Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Narkotika menjadi salah satu hal penting yang diungkapkan oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2017 di Batalyon 125 Simbisa, Kabupaten Karo, Senin (02/10/2017).
Irjen Paulus menegaskan tentang peredaran narkotika di Sumut, pihaknya tidak berpikir panjang lebar dengan melakukan tindakan tegas di tempat."Karena kita ada di sini harus bertindak tegas menghentikan langkah para jaringan narkotika nasional dan internasional untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa kita," ujar Irjen Paulus di hadapan peserta yang hadir, termasuk Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Nur Hajizah Marpaung.
"Bersama dengan TNI, Polri dan Pemerintah serta masyarakat kita hentikan barang haram narkotika," sambung Irjen Paulus.
Selain itu, lanjutnya, di balik peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Batalyon 125 Simbisa, diharapkan dapat menjalin soliditas dan sinergitas bersama TNI. Apalagi, pada 5 Oktober nanti TNI memeringati Hari Ulang Tahun (HUT).“Seperti harapan Wakil Gubernur yang berharap TNI dan Polri itu satu, serta bergerak bersama untuk mendukung arah dan kebijakan Pemerintah untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur,” jelas Irjen Paulus.
"Jadi kehadiran kami bukan tanpa makna tapi sebuah catatan penting, dari bawah Gunung Sinabung kita menyuarakan kepada teman senusantara dan kepada pimpinan Negara dan pimpinan TNI Polri, kita di sini tampak jelas soliditas TNI Polri," tegasnya menambahkan.
Dalam kesempatan itu, Irjen Paulus juga menyampaikan 4 arahan Presiden yakni pertama tentang kekejaman PKI dan pembunuhan 7 Jenderal pada 30 September tahun 1965 agar tidak terulang lagi.kedua, memegang teguh Pancasila dan menjaga kesatuan serta persatuan bangsa.Ketiga, implementasi Pancasila dan mencegah ideologi komunisme masuk ke Indonesia dan keempat mengajak seluruh komponen bangsa juga TNI, Polri dan Pemerintah untuk bersinergi, tentram dan bersatu padu dalam menghadapi kompetisi global.
Kapoldasu berharap agar masyarakat bersikap bahwa Pancasila itu yang terbaik. "Terkait dampak global ada tiga dampak yang kita rasakan yaitu mengendurnya ikatan negara, menyalahgunakan kearifan lokal dan liberisasi ekonomi," pungkasnya. (BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar