Kamis, 17 September 2026

Dubes: Tidak Ada Warga Indonesia Jadi Korban Ledakan Bom di St Petersburg, Rusia

Selasa, 04 April 2017 13:00 WIB
Dubes: Tidak Ada Warga Indonesia Jadi Korban Ledakan Bom di St Petersburg, Rusia
beritasumut.com/ist
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Duta Besar RI untuk Federasi Rusia M. Wahid Supriyadi mengatakan, sejauh ini tidak ada Warga Negara Indonesia (WMI) yang menjadi korban ledakan di kereta bawah tanah kota Saint Petersburg, Rusia, pada Senin (03/04/2017) pukul 14.40 waktu setempat.
 
“Kami telah kontak Permira (Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia- red) Saint Petersburg dan Konsul Kehormatan di sana,” kata Dubes Wahid, seperti dilansir setkab.go.id.
 
Menurut Dubes Wahid, saat ini terdapat sekitar 115 WNI yang terdiri atas 90 mahasiswa dan sisanya tenaga kerja Indonesia (TKI) tinggal di kota tersebut. Sementara di seluruh Rusia secara keseluruhan terdapat sekitar 900 WNI, yang sebagian di antaranya tinggal di Moskow, ibu kota Rusia.
 
“KBRI telah membuat surat edaran yang berisi imbauan agar WNI berhati-hati,” kata Dubes Wahid.
 
Sebelumnya kantor berita Reuters melaporkan, Menteri Kesehatan Rusia Veronika Skvortsova mengatakan sedikitnya 10 orang tewas, serta sedikitnya 47 orang terluka pada kasus ledakan kereta bawah tanah tersebut .
 
Sementara menurut Komite Antiterorisme Nasional Rusia, sebanyak  sembilan orang tewas dalam ledakan yang terjadi pada kereta yang sedang melaju antarstasiun kereta metro bawah tanah. Ledakan terjadi pada pukul 14.40 waktu setempat yang merupakan jam sibuk.
 
Rekaman gambar menunjukkan sejumlah warga yang terluka di peron stasiun, beberapa di antaranya dirawat oleh petugas medis darurat dan penumpang lain. Sedangkan penumpang lain melarikan diri dari peron di tengah-tengah asap, beberapa di antaranya terlihat berteriak atau memegangi tangan dan wajah mereka.
 
Akibat ledakan tersebut, lubang besar terbentuk di sisi gerbong kereta dengan serpihan logam berserakan di sepanjang peron. Penumpang terlihat memecahkan jendela pada salah satu gerbong tertutup.
 
Kantor berita Interfax menyampaikan, ledakan itu dicurigai berasal dari bahan peledak, yang disembunyikan di dalam koper.
 
Ambulans dan mobil pemadam kebakaran bergerak menuju stasiun Sennaya Ploshchad. Helikopter terbang di atas kerumunan yang menonton proses penyelamatan.
 
Serangan terhadap ibu kota kerajaan tua Rusia itu menjadi lambang kekuatan bagi kelompok keras mana pun, terutama pemberontak Chechen dan IS, yang bertempur melawan pasukan Rusia di Suriah.
 
Pihak berwenang menutup semua stasiun kereta bawah tanah St Petersburg, sementara jaringan Metro Moskow meningkatkan keamanan untuk menghadapi peristiwa serupa.(BS01)

Tags
beritaTerkait
Bom Sisa Zaman Penjajahan Ditemukan di Tanjung Balai
Jenderal Rusia Tewas Dibom Ukraina, Putin Akui Kegagalan Keamanan
Satgas Puter Pulau Deli Temukan  Kapal Pengebom Ikan Ilegal
 Ketua Indonesia Police Watch Minta Kapolda Sumut Serius Ungkap Pelemparan Bom Molotov di Rumah Wartawan di Deli Serdang
 Kapolrestabes Medan Tekankan Kepada Anggota Waspada Teror Mako
 Kunjungi Polsek Percut Sei Tuan, Kapolrestabes Medan Tekankan Kepada Anggota Tetap Waspada Teror Bom
komentar
beritaTerbaru
hit tracker