Sabtu, 11 Juli 2026

Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan, KPK Apresiasi Pemko Medan

Kamis, 19 Oktober 2017 17:30 WIB
Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan, KPK Apresiasi Pemko Medan
BERITASUMUT.COM/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengapresiasi Pemko Medan karena telah memfasilitasi digelarnya Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan. Sebab kegiatan ini merupakan salah satu mandat yang diberikan Undang-Undang kepada Lembaga Anti Rasuah Indonesia dalam upaya pencegahan terjadinya tindak pidana korupsi.
 
Apresiasi ini disampaikan langsung penasehat KPK Budi Santoso, ketika menghadiri Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan gelombang kedua di Balai Kota Medan, Kamis (19/10/2017). Untuk gelombang kedua ini, pesertanya berasal 12 kota/kabupaten dari Provinsi Sumatera Utara dan Sulawesi Tengah. “Apresiasi setinggi-tingginya kita sampaikan kepada Pemko Medan yang telah memfasilitasi digelarnya Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan. Kita harapkan kegiatan ini dapat memabntu masing-masing daerah yang mengikutinya dalam upaya terjadinya trindak pidana korupsi,” kata Budi Santoso.
                
Dikatakan Budi, ada 5 mandat yang diberikan UU kepada KPK dalam menjalan tugasnya. Adapun kelima mandat itu meliputi koordinasi, supervisi, penindakan, pencegahan dan monitoring. Dari kelima mandat tersebut, tugas penindakan yang selama ini paling mencuat di tengah masyarakat. Padahal 4 tugas lagi, jelas Budi, tidak kalah pentingnya dari tugas penindakan yang dilaksanakan KPK dalam upaya pencegahan korupsi tersebut. Seperti Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan yang tengah dilaksanakan ini bilang Budi, merupakan gabungan dari tiga tugas KPK dalam koordinasi, supervisi dan pencegahan (korsupgah).
 
“Korsupgah ini sangat penting  dan harus terus dilakukan secara berkelanjutan. Sebab, penindakan yang selama ini kita lakukan secara terus menerus tidak  efektif mencegah terjadinya korupsi. Untuk itulah  tugas penindakan harus dibarengi dengan pencegahan,” ungkapnya. Namun upaya pencegahan yang dilakukan KPK sebelumnya, papar Budi, hanya sebatas sosok figur pejabat atau kepala daerah saja.  Hasilnya juga kurang efektif, terbukti  tetap saja ada pejabat maupun kepala daerah yang kena Operasi Tangkap Tangan (OTT). Oleh karenanya sejak tahun 2015, KPK membantu pemerintah daerah untuk mencegah korupsi, salah satunya dengan membangun sistem seperti  aplikasi E-Perencanaan ini.
                
Dengan membangun sistem ini, Budi berharap dapat membantu masing-masing daerah mencegah terjadinya korupsi. Itu sebabnya Tim Korsupgah KPK terus melakukan pendampingan guna membangun sistem dengan memanfaatkan kemajuan teknologi. Oleh karenanya Budi berpesan kepada seluruh peserta yang mengikuti workshop ini dapat mempersiapkan mental dengan merubah mindset untuk siap menghindari korupsi. Selanjutnya Budi mengungkapkan, dirinya juga telah berkoordinasi dengan Wali Kota Medan. “Dari hasil koordinasi yang kita lakukan, Wali Kota mengaku merasa aman dengan kehadiran Tim Korsupgah KPK yang terus melakukan pendampingan selama ini. Untuk itulah Wali Kota berharap agar Tim Korsupgah terus memberikan pendampingan kepada Pemko Medan guna mencegah terjadinya tindak pidana korupsi,” ungkapnya.
                
Sebelumnya Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi, diwakili Sekda Kota Medan itu H Syaiful Bahri Lubis menjelaskan, Workshop Replikasi Aplikasi E-Perencanaan ini digelar sebagai salah satu bagian rencana aksi pencegahan korupsi terintegrasi yang digagas Tim Korsupgah KPK. Dikatakannya, aplikasi ini akan terus dikembangkan dan disempurnakan sebagai salah satu alat bantu mewujudkan perencanaan dan penganggaran yang semakin baik. “Melalui workshop ini, saya berharap semoga seluruh peserta memiliki semangat yang sama untuk mewujudkan sistem penyelenggaraan pemerintahan daerah semakin lebih baik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, terutama dari sisi perencanaan dan penganggaran,” harap Sekda.
                
Workshop gelombang kedua ini diikuti 12  Kepala Bappeda yang berasal dari  Kota  Tebing Tinggi (Sumut) serta 11 kabupaten  dari Provinsi Sulawesi Tengah yaitu Kabupaten Marowali Utara, Donggala, Parigi Moutong, Morowali, Sigi, Tolitoli, Buol, Banggai Banggai kepulauan, Banggai Laut dan Poso. Sebelum workshop dimulai, masing-masing Kepala Bappeda menandatangani kesepakatan kerjasama dengan kepala Bappeda Kota Medan Wirya Al Rahman disaksikan Sekda Kota Medan, Penasehat KPK, Ketua Korsupgah KPK RI Adliansyah Nasution serta Kepada Inspektur Kota Medan Farid Wajedi. (BS03)

Tags
beritaTerkait
PN Medan Diminta Segera Eksekusi Klaim Nasabah PT Verena Multifinance
Bongkar Jaringan Vape Ilegal, Polisi Sergap Seorang Komplotan Narkotika Internasional di Salah Satu Hotel di Medan
Adanya Bukti Damai, Putri Saraswati Berharap Roberto Dibebaskan dari Polrestabes Medan
Podomoro City Deli Medan Gelar Bakcang Festival Eksklusif
Momentum Perayaan Waisak 2570 BE, Rico Waas Ajak Warga Medan Rawat Harmoni dan Tebar Kedamaian
TO Satres Narkoba Polrestabes Medan Semakin Eksis Edarkan Sabu di Jermal 7, Segera Ditangkap
komentar
beritaTerbaru
hit tracker