Senin, 20 April 2026

Jumlah Jemaah Haji 2017 Meningkat, Menkes Harapkan Tambahan Tenaga Kesehatan

Sabtu, 25 Maret 2017 00:30 WIB
Jumlah Jemaah Haji 2017 Meningkat, Menkes Harapkan Tambahan Tenaga Kesehatan
Beritasumut.com/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Dalam rangka menjamin penyelenggaraan kesehatan haji terutama saat jemaah haji berada di Arab Saudi, Menteri Kesehatan RI, Prof Dr dr Nila Farid Moeloek SpM(K), mengharapkan adanya tambahan jumlah tenaga kesehatan haji Indonesia yang akan bertugas. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah jemaah haji Tahun 2017 yang cukup besar.
 
Menkes mengharapkan adanya penambahan jumlah Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) pada penyelenggaraan kesehatan haji 2017. Hal ini dikarenakan terdapat peningkatan jumlah jemaah haji menjadi 221.000 jemaah haji dengan jumlah kloter lebih kurang sebanyak 505 kloter, bertambah 121 kloter dari sebelumnya hanya 384 kloter."Kiranya keberadaan tim kesehatan haji dapat ditingkatkan jumlahnya mengingat jumlah jemaah haji telah mencapai 221.000 orang," ujar Menkes dilansir dari laman resmi depkes.go.id, Jumat (24/03/2017).
 
Menkes menyebutkan, TKHI yang bekerja di setiap kloter terdiri dari satu orang dokter dan dua orang perawat. Selain itu, diperkirakan sebanyak 10% dari total kloter, yakni 51 kloter  merupakan kloter risiko tinggi (Risti) yaitu kelompok jemaah haji dengan usia > 60 tahun dan menyandang penyakit  kronis. Kloter risti memerlukan tambahan tenaga kesehatan sebanyak 2 dokter dan 3 perawat (semula 1 dokter dan 2 perawat), sehingga perlu penambahan 102 orang petugas kesehatan.
 
Pada penyelenggaraan kesehatan haji pada tahun sebelumnya, sejumlah 306 PPIH Arab Saudi bidang kesehatan bertugas di setiap sektor, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Bandara, Mekkah dan Madinah serta di pos klinik saat Arafah, Musdalifah dan Mina. Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) terdiri dari tim promotif preventif (TPP), tim kuratif rehabilitatif (TKR), dan tim gerak cepat (TGC) dan tenaga pendukung kesehatan yang direkruit dari mukimin Arab Saudi yang diberikan pelatihan dasar kesehatan. 
 
Mengingat jumlah jemaah haji tahun ini sebanyak 221.000 dan jumlah pondokan/hotel dalam setiap kloter menjadi lebih banyak, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di KKHI Mekkah yang semula 150 tempat tidur menjadi 250 tempat tidur. Maka dibutuhkan pula tambahan sebanyak 80 orang tenaga PPIH Arab Saudi bidang kesehatan dari semula 306 orang menjadi 386 orang.
 
"Tidak mungkin kami dapat bekerja optimal dengan jumlah Jemaah haji yang begitu besar. Bila tidak ditambah, khawatir pelayanan kesehatan haji akan keteteran," pungkas Menkes.(BS02)

Tags
beritaTerkait
Umrah dan Haji di Tanah Suci, Tetap Terhubung dan Nyaman Bersama Tri Ibadah
Kepala Dinas Kesehatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Pasca-libur Lebaran
BPJS Kesehatan Pastikan Akses Layanan JKN Tetap Terbuka Selama Libur Lebaran
Sidak RSUD Djoelham, Wawako Binjai Pastikan Semua Pelayanan Setara
Wakil Walikota Medan Resmi Berkantor di Rumah Sakit Pirngadi
Walikota Medan Tekankan Pentingnya Pelayanan Kesehatan yang Humanis
komentar
beritaTerbaru
hit tracker