Senin, 15 Juni 2026

Mobil Tabrak Rumah Warga, 4 Napi Tanjung Gusta Gagal Kabur

Selasa, 20 Juni 2017 20:45 WIB
Mobil Tabrak Rumah Warga, 4 Napi Tanjung Gusta Gagal Kabur
BERITASUMUT.COM/BS04
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Upaya melarikan diri yang dilakukan oleh tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta, Medan, kembali terjadi. Namun usaha 4 napi tersebut gagal, usai mobil Avanza BL 935 AZ yang ditumpangi menabrak rumah warga, Selasa (20/06/2017) sekira pukul 04.30 Wib. Bahkan akibat kecelakaan tersebut, keempat napi itu sekarat.
 
"Ya, di Lapas Tanjung Gusta Medan, Jalan Lembaga Pemasyarakatan depan Komplek Bali Indah, terjadi upaya melarikan diri dari Lapas Tanjung Gusta," ungkap Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting kepada wartawan.
 
Dijelaskannya, peristiwa percobaan kaburnya keempat tahanan itu, bermula sekira jam 02.30 wib, salah seorang tahanan, Abdul Rahman Nasution membagikan makan sahur kepada para tahanan lain.Tiba-tiba, dia mendengar suara orang yang sedang menggergaji dan suara-suara ribut lainnya.
 
"Mendengar suara itu, dia nyeletuk menegur sumber suara itu dengan menyepakkan dinding tembok tahanan. Suara ribut itu hilang. Tak berapa lama, Abdul Rahman mendengar ada suara orang berjalan di atas atap. Siapa itu? Tanya Abdul Rahman ke asal suara orang berjalan itu. Salah satu tahanan berada di ujung berteriak, itu ada orang dan nampak tali sudah tergantung di dinding," terang Rina.
 
Lalu, sambung Rina, Abdul Rahman Nasution berteriak memanggil pegawai sambil menggoncangkan pintu langsung. Mendengar itu, tamping Lapas langsung datang dan minta bantuan agar pegawai dipanggil karena ada tahanan lari.
 
Selanjutnya, sambung mantan Kapolres Binjai tersebut, Anto Fredi, pegawai Lapas, warga Jalan Bunga Pancur IX, Kelurahan Medan Selayang, sekira jam 03.30 wib, mendengar ada 4 tahanan dari blok straf, Sel 3A, ada yang berusaha melarikan diri. Kemudian dia mengecek ke belakang blok tersebut, ada tali yang diikat di bagian pagar Lapas dan tali tersebuy sudah tegang.
 
Melihat itu, dia kemudian naik kereta untuk mengecek ke belakang Lapas. Di situ, dia melihat ada mobil Avanza hitam BL 935 AZ. Di dalamnya terlihat ada beberapa orang dan salah satunya keluar serta langsung mengibaskan celurit ke Anto Fredi. Untungnya, pegawai Lapas tersebut bisa mengelak. Dia kemudian mengambil pistolnya dan menembak orang tersebut. Namun sayang, pistolnya tidak bisa ditembakkan. Orang yang mengibaskan celurit tersebut lantas kembali ke mobilnya.
 
Sedetik kemudian, Fredi melihat ada satu orang lagi tengah berada di atas atap Lapas. Dia pun membidiknya dan kali ini pistolnya berfungsi. Dorrr...! Pelor yang ditembakkannya mengenai orang yang ada di atas atap tersebut. Tapi orang tersebut berhasil kabur dan masuk ke dalam mobil Avanza. Mereka pun langsung memacu mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.
 
Namun nahas, sesampainya di Jalan Lembaga Pemasyarakatan, tepatnya di depan Perumahan Bali Indah, mobil yang ditumpangi para tahanan itu menabrak pagar milik Jumasari dan Herry Purba. Brakkkk...! Saking kerasnya benturan itu, mobil Avanza tersebut ringsek. Semua orang yang berada di dalam mobil itu, sebanyak 8 orang terluka parah. Tak berapa lama, petugas Lapas dan pihak kepolisian tiba di lokasi dan mengevakuasi kedelapan orang tersebut.
 
Disebutkan Rina, 4 napi yang coba melarikan diri dari Lapas Tanjung Gusta, antara lain Hussaiini (35), napi kasus 338 (pembunuhan). Masa hukuman 11 tahun, warga Indrapuri, Aceh besar, di bawa ke RS Brimob, Alhadi (30), kasus 338, masa hukuman 10 tahun, warga Tapak Tuan, Aceh Selatan, di bawa ke RS Brimob, Rudi Rahman Bin Rasidin (32), warga Aceh, kasus narkoba, masa hukuman 8 tahun dan sudah dijalani 3 tahun dan Muliadi (30), warga Aceh, vonis 7 tahun, tidak sempat melarikan diri karena kaki patah.
 
Sementara 4 pelaku yang membantu pelarian keempat napi tersebut antara lain, Saparuddin (30), wiraswasta, Indrapuri, Aceh Besar, Yulis, tidak bisa bicara karena luka parah, M Yusuf, belum bisa ditanyai karena terluka parah dan Fajar (15), belum bisa ditanya karena terluka parah.
 
Selain kembali menangkap keempat tersangka dan 4 orang yang membantu pelarian itu, sambung Rina, juga turut disita sebilah samurai, sebilah golok, 2 pisau, 1 tangga lipat, tali nilon sepanjang 30 meter, tali plastik sambungan, besi tenda, tas cokelat, 1 unit handphone (Hp), sarung tangan, sebo dan mobil Avanza BL 935 AZ.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Pertamina Sumbagut Dorong Kemandirian Ekonomi Warga, Hadirkan Foodcourt UMKM di Aceh Besar
Hadapi Ramadan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Tingkatkan Kompetensi Operator SPBU di Aceh
Ramadan dan Idulfitri, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut-Pemkot Banda Aceh Lakukan Pengawasan Takaran BBM dan LPG
Pengurus KADIN Medan Salurkan Bantuan Sosial ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang
Pantai Barat Simeulue Aceh Diguncang Gempa Tektonik Magnitudo 6,2
Jalan Tol Pekanbaru-Padang, Aceh-Padang, Palembang-Betung Dioperasikan 24 Maret
komentar
beritaTerbaru
hit tracker