Selasa, 14 Juli 2026

RSUP H Adam Malik Siapkan 3 Opsi Terkait Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

Selasa, 03 Oktober 2017 22:30 WIB
RSUP H Adam Malik Siapkan 3 Opsi Terkait Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Ketua tim dokter penanganan bayi kembar siam Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik Medan, Prof Guslihan Dasa Tjipta SpA (K) mengungkapkan, jika saat ini pihaknya tengah menyiapkan tiga opsi untuk melakukan pemisahan bayi kembar siam dempet perut dan dada, Fahira-Sahira.
 
Guslihan menjelaskan, bayi Sahira mengalami kelainan jantung dan infeksi paru. Untuk pengoptimalan dan tatalaksana, kini, bayi tersebut telah mendapat penanganan dengan pemberian antiobiotik dan dipindahkan ke ruang Pediatric Intensive Care Unit (PICU). Selain itu, pihaknya juga sedang menunggu hasil selama 72 jam pemberian antibiotik penanganan infeksi paru mulai dari Selasa (3/10/2017) hingga tiga hari ke depan. Tujuannya sebagai indikator pengambilan keputusan pemisahan kedua bayi tersebut.
 
"Kita tunggu 72 jam untuk mendapatkan hasil dari pemberian antibiotik infeksi parunya. Setelah itu kita sudah siapkan tiga rencana, plan A, B dan C untuk pemisahan bayi," ujar Guslihan kepada wartawan, Selasa (3/10/2017).
 
Ketiga opsi tersebut, lanjut Guslihan, adalah pertama rencana pemisahan elektif, yakni pemisahan dengan menggunakan tissue expander atau memasukkan jaringan di bawah kulit milik kedua bayi yang dijadikan sebagai kulit cadangan perut setelah operasi. Proses ini menunggu hasil 72 jam penanganan infeksi paru.
 
"Untuk rencana kedua, kami akan pisahkan segera jika bayi Sahira dalam keadaan darurat (emergency dying) atau mengalami gagal hidup. Kitq pisahkan tanpa menunggu 72 jam," jelasnya.
 
Sedangkan rencana ketiga, lanjutnya, pihaknya memisahkan kedua bayi saat keadaan keadaan darurat dan kedua bayi diusahakan hidup. Meskipun salah satu bayi akan mengalami kondisi lebih buruk."Plan C (ketiga0 ini kita pisahkan dan keduanya diharapkan hidup namun tanpa tissue expander atau tidak menunggu dua hingga tiga bulan," terangnya.
 
Sementara itu Sekretaris tim dokter, dr Rizky Adriansyah SpA(K) menambahkan, dalam penanganan jantung bawaan, dari awal memang pihaknya sudah berdiskusi cukup alot di antara tim ahli untuk mengambil tindakan. Namun, pemutusan pemisahan diharapkan menunggu kondisi kedua bayi optimal.
 
Rizky menyampaikan, bayi Sahira dengan jantung bocor mengalami sesak nafas dan infeksi paru. Karena bisa menular ke saudara kembarny maka tim dokter menyiapkan tiga rencana pemisahan bayi."Plan A atau elektif yang paling kita harapkan. Kita tunggu hasil anyibiotik etelah 72 jam. Jika dalam masa ini kedua bayi gawat darurat, kita gunakan plan B. Jadi kita harus memilih. Sampai saat ini kita optimalkan dulu kondisi kedua bayi," ungkapnya.
 
Tim dokter lainnya, dr Erjan Fikri SpBA menyebutkan, pasien kembar siam dempet perut ini memiliki diameter kira-kira 7-8cm. Jika dipisah, akan ada bolong di perutnya dan membutuhkan kulit cadangan berukuran 30-35cm yang harus ditutupi.
 
Kulit cadangan ini, katanya, harus dipersiapkan dari kulitnya sendiri. Atau dengan cara lain memasukkan suatu bahan silikon. Setelah luka operasi sembuh, kantong silikon dipompa agar kulitnya melar."Untuk plan manapun, kita harapkan kedua bayi kondisinya optimal dan hdupnya lebih baik usai menjalani operasi pemisahan," tuturnya.
 
Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan, dr Mardianto SpPD menambahkan, selama menjalani perawatan di RSUPHAM, pembiayaan bayi dibebankan ke RS milik Kementerian Kesehatan  tersebut. Ini salah satu bentuk  sosial dari RS."Dari awal perawatannya, kedua bayi sudah ditanggung RS dan ruangnya kelas VIP. Bahkan biaya hidup ibunya juga," pungkasnya.(BS07)

Tags
beritaTerkait
Pemisahan Bayi Kembar Siam Brian dan Drian Berhasil Dilakukan
Prajurit TNI Selamatkan Bayi Yang Dibuang Orang Tuanya
Polrestabes Medan Ungkap Kasus Jual Beli Bayi, Empat Wanita Ditangkap
Banyak Anak Baru Lahir Terkendala NIK, BPJS Imbau Urus Administrasi Kependudukan
Polsek Medan Barat Tangkap Ibu Pembuang Bayi di Jalan Persatuan
RSUP HAM Gagas Inovasi Kesehatan untuk Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi
komentar
beritaTerbaru
hit tracker