIB
Gubsu 'Curhat' Beberapa Persoalan di Sumut Kepada Tim Pengkaji Lemhanas
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi bersilaturahmi dan menjamu makan malam Tim Pengkaji Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) di Gubernuran, Jalan Sudirman Medan, Selasa (6/3/2018).
 
Hadir di acara ini, mewakili Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI, Tenaga Ahli Bidang Diplomasi Marsekal Muda TNI Gutomo, Direktur Opersional Dr Agus Budijarto, Direktur Bidang Ekonomi Brigjen TNI Ramses L. Tobing ST, Tim Kajian Lemhanas RI, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Sabrina, Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional (Pangkosekhanudnas)  III Kolonel Pnb Tri Bowo Budi Susanto, Asisten dan Staf Ahli Gubsu serta Kepala OPD Provsu.
 
Dalam kesempatan itu, Gubsu mencurahkan hati alias curhat kepada Tim Pengkaji Lemhanas terkait beberapa persoalan di Sumut. Di antaranya cukup tingginya harga gas (elpiji) di Sumut dibandingkan dengan daerah lain menyebabkan adanya gejolak di industri manufaktur. Karena sebahagian besar industri manufaktur di Sumut menggunakan gas sebagai bahan bakarnya.
 
"Kalau kita berbicara daya saing tentunya menjadi persoalan harga gas yang cukup kompetitif menyebabkan adanya gejolak dalam industri tersebut. Untuk itulah kita perlu mendiskusikan untuk mencari bagaimana solusi agar harga bahan bakar gas ini bisa lebih ditekan," ungkap Gubsu.
 
Gubsu berharap bahwa mengenai kebijakan penurunan harga untuk wilayah Sumut hendaknya menjadi salah satu pembahasan dalam studi Tim Pengkajian Lemhanas RI kali ini sebagai salah satu dukungan agar perusahaan industri semakin bisa bersaing.“Terimakasih dan apresiasi saya ucapkan atas kedatangan Tim Pengkaji Lemhanas RI ke Sumut, semoga dapat mencari solusi-solusi atas permasalahan yang ada daerah ini," jelas Gubsu.
 
Di samping masalah harga gas, lanjut Gubsu, hal yang berhubungan dengan aturan-aturan di Sumut masih lebih tinggi dengan daerah lain seperti landing fee bandara di Sumut masih tergolong lebih tinggi dibandingkan dengan bandara di daerah lain. Hal ini tentunya dapat menjadi masukan dari Lemhanas RI kepada pemerintah dalam hal ini Pemerintah Pusat karena Provinsi Sumut merupakan pintu gerbang Indonesia bagian barat.
 
Erry menambahkan, bahwa sebagai provinsi terluas keempat di Indonesia, Sumut mempunyai potensi alam yang cukup banyak baik dalam bidang perkebunan, pariwisata maupun industri. Sumut sendiri memiliki potensi perkebunan kelapa sawit terbesar setelah Riau. Sumut juga memiliki kawasan ekonomi khusus industri kelapa sawit di Sei Mangke.
 
Di sektor pariwisata Sumut juga memiliki Danau Toba yakni danau terbesar di Asia. Selain panorama Danau Toba yang dapat membius pengunjung, Sumut juga memiliki potensi pariwisata yang menarik lainnya untuk dikunjungi wisatawan mancanegara seperti Bukit Lawang, Berastagi, Pulau Nias dan lainnya.
 
Sementara, Tenaga Ahli Bidang Diplomasi Deputi Pengkajian Strategik Lemhanas RI, Marsekal Muda TNI Gutomo mengatakan pilihan studi pengkajian ke Provinsi Sumut dikarenakan provisi yang mempunyai 33 Kabupaten/Kota ini merupakan daerah yang sangat dinamis dan berpotensi cukup besar dalam kemajuan yang dapat memberikan kontribusi san berpengaruh sampai ke tingkat nasional.
 
Ada dua pengkajian yang dilakukan yakni bidang ekonomi dan pengaruhnya terhadap kebijakan-kebijakan luar negeri Indonesia, terhadap pengaruh dari Amerika dan Cina. “Jadi kita akan melaksanakan pengambilan sample dan mengangkat permasalahan lokal yang terjadi saat kita di sini," jelasnya.
 
Di samping itu, keberadaan Sumut yang berbatasan dengan Selat Malaka tentunya sangat berpotensi terhadap keamanan nasional. "Untuk itulah diharapkan dengan adanya pengkajian terhadap akselerasi transformasi ekonomi berbasis industri manufaktur dapat meningkatkan meningkatkan kemandirian daya saing Sumut dalam rangka ketahanan nasional dan implementasi kebijakan luar negeri Indonesia guna menghadapi kebijakan Amerika dan Cina dalam rangka ketahanan nasional," pungkas Marsekal Muda TNI Gutomo.(BS03)

Tags
beritaTerkait
20.000 Peserta Fun Run 5K di Lapangan Merdeka Dilepas
Kadin Sumut dan KPK RI Gelar Rakor Pencegahan Korupsi dalam Pelayanan AMDAL
Kasi Penkum Kejati Sumut Terima Kunjungan Silaturahmi Fordimka
Tiga Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Dilantik, Gubernur Bobby Tekankan Target Pembangunan Terukur
Diskusi di SMK PAB 2 Helvetia, KAHMI Sumut: Pemahaman Nilai Pancasila dan Wawasan Kebangsaan Penting
Kadin Sumut Sambut Baik Penandatanganan MoU Kerja Sama Kesehatan Sumut–Korsel
komentar
beritaTerbaru
hit tracker