Senin, 17 Agustus 2026

Ini Senjata yang Digunakan Polisi Saat Amankan Aksi 299

Jumat, 29 September 2017 11:00 WIB
Ini Senjata yang Digunakan Polisi Saat Amankan Aksi 299
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Kepolisian Republik Indonesia menerjunkan pasukan bersurban dan Polwan berhijab dalam aksi 299 di DPR/MPR Jakarta, Jumat (29/09/2017).
 
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan, bahwa pasukan pengamanan berjumlah 20 ribu personil TNI dan Polri yang akan melakukan pengamanan dengan pendekatan humanis.
 
“Jadi kemarin sebelum acara ini kami udah melakukan tactical floor game, kami lakukan dengan harapan anggota tahu. Unjuk rasa ini adalah kegiatan kemanusiaan, anggota sudah diberitahu bahwa agar humanis dalam melakukan tugas,” ujar Kombes Argo, Jumat (29/09/2017).
 
Pengamanan kali ini tidak menggunakan senjata api. Melainkan melakukan pengamanan dengan senjata membaca dzikir dan doa yang akan digunakan untuk melakukan pengamanan demi terciptanya aman, dan damai jalannya aksi 299.
 
“Jadi masyarakat tidak usah khawatir ya. Semua lini, baik jalur perekonomian dan yang lain sudah kami amankan. Nanti juga ada anggota kami yang menggunakan hijab, ada beberapa hal yang akan kami lakukan secara humanis,” tuturnya, seperti dilansir tribratanews.com.
 
Selain itu, Ketua Presidium Alumni 212 Slamet Ma’arif mengatakan bahwa ia mendesak agar DPR menolak peraturan pemerintah pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Masyarakat(Ormas).
 
Aksi tersebut juga meminta DPR agar menolak dan melawan kebangkitan PKI yang diindikasikan semakin kuat dalam waktu terakhir.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Aksi 212 Jilid II Lancar, Kapolda Sumut Ucapkan Terima Kasih
Aksi 212 Jilid II Besok, Polda Sumut Kerahkan Pengamanan Maksimal
Gara-gara Puisi, Jumat Mendatang Bakal Digelar Aksi 212 Jilid II di Medan
Kemendagri: Jumlah Ormas di Indonesia Ada 344.039
Disahkan, Perppu Ormas Penegasan Komitmen Pemerintah Pada Pancasila
Perppu Ormas Harus Dilihat dari Prinsip Bernegara
komentar
beritaTerbaru
hit tracker