Jumat, 17 April 2026

Musim Hujan, Salah Satu Persoalan Petani dalam Pengeringan Padi

Kamis, 16 Maret 2017 01:30 WIB
Musim Hujan, Salah Satu Persoalan Petani dalam Pengeringan Padi
BERITASUMUT.COM/IST
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp beritasumut.com
+ Gabung
Beritasumut.com-Danramil 15/Bandar Pulau Kapten Inf B Situmorang mengungkapkan, bagi petani kecil di Indonesia, pasca panen saat musim penghujan menjadi persoalan tersendiri, terutama dalam pengeringan. Proses pengeringan padi merupakan cara untuk menurunkan kadar air (KA) gabah dari gabah kering panen (sekitar 23-29%) menjadi gabah kering giling (sekitar 14%). 
 
Setelah panen, gabah harus segera dikeringkan karena kadar air gabah setelah panen masih cukup tinggi (sekitar 23-30%). Padi yang disimpan tanpa pengeringan terlebih dahulu akan rusak. "Bahkan jika terlambat mengerikan, maka akan menurunkan mutu dan hasil panen, seperti butir kuning, biji rusak, dan rendemen giling yang rendah," jelasnya, Rabu (15/03/2017).
 
Pengeringan gabah, kata Situmorang, dapat dilakukan secara tradisional menggunakan tenaga matahari (penjemuran) atau dengan menggunakan alat/mesin pengering buatan. Namun proses pengeringan dengan suhu yang terlalu tinggi atau kondisi panas yang tidak kontinyu akan menyebabkan kadar beras pecah menjadi tinggi. Sejumlah petani di Indonesia kadang mengakali dengan berbagai cara untuk pengeringan. 
 
Contohnya di Desa Tangga Kecamatan Aek Songsongan Kabupaten Asahan, petani menyiasati keterbatasan tersebut dengan menjemur padi secara tradisional dan sederhana. Alternatifnya di pinggir jalan atau halamam rumahnya dengan beralaskan terpal. 
 
Terkait hal itu, Babinsa Koramil 15/Bandar Pulau jajaran Kodim  0208/Asahan Serka Sudirman dan Serda Ikhwan Amansyah ikut serta membantu anggota Kelompok Tani Tirtanadi Bisman Panjaitan melaksanakan penjemuran padi hasil panen yang terletak di Dusun 1, Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan yang diketuai Hitler Sitorus.
 
"Ini merupakan kebiasaan sebagian masyarakat di Desa Tangga, khususnya di Kabupaten Asahan bahwa padi yang telah dipanen, terlebih dahulu di jemur sebelum dilakukan perontokan dengan mesin perontok padi. Penjemuran padi hasil panen agar padi tersebut tidak lembab, rusak, busuk dan menurunya mutu padi pasca panen," terang Serka Sudirman. (Rel)
 

Tags
beritaTerkait
Wujudkan Tanam Padi Tiga Kali Setahun, Gubernur Sumut Minta Bantuan ke Presiden untuk Perbaikan Tanggul
Bulog Gandeng Tentara Serap Gabah, Kodim Bakal Dilibatkan
Bos Baru Bulog Pede Bisa Serap 3 Juta Ton Beras dalam 3 Bulan
Prabowo Bakal Sikat Penggilingan yang Beli Gabah di Bawah HPP
Universitas Bandar Lampung Ciptakan Mesin Sortir untuk Petani Damar
Pj Bupati Langkat Tindak Cepat Keluhan Petani Tanjung Ibus, Subsidi Pupuk, Irigasi dan Infrastruktur Jadi Prioritas
komentar
beritaTerbaru
hit tracker