Selasa, 12 Mei 2026

Pekerja Tewas di Proyek PLTA Aeksimungguh, Keluarga Korban Berharap Santunan dari Perusahaan

Senin, 19 Februari 2018 16:30 WIB
Pekerja Tewas di Proyek PLTA Aeksimungguh, Keluarga Korban Berharap Santunan dari Perusahaan
BERITASUMUT.COM/ILUSTRASI
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Siti Robiatin Nasution (42) warga Dusun VII Jalan Binjai km 10, Gang Damai Desa Paya Geli Sunggal, harus berjuang seorang diri untuk memperjuangkan hak abang kandungnya yang meninggal dunia karena mengalami kecelakaan kerja, yang hingga kini belum ada kejelasan dari tempatnya bekerja.
 
Adapun abang kandung Siti Robiatin Nasution yang bernama Rasul Arif Nasution (53) yang berprofesi sebagai buruh bangunan, warga kampung Bantan Diski, Kabupaten Deli Serdang, meregang nyawa setelah terjatuh dari ketinggian sekitar 25 meter, saat membangun Proyek PLTA Aeksimungguh, yang beralamat di Simpang Tanjung Kasih Marike, Kabupaten Langkat.
 
Menurut Titin, panggilan akrab Siti Robiatin Nasution, Almarhum abang kandungnya sudah hampir 2 tahun bekerja di tempat tersebut, serta meninggalkan 5 orang anak yang semuanya masih memerlukan biaya pendidikan. "Abang saya terjatuh dari ketinggian sekitar 25 meter dan langsung meninggal dunia pada hari Jumat (02/02/2018) sekira pukul 15.30 WIB. Setelah terjatuh, jasadnya langsung dibawa ke Puskesmas Marike," beber Titin terharu, Senin (19/02/2018).
 
Titin menceritakan bahwa sebelumnya istri korban pernah diberi uang senilai 5 juta, oleh Pihak Perusahaan yang diwakili oleh Saleh. "Namun kata Pak Saleh, uang itu dari para pekerja yang dikumpulkan mereka. Artinya belum ada dari perusahaan. Sewaktu memberikan uang, memang difoto oleh Pak Saleh," beber Titin.
 
Lebih lanjut di katakan Titin, sebagai adik Kandung, dirinya merasa ada kejanggalan terhadap perusahaan PLTA, tempat korban mencari nafkah sebelumnya. "Informasi yang kami terima, dengan tinggi 25 meter. Masa abang saya tidak dilengkapi Safety belt? Bahkan CCTV sudah 2 hari tidak menyala dan K3 waktu itu tidak ada," ungkapnya.
 
Akibat terjatuh, lanjut Titin, korban mengalami patah paha kanan, jempol kaki patah, kaki kiri patah, serta kepala bagian belakang pecah, sehingga nyawa korban tidak terselamatkan. Untuk itu, Titin meminta kepada perusahaan tempat Almarhum abang kandungnya bekerja, agar bertanggung Jawab dan memberikan tali asih ataupun santunan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan. "Sebelumnya, saya sudah Telpon Pak Ewin sebagai pengawas lapangan di perusahaan itu. Saya juga telpon Pak Saleh yang katanya Personalia, tapi Telpon saya gak pernah diangkat dan sms saya gak dibalas," katanya.
 
Sementara itu, awak media mencoba menghubungi Ewin, yang mengaku sebagai Pelaksana di PLTA Aeksimunggun. Namun saat dihubungi, Ewin mengaku sedang Cuti, dan menyarankan agar menghubungi Personalia, yang dijabat oleh Saleh. "Saya kebetulan lagi cuti, coba tanya langsung sama Pak Saleh ya," ucapnya singkat.
 
Selanjutnya, Awak media kembali menghubungi Saleh yang mengaku menjabat sebagai Personalia di PLTA Aeksimunggun. Dirinya mengatakan bahwa Korban bukanlah karyawan di perusahaan tersebut, namun merupakan pekerja dari pihak ketiga atau Sub Kontraktor. "Korban adalah seorang pekerja bangunan di tempat kita, namun bukan karyawan kita. Almarhum karyawan pihak ketiga yang Subkontraktornya jatuh di tangan Ucok. Seharusnya Ucok yang bertanggungjawab. Begitupun kita tetap membuka pintu untuk Ucok agar membicarakan Perihal karyawannya yang meninggal dunia sewaktu sedang bekerja," tutup Saleh. (BS08)

Tags
beritaTerkait
Komisaris Pertamina Tinjau KDMP dan Penguatan Distribusi LPG 3 Kg di Deli Serdang
Dari Pesisir Sunyi ke Panggung Negeri: Kisah Patimah MPd Bawa Wanita Pantai Labu Berdaya
Pj Gubernur Sumut Fatoni dan Pj Ketua PKK Tyas Fatoni Tinjau Banjir dan Berikan Bantuan
Madrasah Deli Serdang Sinergikan Pendidikan Islam dan Kurikulum Merdeka
Kepala BPN Deli Serdang Diduga Lindungi Oknum PPAT Nakal
Pj Bupati Langkat Hadiri Pisah Sambut Kodim 0204/Deli Serdang
komentar
beritaTerbaru
hit tracker