Kamis, 17 September 2026

Rata-rata Kapal Asing Pencuri Ikan di Perairan Sumut Berasal dari Malaysia

Sabtu, 01 April 2017 20:30 WIB
Rata-rata Kapal Asing Pencuri Ikan di Perairan Sumut Berasal dari Malaysia
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Tujuh kapal asing yang merupakan barang bukti tindak pidana illegal fishing diledakkan Direktorat Kepolisian Perairan (Ditpolair) Polda Sumut itu dilakukan di lokasi penenggelaman kapal di Dermaga Penumpang Lama, Pelabuhan Belawan di titik koordinat 03º 47′ 500” U-098º 42’ 250” T, Sabtu (01/04/2017).
 
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Kadiskanla) Sumut, Zonny Waldi mengatakan nelayan yang sering mencuri ikan di perairan Sumut adalah nelayan asal negeri jiran Malaysia. "Hampir semua jenis ikan mereka ambil.Namun, yang paling sering dicuri itu ikan kakap, ikan bawal, dan ikan gembung. Kadangkala, ada juga udang yang diambil," ungkap Zonny.
 
Dia menjelaskan, jenis ikan yang menjadi incaran para nelayan asal Malaysia tersebut adalah ikan bawal dan ikan kakap, karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Terlebih, rasa daging ikan tersebut lebih nikmat dari kebanyakan ikan lainnya."Meski kapal nelayan yang mencuri itu berasal dari Malaysia, namun awak kapalnya kebanyakan dari Myanmar. Nah, kapal-kapal yang diledakkan ini kan contohnya," ungkapnya.
 
Dia menambahkan, kapal asal Malaysia biasanya mencuri ikan di perairan Selat Malaka, ataupun Pantai Timur. Para pelaku menyamar seolah-olah warga Indonesia."Sering sekali mereka mencuri ikan di negara kita. Maka dari itu, dibentuklah tim gabungan untuk mengawasi perairan khususnya di Sumatera Utara," jelasnya.
 
Ketujuh kapal yang diledakkan tersebut antara lain, KM SLFA 2675 asal Malaysia dengan nama tersangka Zaw, kebangsaan Myanmar, yang ditangkap pada 13 Desember 2015 lalu di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Selat Malaka. Kedua, KM SLFA 4778 asal Malaysia dengan tersangka Chia Keechan, kebangsaan Malaysia, tertangkap pada 17 Februari 2016 di Teritorial Selat Malaka. Kapal ketiga yang dimusnahkan, adalah KM PKFA 3378 juga berasal dari Malaysia, dengan tersangka Tepparak Insorn, kebangsaan Thailand, ditangkap pada 12 Juli 2016 lalu di ZEE Selat Malaka.
 
Selanjutnya kapal kelima yang turut diledakkan, adalah KM Extra Joss-III asal Indonesia, dengan tersangka Amiruddin, Warga Negara Indonesia (WNI) ditangkap pada 25 Juli 2016 lalu di Teritorial Selat Malaka. Kemudian, KM PKFB 1152 asal Malaysia dengan tersangka Chit Soe, kebangsaan Myanmar ditangkap pada 30 Juli 2016 lalu di lokasi serupa wilayah teritorial Selat Malaka. 
 
Berikutnya, KM PKFA 8115 asal Malaysia dengan tersangka Moe alias Swan,  kebangsaan Myanmar ditangkap pada 30 Juli 2016 dilokasi yang sama di wilayah teritorial Selat Malaka.Kapal terakhir yang turut dimusnahkan, yakni KM KHF 1767 asal Malaysia dengan tersangka Ko Kyaw Soe alias Kyaw Soe, kebangsaan Myanmar ditangkap pada 25 Agustus 2016 di lokasi serupa.(BS04)
 

Tags
beritaTerkait
Polres Pelabuhan Belawan Gulung 13 Pemuda Geng Motor, Empat Sajam dan Ketapel Disita
Polda Sumut Bongkar Scam Berkedok Nonton Film, Korban Dijanjikan Bonus
CitraLand Tunjukkan Kepedulian Pendidikan Anak Bangsa, Bupati Deliserdang Targetkan 2028 Tak Ada Lagi Sekolah Sore
Massa FRAKSi Desak Polda Sumut Tutup Markas Judi Mesin Tembak Ikan di Lubukpakam
Judi Tembak Ikan AB Eksis di Wilkum Polsek Hamparan Perak
Judi Tembak Ikan Terus Beroperasi, Warga Sibiru-biru Minta Tindakan Tegas Kepolisian
komentar
beritaTerbaru
hit tracker