Senin, 24 Agustus 2026

Pencabulan Anak oleh J Simbolon, Orangtua Takut Melapor ke Polisi

Jumat, 28 April 2017 21:15 WIB
Pencabulan Anak oleh J Simbolon, Orangtua Takut Melapor ke Polisi
BERITASUMUT.COM/IST
Pelaku (tengah) dan dua korban yang melapor
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Nasib malang menimpa masing-masing putri dari dua orang ibu bernama Ika Triana (35) dan Siti Fatima (30). Kedua ibu ini melaporkan kasus pencabulan anak mereka ke Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Medan di Jalan Puri Medan Area, Jumat (28/04/2017). Dua ibu ini mengadukan tersangka pelaku pencabulan yang tak lain adalah tetangga mereka sendiri, Jamihar Simbolon (73). Kakek tua ini diduga telah melakukan pencabulan kepada anak-anak di lingkungan mereka.
 
Kedua ibu ini mengatakan Jamihar Simbolong telah mencabuli anak mereka yakni inisial DRP (10) dan NDB (10). Pencabulan itu terjadi di rumah pelaku di Kecamatan Medan Polonia pada Minggu (23/04/2017) lalu. Modusnya, pelaku mengajak anak-anak bermain, kemudian pelaku menarik anak ke dalam kamar untuk dicabuli.
 
Selain itu, kedua ibu tersebut juga melaporkan tentang perilaku penyidik di Polsek Medan Baru yang tidak bekerja secara profesional menangani kasus pencabulan. Kedua penyidik yang mereka laporkan masing-masing inisial SS dan YL. “Masa anak saya dibentak-bentak. 
 
Itu namanya bukan memeriksa, tapi intimidasi. Lagian saat mendengar keterangan anak sebagai korban, jangan pakai seragam polisi. Anak saya jadi ketakutan,” jelas Siti Fatimah menceritakan pengalaman anaknya saat diperiksa penyidik.
 
Informasi dihimpun, Jamihar Simbolon sudah ditahan di Polsek Medan Area sebagai tahanan sementara, setelah ditangkap dan nyaris diamuk massa pada Senin (24/04/2017) lalu. Amuk massa itu terjadi, ketika Ika Triana melabrak pelaku di depan rumahnya. Akan tetapi, pelaku bersikukuh menepis tuduhan yang dialamatkan kepadanya.
 
Lantaran tak mau mengakui perbuatannya, Ika Triana pun memanggil putrinya inisial DRP yang dicabuli pelaku. Saat itu DRP langsung meneriakkan apa yang telah diperbuat pelaku kepadanya. Mendengar ada rebut-ribut, para warga mendekat lalu merubung. Saat itu, korban lainnya juga datang dan mengungkap kejahatan seksual yang dilakukan pelaku. Tak pelak, warga marah kemudian menangkap dan menggebuki pelaku.
 
Saat warga tengah terbawa emosi menggebuki pelaku, seorang tentara melintas. Dia pun berhenti dan mengamankan pelaku dengan memboyongnya ke markas Polsek Medan Baru. Esok harinya, Ika Triana membuat laporan aduan ke Polsek Medan Baru atas apa yang menimpa putrinya inisial DRP. Di saat bersamaan, Siti Fatimah mengaku sudah lebih dulu melaporkan pelaku ke Polsek Medan Baru.
 
“Ada satu korban lagi, Bang. Tapi keluarganya takut melaporkannya ke polisi setelah tahu kinerja penyidiknya tidak profesional,” tukas Siti Fatimah. (BS04)

Tags
beritaTerkait
Changan Deepal S05 dan Nevo Q05 Hadir di Medan, Andalkan Pilihan SUV Elektrifikasi
LPA Deli Serdang: Lomba Kemerdekaan Rumah Qur’an Al Ramadhan Ajang Kembangkan Potensi
Ketua KADIN Medan Arman Chandra Diangkat Jadi Anggota Kehormatan PGI Bireuen, Kado Istimewa di Hari Ulang Tahun
Arman Chandra Menerima IKAL Aceh untuk Memperkokoh Ketahanan Nasional
Gugatan di Pengadilan, PT TSI Minta Bank Mandiri Hapuskan Pencatatan Penarikan Kredit yang Dipalsukan dan Melanggar SOP
Siap Jadi Motor Penggerak Investasi, Arman Chandra: Dukungan dan Kemudahan Yang Diberikan Pemko Medan Adalah Amunisi Utama Kami
komentar
beritaTerbaru
hit tracker