Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) tewas dihajar massa di Jalan Kapten Sumarsono Medan, Selasa (02/05/2017) pagi, sekitar pukul 07.25 WIB.
Informasi dihimpun, ketika korban bernama Rico sedang duduk-duduk di kamar kosnya di lantai II. Tak lama kemudian temannya, Firdaus Ginting, datang dan memberitahu korban jika dia mendengar suara sepeda motor dibawa keluar dari tempat kos mereka. “Kau tengok dulu keretamu di bawah. Kudengar ada suara Ninja (kereta korban) dibawa keluar,” kata Firdaus Ginting kepada korban.
Korban pun segera bergegas ke bawah. Namun dia tak lagi melihat sepeda motor Kawasaki Ninja warna biru Nopol BK 6803 NAK miliknya di lokasi parkir kostnya. Melihat hal itu, korban bersama temannya langsung melakukan pengejaran hingga ke Simpang Lima Helvetia. Kepada warga, mereka mengatakan, ada begal yang baru saja membawa sepeda motor mereka.
Bersama warga, pencarian pun dilakukan. Hingga akhirnya pelaku dan seorang temannya yang mengendarai sepeda motor lainnya, ditemukan saling membantu mendorong sepeda motor korban di Jalan Kapten Sumarsono. Korban spontan meneriaki si pelaku dengan ucapan 'begal'. Dalam hitungan detik, warga langsung berdatangan. Mengetahui dikejar warga, pelaku langsung menjatuhkan sepeda motor milik korban dan berusaha kabur. Naasnya, dia segera ditangkap warga dan dipukuli tanpa ampun. Sementara rekannya berhasil melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo.
Pelaku mengalami kritis dan mengorok dengan kondisi tertelungkup akibat dihajar massa. Kepala bagian belakang pelaku pecah dan menyebabkannya tak sadarkan diri. Selain itu, mata kanannya, kening kanan bengkak dan luka. Kemudian bibir atas dan bawahnya pecah, telinga kiri dan kanan luka, telapak kaki kiri luka, dan pelipis mata kiri robek.
Kapolsek Medan Helvetia Kompol Hendra Eko Triyulianto menyebutkan, sebelum tewas, pelaku sempat dibawa polisi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. "Petugas piket Reskrim Polsek Medan Helvetia lalu melarikan pelaku ke RS Bhayangkara Medan. Namun setelah dirawat selama tujuh jam, akhirnya pelaku meninggal dunia karena luka-luka yang dideritanya," terangnya.
Sementara identitas pelaku sempat tak diketahui. "Dari HP yang ditemukan di kantong celana pelaku, akhirnya polisi mengetahui nomor HP orangtuanya. Tak lama kemudian orangtua korban tiba di RS Bhayangkara Medan. Mereka menolak dilakukan otopsi atas jasad pelaku, dan langsung membawanya ke rumah duka," pungkasnya. (BS04)
Tags
beritaTerkait
komentar