Kamis, 17 September 2026

Hadiri Silatnas di Ponpes Musthafawiyah, Jokowi Kagum dengan Masyarakat Madina

Sabtu, 25 Maret 2017 20:20 WIB
Hadiri Silatnas di Ponpes Musthafawiyah, Jokowi Kagum dengan Masyarakat Madina
Beritasumut.com/BS03
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Presiden Joko Widodo (Jokowi), didampingi Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Tengku Erry Nuradi menghadiri pem-bukaan Silaturahmi Nasional (Silatnas) Jami’yah Batak Muslim Indonesia (JBMI) yang diselenggarakan di Pondok Pesantren tertua di Sumut, Musthafawiyah, di Purba Baru, Kecamatan Lembah Sorik Merapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sabtu (25/03/2017).
 
Turut mendampingi Presiden, Ibu Iriana, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Hadir juga sejumlah kabupaten/kota di Sumut dan tuan rumah, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution.
 
Dalam sambutannya, Presiden menyatakan kekagumannya akan budaya masyarakat Madina yang sangat indah, dapat menjaga keharmonisan, di tengah-tengah perbedaan suku dan agama. Beragam tapi harmonis. “Inilah Indonesia. Saya berharap Jami’yah Batak Muslim bisa meninjau dan memperkuat ajaran bangsa Batak, Dalihan Natolu sebagai salah satu sistem kekerabatan yang mengutamakan keharmonisan. Saya yakin nilai-nilai luhur bangsa Batak sesuai dengan Islam yang rahmatan lil alamin,” tutur Jokowi.
 
Presiden yakin masyarakat Madina tidak menyukai ujaran-ujaran kebencian dan caci maki yang sering terlihat di media sosial saat ini. “Umpatan, fitnah, saling menjelekkan, saling mencela, itu bukan budaya kita. Itu inflitrasi asing yang ingin memecah belah kita melalui media sosial. Sering isu-isu yang disebar di situ, saya pelajari, itu bukan lah budaya kita, bukan karakter kita yang sopan. Apalagi Batak yang di sini, orangnya halus-halus, saya aja yang orang Solo, kalah halus,” kata Presiden yang diberi aplaus oleh sekitar 13 ribuan masyarakat yang hadir.
 
Memperkuat penekanan akan nilai-nilai kebangsaan, Jokowi mengatakan bahwa dua tahun yang lalu, saat bertemu Raja Salman, mereka membahas ancaman radikalisme dan terorisme di dunia. “Raja Salman meminta agar bekerja sama dan berbagi informasi tentang terorisme dan radikalisme, dan saya nyatakan Indonesia siap untuk berbagi mengenai cara penanganan radikalisme, apalagi hita sude barsudaro,” ujar Jokowi.
 
Sekaitan dengan hal tersebut, Gubsu Tengku Erry Nuradi mengatakan bahwa masyarakat Sumut, khususnya warga pondok pesantren Musthafawiyah sangat berterimakasih atas kehadiran Presiden di Madina, dalam silaturahmi nasional JBMI yang mengusung tema Indonesia Martaniang, atau Indonesia berdoa.
 
“Kami berharap semua organisasi kemasyarakatan yang ada di Sumut, teristimewa JBMI dapat bekerjasama dengan organisasi lainnya serta pemerintah untuk bahu membahu membangun bangsa, sinergi bersama dengan seluruh pihak,” jelas Gubsu.
 
Pondok pesantren Mustofhawiyah merupakan salah satu pesantren tertua di Pulau Sumatera dengan usia sekitar satu abad dan telah banyak mencetak banyak ulama di Indonesia. Ponpes Musthafawiyah yang lebih dikenal dengan nama Pesantren Purba Baru didirikan pada 12 November 1912 oleh Syeikh Musthafa. Awalnya pesantren ini didirikan di Desa Tanobato, Kabupaten Madina. Karena Tanobato dilanda banjir pada 1915 maka pondok Pesantren Musthafhwiyah dipindahkan oleh pendirinya ke Desa Purba Baru hingga saat ini.(BS03)
 

Tags
beritaTerkait
Gubernur Sumut Akan Kuliahkan Kakak Beradik Yatim Piatu di Nias, Hingga Tamat
Hadiri Governansi Insight Forum OJK, Pj Gubernur Pamit ke Komunitas Jasa Keuangan dan Perbankan Sumut
 Pj Gubernur Sumut Hadiri Rapat Paripurna DPRD Penetapan Paslon Gubernur dan Wagub Terpilih Sumut Hasil Pilkada 2024
Ikuti Paripurna Pengumuman Penetapan Gubsu-Wagubsu Terpilih, Bobby Nasution: Insya Allah Amanah Ini Kami Jalankan Sebaik-baiknya
Gugatan Edy Rahmayadi soal Hasil Pilgub Sumut di MK Kandas
Anwar Usman Tak Ikut Putuskan Sengketa Pilgub Sumut Sebab Bobby Pihak Terkait
komentar
beritaTerbaru
hit tracker