Sabtu, 18 April 2026

Kapolri Tawarkan Polisi Myanmar Kerjasama Pelatihan Atasi Konflik Tanpa Melanggar HAM

Kamis, 14 September 2017 14:30 WIB
Kapolri Tawarkan Polisi Myanmar Kerjasama Pelatihan Atasi Konflik Tanpa Melanggar HAM
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Di sela acara Konferensi ASEANAPOL ke-37 di Singapura, Kapolri Jenderal Tito Karnavian bertemu dengan Kepala Divisi kejahatan antar negara (transnational crime) Myanmar Brigjen Aum Htay Myint, Rabu (13/09/2017).
 
Aum mewakili Kepala Kepolisian Myanmar yang tidak bisa hadir karena situasi di dalam negeri Myanmar yang tidak memungkinkan terkait Rohingya.
 
Dalam pertemuan tersebut Kapolri menawarkan kerjasama pelatihan bagi polisi Myanmar dengan metode yang lebih menghormati hak asasi manusia (HAM) di fasilitas milik Polri.
 
Hal tersebut disampaikan berkaitan dengan konflik di Negara Bagian Rakhine yang memicu kecaman meluas dari masyarakat internasional termasuk Indonesia. “Tanpa bermaksud mencampuri urusan dalam negeri Myanmar, kami menawarkan kerjasama berupa pelatihan peningkatan kemampuan dengan memanfaatkan fasilitas pendidikan modern bertaraf internasional yang dimiliki Polri,” kata Tito dalam keterangannya.
 
Contohnya seperti Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) di Semarang. JCLEC menyediakan berbagai macam pelatihan mulai dari penyidikan kasus terorisme dan pelatihan hak asasi manusia yang kiranya dibutuhkan oleh Myanmar, khususnya dalam menghadapi gejolak di Rakhine.
 
“Berbagai pelatihan ini dibutuhkan demi terjaganya hak asasi manusia di Myanmar, dan diharapkan para penegak hukum dan aparat negara Myanmar lainnya bisa bertindak lebih baik, tidak menggunakan kekerasan, dengan didukung teknologi tinggi dan metode penyelidikan, termasuk di antaranya adalah cara melakukan interogasi tanpa menggunakan kekerasan,” urainya.
 
Tito menceritakan, Indonesia juga mengalami pengalaman yang hampir serupa dengan yang dialami Myanmar saat ini, seperti pemberontakan di Papua dan di Aceh. Khusus untuk Aceh telah selesai melalui meja perundingan.
 
“Kami dengan senang hati ingin berbagi pengalaman dan best practices, agar konflik di Myanmar dapat cepat selesai dan hak asasi manusia tetap dijunjung tinggi,” tambahnya, seperti dilansir tribratanews.com.
 
Dalam pertemuan ini Kapolri didampingi Duta Besar RI untuk Myanmar, Komjen (Purn) Ito Sumardi, dan beberapa pejabat utama Mabes Polri seperti Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Komjen Dwi Prayitno, Kepala Badan Reserse dan Kriminal (Kabareskrim) Komjen Pol Aridono Sukmanto, dan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri Irjen Saiful Maltha.
 
Ito Sumardi manambahkan bahwa situasi di Myanmar perlu dikelola dengan baik dan Tito yang memiliki keahlian dan pengalaman di bidang counter terrorism tentu dapat dimintai pendapatnya. “Ini untuk tercapainya perdamaian di Myanmar,” tambah Ito yang pernah menjabat Kabareskrim Polri itu.
 
Brigjen Aum menyambut baik tawaran Tito sebagai wujud kerjasama dan perhatian Indonesia terhadap konflik yang terjadi di Myanmar saat ini termasuk kerjasama peningkatan kemampuan di bidang counter terrorism.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Pemprov Sumut Terus Dukung Program Strategis Polri Ciptakan Keamanan dan Ketertiban
Safari Ramadan di Medan, Kapolri: Pererat Silaturahmi Demi Keamanan dan Kesejahteraan
Kapolri Tinjau Renovasi Masjid hingga Bakti Sosial di Polda Sumut
Panglima TNI dan Kapolri Tinjau Kesiapan Pelabuhan Merak dalam Menyambut Nataru 2025
Panglima TNI Bersama Kapolri Memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024 di Bali
Panglima TNI Hadiri Apel Kasatwil Polri 2024 di Akpol
komentar
beritaTerbaru
hit tracker